Tuesday, January 6, 2015

Budidaya Tanaman Kopi dengan Sambung Pucuk


Pertanian dan peternakanku
Budidaya Tanaman Kopi dengan  Sambung Pucuk

Budidaya tanaman kopi bisa juga diperbanyak dengan cara sambung pucuk. Cuma, secara teknis ada sedikit perbedaan dengan sambung pucuk pada tanaman lain. Sambung pucuk pada kopi ini selain berguna untuk mempertahankan sifat tanaman kopi yang baik, juga bisa untuk meremajakan tanaman tua. Cara menbuatnya cukup mudah.

Kopi merupakan tanaman tahunan yang hasilnya menjadi bahan perdagangan yang penting. Tanaman ini bukan tanaman asli Indonesia, melainkan berasal dari Afrika, tapi agaknya sudah begitu disukai oleh masyarakat Indonesia. Sampai saat ini kopi ditemukan di mana-mana. Dari Aceh hingga Irian Jaya pun, kopi sudah dikebunkan.

Budidaya tanaman kopi

Sampai saat ini budidaya tanaman kopi dilakukan dengan tiga cara, yaitu dengan semaian biji yang merupakan perbanyakan secara generatif, dengan stek dan sambung pucuk, yang merupakan perbanyakan secara vegetatif. Saat ini, yang banyak dilakukan ialah perbanyakan dengan stek dan sambung pucuk, karena perbanyakan dengan biji kurang baik hasilnya, gara-gara sering terjadi perubahan yang hasilnya tidak seperti induknya.

Pembuatan Sambung Pucuk


Sambung pucuk pada kopi ini sedikit berbeda dengan sambung pucuk pada tanaman yang lain. Batang atas yang ditempelkan tidak berdaun, tetapi nantinya setelah sambungan jadi akan menumbuhkan tunas baru dan menjadi tanaman yang produktif. Sedangkan sambung pucuk pada tanaman lain (misalkan pada tanaman buah-buahan), calon batang atas diambil dari tunas atau pucuk tanaman yang berdaun.

Bibit kopi asal sambung pucuk yang siap dipindahkan ke kebun

Batang bawah bibit sambungan berasal dari jenis-jenis kopi yang mempunyai perakaran yang tahan terhadap serangan hama  dan penyakit akar, tahan terhadap sifat-sifat tanah serta keadaan air tanah tertentu yang buruk. Misalnya, jenis-jenis Quillou, Excelsa atau Hibrida Kawisari. Sedangkan calon batang atas diambil dari klon unggul terpilih, atau dari wiwilan (tunas air) tanaman kopi di kebun yang hasilnya sudah jelas baik.

Sebelum melakukan budidaya tanaman kopi dengan sambung pucuk, terlebih dahulu harus dipersiapkan batang bawahnya. Batang bawah diperoleh dari bibit asal biji yang telah berumur 6-9 bulan atau kira-kira sudah sebesar pensil batangnya, di bedengan pembibitan. Batang atas berasal dari tunas air yagn telah berumur 3-4 bulan.

Tunas calon batang atas yang baik dipakai adalah ruas kedua sampai dengan ruas keempat. Ruas pertama masih terlalu muda dan ruas kelima atau yang lebih tua lagi telah keras dan berkayu. Tunas ini dipotong kira-kira tinggal satu ruas saja (5-6 cm panjangnya), tetapi ia harus masih mengandung ruas yang nantinya bisa diharapkan akan menumbuhkan tunas baru (lihat gambar).


1. Calon batang bawah
2. Sambung pucuk pada bibit
3. Sambung pucuk pada tanaman tua
4. Sambung dibungkus plastik

Pangkalnya diiris menyerong sepanjang 3-4 cm pada kedua sisinya, agar dapat ditempelkan pada calon batang bawah, nanti. Teknik penyambungan yang dilakukan pada kopi saat ini adalah sambungan celah. Sambungan celah ialah cara penyambungan tanaman di mana batang bawah dibelah menyerupai celah, yang nantinya digabungkan dengan batang atas. 

Tinggi sambungan pucuknya kira-kira 10-15 cm dari permukaan tanah atau lebih kurang 2-3 cm diatas batas warna hijau dan coklat dari batang. Sepasang daun yang paling bawah perlu dibiarkan menyisa. Calon batang atas yang telah   diiris menyerong, diselipkan di celah batang bawah yang telah dibelah sepanjang 3-4 cm.

Setelah batang atas dan batang bawah menyatu dengan seksama, tempat sambungan diikat dengan tali rafia. Sambungan dibungkus dengan kantong plastik tembus cahaya berukuran 10 cm x 3 cm untuk mempertahankan kelembaban  tempat sambungan. Pembibitan dengan sambung pucuk ini bertujuan untuk mempertahankan sifat tanaman kopi yang mempunyai potensi produksi tinggi, sehingga produksi tiap tanaman dan tiap satuan luas areal bisa ditingkatkan.

Keberhasilan penyambungan ini dipengaruhi oleh ketepatan pertautan kambium antara batang bawah dan batang atas, kebersihan alat-alat yang dipergunakan dan ketrampilan pelaksana. Satu minggu setelah penyambungan, hasilnya diperiksa. Sambungan yang berhasil akan tetap berwarna hijau, sedangkan yang mati akan berwarna coklat.

Sambungan pucuk untuk peremajaan


Sering kali tanaman kopi milik petani kurang terawat baik, sehingga produksinya sangat kurang. Demikian juga tanaman kopi di perkebunan, yang umurnya sudah terlalu tua. Sudah tiba saatnya tanaman kopi seperti ini diremajakan.

Peremajaan dilakukan dengan cara memotong batang tanaman kopi yang keadaanya sudah buruk. Tapi sebelum batang dipotong, tunas air yang paling bagus dibiarkan tumbuh terus. Tunas inilah yang disambung dengan klon unggul. Setelah penyambungan berhasil dengan baik, barulah batang pokok dipotong mendatar setinggi 50 cm dari titik penyambungan. Dalam waktu 3-5 tahun, tunas kopi yang disambungkan sudah mampu berbuah.

Meremajakan tanaman kopi dengan teknik budidaya sambung pucuk ini lebih murah dan lebih gampang dilakukan daripada menanam bibit yang baru. Sebab, tanaman lama yang akan diremajakan itu masih tetap menghasilkan,  (meskipun hanya sedikit), sementara kita menunggu tanaman muda berbuah.

Pemeliharaan sambungan


Dalam waktu lebih kurang 3 minggu setelah penyambungan, plastik pembungkus sambungan dibuka untuk memeriksa hasil sambungan. Sambungan yang berhasil akan menumbuhkan tunas ortotrop (tunas yang tumbuh ke atas). Bila pembungkus sambungan terlambat diambil, tunas ortotrop ini akan membengkok.

Dua tunas baru yang tumbuh, disisakan satu saja yang terbaik, yang dipelihara terus. Setelah lebih kurang 10 bulan di bedengan pembibitan (sejak disambung), bibit sambungan kopi ini sudah bisa ditanam dikebun. Pemeliharaan bibit sambungan, baik di bedengan pembibitan maupun pada batang tanaman tua di kebun (sambungan peremajaan), meliputi penyiraman, pemupukan, pengendalian  gulma dan pengaturan naungan.

Khusus untuk  bibit sambung pucuk kopi juga dilakukan "pengupiran". Pengupiran ialah pemotongan daun, kurang lebih dua pertiga bagian, untuk mencegah agar bibit tidak tumbuh terlalu besar dan membentuk cabang. Pengupiran dilakukan bila bibit ditunda penanamannya dan dilakukan pada bibit kopi yang telah berumur 10-12 bulan dibedengan pembibitan.

Penyiraman tanaman kopi dilakukan satu kali sehari di waktu pagi bila tidak turun hujan. Pemupukan untuk bibit dilakukkan melalui tanah dengan memberikan pupuk Urea sebanyak 60 gram/pohon/tahun. Pupuk ini diberikan secara bertahap.

Pada umur 1 dan 3 bulan diberikan masing-masing 7,5 gram/pohon dan pada umur 5,7 dan 9 bulan masing-masing diberikan 15 gram Urea/pohon. Pembersihan gulma dilakukan dengan tangan, agar pertumbuhan akar bibit kopi tidak terganggu. Biasanya dilanjutkan dengan penggemburan tanah secara dangkal untuk memperbaiki areasi tanah.

Pertanian dan Peternakanku  - Budidaya Tanaman Kopi

Pengaturan naungan pada budidaya tanaman kopi ini dilakukan dengan memotong pohon peneduhnya (seperti lamtoro misalnya), setinggi 3 sampai 3,5 m dari permukaan tanah. Pengaturan naungan dilakukan menjelang bibit kopi tanaman di kebun. Ini dimaksudkan untuk melatih bibit agar dapat menyesuaikan diri dengan keadaan kebun tempat tumbuhnya yang tetap.

Terima Kasih Atas Kunjungannya dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus

Monday, January 5, 2015

Cara Menanam Tomat Lengkap

Untuk dapat melakukan cara menanam tomat yang baik, pertama kita harus mengetahui bibitnya. Kalau kita sudah tahu persis jenis tomat mana saja yang cocok ditanam di tanah kita, tentu kita akan lebih yakin menanamnya. Apalagi kalau kita mau telaten mengikuti petunjuknya satu persatu. Tanaman tomat kita akan tumbuh subur.

Cara Menanam Tomat yang Pertama dengan Memilih Benih yang tepat


Benih tomat yang baik memegang peranan penting dalam pertumbuhan tanaman tomat dikemudian hari kelak. Kalau benih jelek, tanaman akan mudah terkena serangan penyakit dan hasil buahnya pun jadi kurang memadai. Benih tomat siap semai banyak dijual orang. Dari benih lokal sampai benih luar negeri yang khusus didatangkan dari Denmark dan New Zealand dalam kemasan 10 gram.

Ada cara yang cukup mudah untuk memperoleh benih tomat sendiri yang baik. Sebelumnya, ditentukan dulu jenis tomat apa yang ingin kita tanam, dan cocok dengan ketinggian tanah kita. Lalu tinggal mencari buah tomat masak yang bagus saja. Tomat masak ini dibelah dua dan dikeluarkan bijinya, untuk direndam dalam air bersih selama 4 hari.

Biji tomat yang baik akan mengendap ke bawah dan lendir yang melekat akan terlepas dengan sendirinya. Setelah 4 hari, air rendaman dibuang bersama lendir dan biji tomat yang mengapung. Biji dibilas berkali-kali sampai bersih benar. Sesudah itu bisa kita semaikan, dan sisanya kita simpan dalam alumunium foil, atau botol berwarna gelap yang ditutup rapat dan simpan di tempat sejuk dan kering.

Kapan Menanam Tomat


Hampir semua jenis tomat baik ditanam pada awal musim kemarau atau dua bulan sebelum berakhirnya musim penghujan. Pengaturan air dapat kita laukukan lebih mudah, sementara sinar matahari bagi pertumbuhan tanaman dapat kita peroleh. Sebaliknya, kalau kita mulai menanam tomat pada awal musim hujan banyak ruginya.

Udara yang lembab dapat membusukkan akar tanaman, belum lagi macam-macam penyakit yang bisa mengganggu pertumbuhan tanaman kelak. Kalau mau nekad bisa juga. Tapi harus memasang atap dari plastik, supaya air hujan tidak merusak tanah disekitar tanaman tomat. Tentu saja perlu perawatan yang lebih intensif.

Kalau sudah setengah mati merawat tanaman, hasilnya masih juga kurang memuaskan, ya terima sajalah! Tomat memang enggan kelebihan air dan udara dingin yang terlalu menisik. Dari pengalaman petani Jawa Barat, paling aman menananm tomat pada awal musim kemarau saja.

Pada musim hujan, lahan ditanami jenis  sayuran lain yang lebih tahan terhadap udara dingin dan lembab. Tapi harus diingat, bahwa tanah untuk cara menanam tomat tidak boleh tanah bekas menanam terong, kentang, tembakau atau cabe. Jenis-jenis tanaman ini masih satu famili dengan tomat, sehingga penyakit yang mereka tinggalkan mungkin sekali menulari tanaman tomat.

Pertaniandanpeternakanku  -  Cara Menanam Tomat Lengkap

Menyemai dan menyapih


Benih yang sudah kita peroleh, perlu disemaikan dulu ditempat persemaian. Boleh berupa kotak persegi empat dari kayu yang dasarnya diberi lubang-lubang kecil. Ukuran kotak persemaian cukup 75x75x15 cm. Campurkan tanah, pasir dan kompos matang dengan perbandingan 2:1:1 dan timbunkan ke dalam kotak.

Sehari sebelum kita tanami, tanah persemaian ini kita siram air dengan gembor supaya cukup lembab. Baru besok sorenya kita taburi benih tomat. Supaya bisa tumbuh baik, sebelum disemai benih tomat direndam selama 2 jam di wadah plastik atau kaca. Baru kemudian ditaburkan dan ditutupi dengan selapis tanah tipis saja.

Tiap pagi dan sore harus disirami air dengan gembor sebab benih ini akan terpelanting melesat kalau diguyur air dengan keras dan besar karena ringannya bijinya. Benih buyar tidak mungkin berkecambah. Biar aman, kita buatkan tenda dari plastik tembus cahaya. Dengan cara menanam tomat seperti ini, persemaian tetap bisa mendapat sinar matahari penuh sepanjang hari, tetapi aman bila tiba ada hujan dan angin kencang datang.

Pada usia seminggu benih tomat ini sudah menjelma menjadi kecambah yang mungil. Daunnya kecil, dua helai, dan warnanya hijau segar. Kalau sudah begini, kita mulai menyeleksi mana tanaman yang perlu di perlihatkan, dan mana tanaman yang harus diafkir. Penyeleksian dilakukan dengan memperhatikan kepesatan tumbuh tanaman dan besar kecilnya sosok helai daun. Tanaman yang paling tinggi dan nampak kokoh harus dipindahkan lebih dulu ke tempat penyapihan.

Apa itu tempat penyapihan? Sebetulnya sama saja dengan tempat persemaian. Hanya saja tempat ini khusus untuk kecambahan tanaman sebatang demi sebatang sehingga dapat tumbuh lebih baik dan kuat, daripada seandainya mereka dibiarkan tumbuh berdesak-desakan di persemaian.

Kalau bibit itu ditanaman langsung dikebun kebanyakan akan mati karena masih lemah di tempat penyapihan, setiap tanaman tomat dapat perhatian dan perawatan yang cukup sehingga siap dan kuat untuk dipindah tanamankan di kebun. Petani Jawa Barat membuat tempat penyapihan dari daun pisang sepanjang 5 cm, yang dibentuk menjadi berumbung bergaris tengah 3,5 cm, dan diisi dengan campuran tanah, diisi kompos, dan pasir berbanding 2:1:1.
Penyiranam dengan gembor di kotak penyemaian

Bibit tomat yang sudah kita seleksi tadi dipindahkan satu demi satu kedalam berumbung daun pisang ini. Kumpulan berumbung penyapihan berikut bibit tomat ini masih tetap ditaruh dibawah atap plastik, dan setiap hari dirawat seperti benih tomat di tempat persemaian. Sepuluh hari kemudian, bibit tomat yang mulai besar ini sudah bisa kita pindahkan ke guludan di kebun tempat penanamannya yang tetap, yang sudah di dipersiapkan 3-4 hari sebelumnya.

Penanaman di kebun


Kebun tomat sebaiknya berupa guludan tanah berukuran 25 cm x 1.200 cm yang di gemburkan dengan seksama. Tanah gembur itu kita campur kompos matang secukupnya dan di susun menjadi guludan setinggi 40 cm. Supaya cukup lembab guludan ini kita siram air sehari sekali selama 3-4 hari. Sesudah itu baru kita pindahkan bibit tomat dari tempat penyapihannya ke guludan. Mulailah tanaman tomat belajar tumbuh di udara terbuka.

Guludan seluas 0,25 x 12 m itu biasanya ditanami bibit satu deret memanjang dengan jarak 40 cm. Guludan yang satu dengan guludan kedua diberi jarak hanya 20 cm. Ini maksudnya untuk memudahkan ajir disatukan dengan ajir dari guludan di sampingnya. Pada pananaman pertama ini sekalian kita taburkan pupuk urea secukupnya, untuk membantu pertumbuhan bibit.

Merawat Tanaman


Bibit yang sudah ditanam sudah tentu perlu disirami air satu kali sehari. Tapi kalau udara terlalu panas, penyiraman di sekitar tanaman tomat harus dibuang habis, karena mereka menyaingi tanaman tomat. Pupuk Urea, TS, atau NPK kita berikan berselang-seling. Maksudnya, kalau pemberian pupuk pertamanya Urea, pemberian pupuk kedua tidak urea lagi tetapi TS atau NPK.
Pemangkasan untuk mengurangi serangan penyakit

Kalau tanaman di atas guludan sudah berumur 20 hari boleh kita berikan pupuk yang pertama. Dua bulan kemudian diberi pupuk lagi. Ketika akan panen, sekitar hari ke 75, diberi lagi pupuk yang terakhir. Kalau buah mulai bergelantungan pupuk tidak perlu lagi kita berikan, karena pengaruhnya tidak terlalu besar bagi pembesaran buah tomat.

Pencegahan penyakit dilakukan setiap 3 hari sekali, dengan menyemprotkan Dithane. Pemangkasan kita lakukan terhadap tunas-tunas muda dan pucuk batang. Pemangkasan dilakukan untuk mencegah jangan sampai tanaman bercabang banyak, dan buah yang tumbuh padanya kecil. Tiap batang cukup ditinggalkan 2 cabang utama saja.

Pemangkasan juga mengurangi kemungkinan serangan penyakit. Kapan mulai memangkas, bisa kita pakai patokan sederhana, jika tanaman sudah mengeluarkan 5 tangkai bunga, kita sudah boleh mulai mengadakan pemangkasan. Selain itu, kita juga harus menyeleksi bunganya, supaya buah yang akan kita panen kelak tumbuh besar-besar. Tiap cabang kita tinggalkan 8 bunga saja.

Terima Kasih Atas Kunjungannya dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus

Bagaimana Cara Mengolah Pisang Menjadi Tepung?

Pembuatan tepung pisang merupakan salah satu alternatif pengolahan buah pisang menjadi suatu produk yang relatif awet. Caranya mudah dan sederhana hingga bisa dilakukan sebagai usaha rumah tangga.

Pisang merupakan komoditas yang memiliki sifat mudah sekali rusak (busuk) dan tidak tahan disimpan lama, serta melimpah ketersediaannya. Oleh karena itu, buah pisang banyak juga yang terbuang begitu saja karena busuk atau tidak terkontaminasi.

Hal ini terutama disebabkan oleh kurangnya tindakan pengawetan dan pengolahan, serta tidak lancarnya sarana pengangkutan dari daerah penghasil (produsen) ke daerah pemasaran (konsumen). Penyimpanan dingin serta penyimpanan pada suhu dan tekanan rendah bisa saja dilakukan, tetapi membutuhkan biaya yang relatif mahal.

Salah satu alternatif pengawetan yang bisa dilakukan dengan mudah, sederhana, dan biaya yang relatif murah adalah mengolah buah pisang menjadi tepung. Berikut ini langkah-langkah proses pembuatannya.


Bagan  Proses Pengolahan Tepung Pisang
    1. Pisang 3/4 matang (kurang lebih 80 hari                         7. Penirisan
        setelah berbunga)                                                            8. Pengeringan
    2. Dikukus/dipanaskan                                                          9. Irisan pisang kering (gaplek pisang)
    3. Didinginkan                                                                   10. Penepungan (penggilingan)
    4. Pengupasan/Daging buah pisang                                 11. Pengayakan (penyaringan)
    5. Pengirisan/irisan pisang basah                                      12. Tepung Pisang
    6. Direndam larutan bisulfit                                              13. Pengemasan, penyimpanan dipasarkan

Menyiapkan Bahan Untuk Tepung Pisang


Bahan yang baik untuk dibuat tepung adalah pisang yang dipanen pada saat mencapai kematangan tertentu (tiga perempat matang), kira-kira 80 hari setelah munculnya bunga. Pada kondisi seperti itu kandungan patinya mencapai tingkat maksimum, dan rasanya tidak pahit maupun sepat karena kandungan taninnya sudah berkurang.

Pisang yang akan dibuat tepung biasanya jenis pisang yang lebih disukai kalau diolah terlebih dulu sebelum dinikmati karena kurang enak dimakan dalam bentuk segar. Di antaranya pisang kepok, pisang siam, pisang tanduk, pisang nangka, dan jenis pisang keras lainnya.

Dikukus dulu


Pisang yang sudah disiapkan itu dikukus (dipanaskan) hingga kulitnya layu, selama kurang lebih 15 menit. Dengan begitu, kulitnya akan mudah dikupas dan tidak bergetah lagi, sehingga nantinya akan diperoleh tepung pisang yang bermutu baik.

Pengupasan dan Pengirisan


Pisang yang telah dikukus itu didinginkan dulu baru kemudian dikupas kulitnya. Daging buah pisang yang sudah terpisah dari kulitnya diiris menyerong (miring) tipis saja, kurang lebih setebal 1/2 cm hingga mirip keripik. Pengirisan itu dimaksudkan untuk mempercepat pengeringan.

Pengirisannya sebaiknya menggunakan pisau yang tajam dan bersih supaya diperoleh tepung yang bersih dari noda berwarna biru. Untuk membuat irisan pisang itu bisa juga memakai mesin pengiris yang dirancang khusus yang memiliki ukuran irisan yang bisa disetel menurut keperluan.

Direndam dalam Larutan Bisulfit


Sebelum dikeringkan, irisan-irisan buah pisang tadi direndam dulu dalam larutan natrium bisulfit 1.000 ppm selama kira-kira 5 menit. Gunanya untuk mencegah timbulnya warna cokelat atau kuning kecokelatan pada irisan buah pisang.

Pertaniandanpeternakanku - Bagaimana Cara Mengolah Pisang Menjadi Tepung?

Ditiriskan, lalu dikeringkan


Setelah direndam dalam larutan bisulfit, irisan buah pisang ditiriskan dulu. Alat peniris itu bisa berupa saringan kain nilon, anyaman bambu, atau kawat kasa. Selanjutnya, irisan pisang itu dikeringkan, bisa langsung di bawah terik matahari atau menggunakan mesin pengering yang mampu mempertahankan suhu paling tidak 80-90 derajat celcius.

Pada pengeringan sinar matahari, irisan-irisan pisang itu diletakkan di atas nyiru atau anyaman bambu yang anyamannya jarang, atau kawat kasa yang diberi tiang penyangga setinggi kurang lebih 1 m dari atas tanah dan bisa diatur posisinya (kemiringannya) sesuai dengan arah (sudut) jatuhnya sinar matahari. Tentu saja dipilih halaman yang terbuka supaya tempat pengeringan itu bisa menerima panas matahari penuh.

Dengan begitu, irisan pisang bisa mendapatkan udara panas atau angin lebih merata, baik dari atas, bawah, maupun dari arah samping sehingga ia akan lebih cepat kering. Dengan cara ini akan bisa diperoleh irisan pisang kering (gaplek pisang) yang mulus tanpa terjadi pencokelatan. Proses pengeringan itu dilakukan sampai pisang kering betul, kadar airnya tinggal kira-kira 8-10 %. Untuk itu biasanya dibutuhkan waktu 2-3 hari kalau cuacanya cerah.

Penepungan


Irisan-irisan pisang yang telah kering itu kemudian dihaluskan, dengan cara ditumbuk menggunakan alat penumbuk biasa, alat penepung (grinder), mesin penggiling, atau alat sejenisnya.

Tepung pisang yang dihasilkan diayak dulu menggunakan ayakan yang saringannya halus atau alat penyaring sehingga bisa diperoleh tepung pisang yang halus dan bersih yang berukuran kira-kira 80 mesh. Butiran tepung pisang yang masih kasar ditumbuk (digiling) lagi sampai halus.

Pengemasan dan Penyimpanan


Tepung pisang bisa tahan disimpan lama. Cara menyimpannya, tepung pisang dikemas (dimasukkan) dalam kantung-kantung plastik, karung kain, atau karton kedap air dan lain lain, kemudian diikat/dilem erat-erat supaya tertutup rapat sehingga tidak menyerap udara lembab dari sekitarnya.

Tepung pisang yang sudah dikemas (dibungkus) rapat itu dimasukkan ke dalam blek dan ditaruh di tempat yang kering dan aman supaya tidak mudah rusak (ditumbuhi) oleh jamur. Tepung pisang yang sudah dalam kemasan itu bisa juga langsung dipasarkan sebagai bahan baku berbagai jenis makanan, seperti bubur bayi, kue, roti, biskuit dan lain-lain.

Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat

Sumber : Majalah Trubus

Sunday, January 4, 2015

Pengelolaan Itik Tanpa Air

Konsultasi Dengan AKI

Penanya Iriansyah :

Saya sudah mulai cara beternak itik tanpa  air di lahan daratan seluas 5.000 meter  persegi. Jumlah itik nya 400 ekor. Umur itiknya sekarang 7 bulan, yang berarti telah masuk masa produtif. Dalam pemeliharaan itiknya itu saya menghadapi masalah sebagai  berikut.

Pada umur 5 bulan itiknya sudah mulai bertelur, tetapi mulai saat itu sampai sekarang itiknya tampak kurang nafsu makannya. Padahal kualitas pakan yang diberikan bagus karena komposisinya berdasarkan petunjuk buku panduan, yaitu: 40% dedak, 40% jagung dan 20% konsentrat. Pakan diberikan tiga kali sehari, pukul 09.00, pukul 13.00 dan pukul 16.00. Apakah dalam hal ini ada kesalahan, kelainan atau kekurangan?

Produksi telurnya menunjukkan grafik kenaikan yang tidak terlalu tinggi.
Apakah ada ransum tambahan atau sejenis obat yang dapat mempercepat kenaikannya?
Apa nama obat itu?
Bagaimanakah cara pengawetan telur itik agar tahan lama?

Aki menjawab :

Pemberian pakan dalam jumlah dan mutu yang tepat merupakan hal utama dalam pemeliharaan itik petelur. Untuk menggenjot itik agar bertelur sampai 77,7% diperlukan pakan yang mengandung protein 17,5 %, energi 2.750 kkal/kg, mineral fosfat  (P) 05% dan  kalsium (K) 08%.

Cara beternak itik anda dengan komposisi pakan yang diberikan pada itik itu sudah tepat. Namun ransum tersebut masih membutuhkan pakan tambahan berupa hijauan segar, misalnya kangkung, ganggang, atau sayuran sisa dapur.

Itik petelur mudah sekali stres kalau ketenangannya terganggu. Sedikit saja kaget atau stres, ia akan mogok bertelur. Begitu pula kalau cuaca jelek, banyak angin atau terkena hujan, itik juga akan stres dan enggan bertelur.

Agar kondisi itik selalu prima dan rajin bertelur, perhatian dalam pemeliharaan sehari-hari sangat diutamakan. Kalau diperlukan, dalam ransum pakannya dapat ditambahkan vitamin dan mineral. Bila pada masa produktif bertelur itik kurang doyan makan atau nafsu makannya turun, coba beri pakan yang amis-amis seperti siput, sisa sembelihan ikan, ayam, atau ikan rucah yang telah direbus.

Sajikan bahan pakan itu dengan dicampur air agar encer. Pakan amis-amis dapat merangsang nafsu makannya, sehingga ransum yang disajikan nantinya dapat dimakan lebih banyak. Pada umumnya telur itik diawetkan dalam bentuk telur asin, karena praktis, mudah dikerjakan dan paling banyak diperlukan pasar. Seperti itulah cara beternak itik yang baik tanpa air.

Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus

Saturday, January 3, 2015

Persilangan Ayam Bekisar

Ayam bekisar 'diciptakan' pertama kali di Pulau Kangean, pulau paling timur wilayah Kabupaten Sumenep, Madura. Ayam itu keturunan pertama (F1) persilangan antaraspesies jantan ayam hutan hijau (Gallus varius) dengan spesies betina ayam kampung (Gallus domestica). Perpaduan itu menghasilkan ayam hibrida antarspesies yang berbulu indah, cerah, mengkilap, dan memiliki kokok melengking spesifik, khususnya ayam jantan. Vokalnya merupakan perpaduan antara suara ayam hutan hijau dengan ayam kampung.

Bekisar mulai dikenal sekitar tahun 1930-an. Ayam itu mula-mula hanya dimiliki para bangsawan, orang berpangkat atau yang berharta di Madura. Kegemaran memelihara ayam hibrida ini kemudian menjalar sampai ke Jawa. Karena ayamnya langka, indah, spesifik, dan mahal harganya, keberadaan ayam bekisar pada suatu keluarga jadi lambang status sosial pemiliknya.

Perjodohan seinduk antarketurunan bekisar yang menghasilkan keturunan, kemungkinan dapat menghasilkan bekisar pula. Ini kalau komposisi darahnya dapat dipertahankan tetap 50% ayam hutan dan 50% ayam kampung, berkelamin jantan, dan memiliki kokok suara melengking khas bekisar. Kalau tidak demikian, hasil keturunannya disebut ayam bakekok. Hasil lainnya ada yang  mengarah condong ke ayam kampung dan ada yang condong mengarah ke ayam hutan hijau.

Hasil silangan antara jantan ayam hutan hijau dengan betina ayam hutan merah juga bisa disebut bekisar karena ayam hutan merah merupakan nenek moyang ayam kampung. Kalau yang disilangkan itu jantan ayam hutan merah dengan betina ayam hutan hijau, belum diketahui namanya.

Keturunan jantan ayam hutan hijau dengan bekisar betina yang dikawinkan terus menerus sampai 7 kali penyilangan, secara hukum generika akan kembali jadi ayam hutan hijau. Kemurnian darah ayam hutan hijaunya bisa mencapai di atas 97%. Keturunan bekisar betina yang dikawinkan dengan jantan ayam hutan merah, secara genetik akan menghasilkan ayam kampung biasa atau ayam hutan merah biasa.

Pada umumnya bekisar yang kawin dengan bekisar sulit menghasilkan telur. Bekisar sulit menghasilkan telur. Bekisar jantan yang kawin dengan betina ayam kampung pun pada umumnya telurnya fertil. Begitu pula bekisar betina yang kawin dengan jantan ayam kampung.

Bekisar jantan yang yang kawin dengan betina ayam kampung dan menghasilkan telur dapat menetas, keturunannya disebut ayam bakekok. Bakekok betina yang dikawinkan dengan bekisar jantan, pada keturunan ketiga dapat menghasilkan bekisar, persis seperti turunan langsung (F1) antara jantan ayam hutan hijau dengan betina ayam kampung.

Sebetulnya bekisar F1 sudah merupakan final stock, karena merupakan turunan terakhir yang mewarisi sifat-sifat terbaik dari kedua induknya. Keturunan lebih lanjut dari bekisar yang F1, hasilnya akan mengalami penurunan prestasi. Mutunya lebih rendah dibandingkan bekisar asli.

Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus

Friday, January 2, 2015

Mengobati Penyakit Lever dengan Cabai Puyang

Cabai Jawa atau merica buntut seakan-akan tidak terpisahkan dari lempuyang. Selain membantu meredakan sakit lever, ia juga mendorong nafsu makan.

Cabai jawa disebut cabai, karena rasanya pedas. Tetapi berbeda dengan cabai (lombok) yang berasal dari Amerika Selatan bagian utara, cabai Jawa dari Indonesia. Dulu Indonesia itu pulau Jawa. Jadi cabai yang ini disebut cabai jawa walaupun di Jawa sendiri tidak disebut cabai jawa, melainkan cabai alas.

Seperti kerabatnya yang lada biasa (Piper nigrum), cabai jawa (Piper retrofractum), juga tanaman merambat yang tumbuh menahun. Panjang batangnya bisa sampai 10 m.
Biasanya tidak dibiarkan tumbuh memanjang semaunya, tapi dipangkas seperti pohon lada biasa (sampai setinggi 1,5 meter saja), supaya rajin berbunga dan berbuah.



Sepintas lalu sosoknya mirip tanaman lada penghasil merica. Tetapi karena buahnya yang duduk dalam bulir perlu waktu lama sekali, sampai seperti tidak masak-masak, maka buah lada ini seperti duduk terus dalam bulirnya. Bentuk bulirnya seperti ekor yang panjang bulat, sampai ia pun disebut merica buntut atau lada panjang.

Apanya yang berkhasiat?


Sebelum masak, buah itu masih hijau keras, tapi sudah pedas dan tajam. Kalau sudah masak menjadi merah dan lunak, sehingga  mudah diremas untuk dipencet bijinya. Daging buahnya manis, tetapi bijinya  pedas seperti lada.
Buah yang masih duduk dalam bulir panjang seperti buntut inilah yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan jamu. Seluruh bulir mengandung piperin ; sejenis alkaloida benzodioxol-pentadienyl-piperidin yang pedas seperti yang dikandung dalam biji merica, tetapi kadarnya tidak setinggi itu.

Piperin menghangatkan lambung dan usus, sehingga kalau dikombinasikan dengan lempuyang pahit, Zingiber amaricans, ia mendorong proses pengeluaran empedu lebih hebat. Lempuyang ini terkenal sebagai lempuyang emprit, karena umbinya kecil-kecil dibanding dengan umbi lempuyang gajah, Zingiber zerumbet.

Biang keladi pengeluaran empedu yang sebenarnya adalah sejenis keton dalam lempuyang emprit atau pahit itu, yang untuk gampangnya disebut zerumbon, seperti yang dikandung dalam Zingiber zerumbet.

Tadinya pengeluaran empedu itu macet, karena lever penghasil empedu itu mogok. Penyebab kemacetan produksi empedu bisa bermacam-macam. Tetapi kebanyakan karena lever terlalu lelah, sampai tidak mampu menghasilkan empedu dengan cukup seperti sediakala. Lalu bahan makanan berlemak yang seharusnya dicernakan, tidak bisa lancar pencernaannya. "Perut" jadi sakit.

Namun, sesudah diberi cabai puyang empedunya lancar kembali, dan pencernaan makanan beres lagi. Karena itu, umbi lempuyang ini juga terkenal sebagai jamu yang stomachik (membangkitkan selera makan).

Bagaimana Pakainya?


Untuk melawan kemacetan empedu sampai lever sakit (tapi yang dikeluhkan sebagai "sakit perut", namun bukan diare) itu, 3 buah cabai jawa yang sudah dicuci bersih, ditumbuk dalam lumpang bersama umbi lempuyang pahit sebuah. Sebaiknya memakai bahan yang segar. Bukan kering.

Lempuyang perlu dicuci dan dikupas  kulitnya. Sebelum ditumbuk, kumpulkan bahan dalam lumpang diberi air sedikit. Jadi hasil tumbukan nanti dapat diperas sarinya yang telah larut ke dalam air ini. Diperasnya langsung di atas kain mori yang dibentangkan di atas cangkir.
Sari perasan cabai  puyang ini diminum segar. Kalau tidak  tahan  pahitnya, boleh mengisap-isap gula aren sesudah minum cabai puyang itu. Biasanya diperlukan 2 kali sehari saja. Kalau perut sudah mulai terasa tidak sakit lagi, minumnya boleh 1 kali saja sehari.

Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus

Thursday, January 1, 2015

Manfaat Sari Buah Nanas, Bisa Melawan Difteri

Kalau anak Anda demam badannya, lalu dilihat tenggorokannya ternyata meradang bengkak, itu tandanya ia terserang kuman tenggorokan. Di antaranya mungkin juga kuman difteri. Kuman ini, Corynebacterium diphtheriae, menyerang selaput lendir yang bertugas melindungi daerah tenggorokan. Bakterinya menyebarkan racun yang bisa menyerang seluruh tubuh.

Manfaat sari buah nanas
Sebenarnya penyakit ini lebih sering menyerang anak-anak daripada orang dewasa.  Tetapi karena  anak-anak pada umumnya sudah diimunisasikan secara rutin dengan suntikan DPT (difteri, paratifus, dan tifus) di sekolah wajib, maka biasanya tidak terserang. Tetapi siapa tahu suatu ketika ia terserang juga?

Ia memang harus segera dibawa ke dokter untuk diobati, tetapi kalau dokternya jauh sekali, maka sebagai tindakan darurat dan perlindungan sementara, penyakitnya bisa diperingan dengan sari buah nanas, sebelum ia ditangani dokter yang berwajib.

Apanya yang berkhasiat?


Tanaman nanas, Ananas comosus, dari suku Bromeliaceae, sebenarnya bukan tanaman asli Indonesia, melainkan dari Amerika Selatan. Ia diduga berasal dari lembah sungai Parana-Paraguay. Setelah dibudidayakan dipekarangan orang Indian Amerika Selatan, ia mulai dikenal oleh orang Spanyol dan Portugis, yang kemudian menyebarkannya ke seluruh daerah tropis bekas jajahan mereka, termasuk Filipina dan Maluku kita.

Penyebaran diteruskan oleh orang Belanda zaman dulu. Tanaman itu berupa terna yang kuat, dengan daun berduri dan buah semu yang berdaging tebal. Disebut buah semu karena sebenarnya adalah kumpulan tangai bunga yang bersatu membentuk poros yang membengkak. Poros bengkak inilah yang mengandung "sari buah" yang asam manis. Asamnya  karena kandungan vitamin C dan manisnya karena gula glukosa dan fruktosa (sedikit).

Selain vitamin C, sari buah itu juga mengandung bromelin; sejenis enzym pemecah protein. Sifat  memecah protein inilah yang kemudian dimanfaatkan untuk melunakkan daging yang alot. Tepung bromelin sudah lama dipakai sebagai pelunak daging (seperti juga papain), sebelum dimasak.

Tetapi bromelin tidak hanya memecah protein dari daging  melainkan juga protein dari tubuh kuman-kuman, termasuk tubuh Corynebacterium diphtheriae, yang palsma selnya juga berupa protein. Itulah sebabnya bromelin dalam sari buah nanas bersifat anti radang, karena mampu menumpas kuman, penyebab peradangan itu.

Bagaimana memakainya?


Untuk memanfaatkan sari buah nanas sebagai obat antiseptik darurat (sebelum dokter datang ke poliklinik), diperlukan 3 buah nanas yang sudah masak dan dikupas kulitnya sambil dibuang matanya. Mata nanas ini sebenarnya bekas pucuk bunga yang sudah selesai bertugas (yaitu kawin melalui penyerbukan tepung sari). Jadi tidak berguna lagi.

Buah yang sudah dikupas dicuci bersih dan diparut, lalu diperas sarinya. Sari nanas ini boleh disaring lebih dulu sebelum dipakai, agar tidak tercampur ampasnya. Sari inilah yang dipakai untuk kumur.Sebaiknya kumur sampai terasa menggenangi daerah tenggorokan. Selesai dikumur-kumurkan, sari nanas diminum. Jadi ujung saluran makanan ke lambung pun bisa terkena juga. Siapa tahu, di daerah itu juga sudah terserang kuman difteri.

Kumur minum ini perlu dilakukan 3 kali sehari. Sekali kumur minum diperlukan sari nanas setengah gelas.

Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus