Showing posts with label Pertanian. Show all posts
Showing posts with label Pertanian. Show all posts

Thursday, February 6, 2025

Redam Kanker Serviks Dengan Khasiat Kunir Putih

Khasiat Kunir Putih Manfaat dan Obat Alami Kanker Serviks


Ny. Anita, sebut saja demikian, tak pernah tenang. Sudah sekitar 1,5 tahun ini ia menderita pendarahan terus menerus. Darah berhenti selama 2-3 hari saja, sesudahnya akan keluar lagi. Dokter telah lama mendiagnosa penyakitnya. Menurut dokter yang praktek di sebuah rumah sakit di Surabaya, Anita menderita kanker serviks atau leher rahim. Ironisnya lagi, kanker yang diidapnya sudah taraf stadium III. Sehingga tak ada kata lain selain operasi pengangkatan kanker.

Mendengar vonis tersebut, tentu saja Ibu berumur 40 tahunan ini makin gundah. Ia membayangkan sejuta penderitaan yang bakal dilaluinya. Tak ayal ia langsung memutuskan untuk tak menjalani operasi. Dengan keputusan itu, ia pasrah menjalani segala penderitaan fisik yang bakal dihadapi.

Anita membaca rubrik tanaman obat di suatu majalah yaitu Cara Mencegah Kanker Serviks dengan Obat Alami Kanker Serviks. Sesaat timbul secercah harapan untuk kesembuhannya. Berbekal surat, ia mengutarakan segala keluhan penyakitnya. Mulai dari awal gejala hingga kondisi terkhirnya.

Khasiat Kunir Putih (Darah berhenti)

Tak lama ibu yang tinggal di daerah Surabaya tersebut mendapat balasan. Anita mendapat kiriman sejumlah bungkus berisi obat. Ada dua jenis. Jenis Pertama berisi bubuk temu putih yang dikonsumsi 2 kali sehari. Bungkus lain berupa campuran jadam arab dan sambiloto.

Setelah mengkonsumsinya selama satu bulan, ternyata hasilnya di luar dugaan. Pendarahan yang dialaminya perlahan mulai berkurang dan akhirnya berhenti sama sekali. Melihat kondisi yang semakin membaik, semangat hidupnya bangkit kembali. Tak terbayang betapa gembiranya hati Anita.

Karena itu, ia berencana untuk meneruskan pengobatan cara ini secara lebih serius. Dalam waktu dekat ia berencana untuk berkunjung langsung ke rumah sakit. Terutama menghilangkan keberadaan kanker di leher rahim.

Selain Anita, pengalaman yang hampir sama dialami Rosdian. Awalnya, Ibu yang tinggal di bilangan Kejayan, Yogyakarta ini menderita kelainan lantaran datang bulan tak teratur. "Terkadang satu bulan bisa beberapa kali atau tidak sama sekali", jelasnya. Setelah dilakukan pemeriksaan lewat ultrasonografi (USG), dokter mengatakan adanya kista di rahim Rosdiana. "Ia menganjurkan untuk dilakukan operasi pengangkatan kista," kata Ibu berputera 3 itu.

Untuk keputusan yang satu ini, Rosdiana berpikir seribu kali. Untung saja seorang teman dekatnya memberitahu khasiat kunir putih - yang sering disebut kunir putih. Tak lama ia membeli sejumlah rimpang temu. Sebagian dikonsumsi, sisanya diperbanyak dan ditanam di kebun.

"Dalam sehari saya melalabnya sebanyak satu jempol," kata Rosdiana. Dua bulan kemudian, ia mendatangi sang dokter untuk diperiksa ulang. Setelah melihat hasil USG, dokter menyatakan keheranannya. Kanker Serviks (Kista) yang terdapat di rahim tak berkembang lagi dan makin mengecil. Kini ia makin rajin melahap kunir putih, dan berharap kesembuhan total.

Manfaat Kunir Putih untuk Kanker Serviks (Anti Inflamasi)

"Kunir putih memang banyak saya resepkan untuk pengobatan di daerah leher rahim dan kelamin wanita," jelas dokter. Tanaman yang bernama Curcuma zedoaria memang memiliki sejumlah khasiat. Salah satunya bersifat antiinflamasi (antiperadangan).

Dalam kasus kanker, ada indikasi terjadinya peradangan lantaan aktivitas sel kanker masuk ke dalam jaringan lewat pembuluh darah. Kondisi tersebut memicu terjadinya perdarahan dan infeksi. Temu putih yang mengandung cineole camphane, zingiberene, borneol, camphor, curcumin, resin dan tepung ini masuk ke dalam tubuh dan bekerja menghentikan peradangan.

Dokter Setiawan Dalimartha membenarkan khasiat temu putih sebagai antikanker. Dokter sekaligus pakar obat ini mengungkapkan, temu putih bekerja melancarkan sirkulasi darah, antiradang dan bersifat fibrinolitik (menghancurkan bekuan darah). "Di Cina sudah lama digunakan untuk pengobatan kanker serviks dan vulva," tambahnya.

Pernyataan tersebut makin kuat, seperti yang tertulis dalam buku Chinese Medical Herbs of Taiwan. Kunir Putih (Temu putih) memang telah lama dipercaya untuk mengatasi kanker serviks, kanker vulva, nyeri sewaktu haid dan tidak dapat haid. Bahkan tanaman itu bisa meningkatkan efek mematikan sel kanker ketika dilakukan radioterapi dan kemoterapi.

Ditulis, untuk mengatasi kanker serviks, temu putih diinjeksi sebanyak 10-30 ml. Pemberiannya di seputaran daerah yang terserang sebanyak satu kali dalam sehari. Hasilnya, jaringan kanker akan makin menciut dan hilang. Saking populernya, dalam pengobatan Cina tanaman ini dipatenkan dengan nama Leilipien dan Pao Kwun Tan.

Menurut Andrew Chevallier Mnimh, hebalis asal London dalam zedoary (sebutan populer di luar negeri) terkandung curcumol dan curdione yang berkhasiat sebagai antikanker. Tak banyak kanker beberapa tipe tumor juga bisa diatasi dengan tanaman keluarga jahe-jahean ini.

Cara Mencegah Kanker Serviks (Sosok Tanaman)

Jika melihat sosoknya, maka selintas mirip dengan temu umumnya. Diterangkan dalam buku Tumbuhan Obat Famili Zingiberaceae, C. zedoaria merupakan tanaman semak berumur tahunan. Ia berumbi batang dan batang semunya membentuk kelopak daun yang berpadu. Tingginya bisa mencapai 2m. Kunir Putih (Temu putih) tidak tumbuh merumpun, tetapi hanya memiliki beberapa kokok batang yang tumbuh jarang.

Hampir mirip dengan sosok temulawak, daunnya tampak melebar. Bentuknya bulat telor dan memanjang. Panjangnya sekitar 30cm - 60cm. Permukaan daun terlihat licin dan tidak berbulu. Warnanya didominasi hijau. Uniknya di seputaran tulang daun bagian tengah sampai pangkal daun berwarna ungu kemerahan.

Dari referensi yang diberikan Setiawan, rimpang berupa umbi batang, berbentuk gendut, membulat, dan mudah dipatahkan. Di sekelilingnya dipenuhi oleh akar besar yang kaku dan jarang. Percabangan rimpangnya banyak. Warna rimpang putih pucat. Rasanya pahit dan pedas menyengat.


Terima Kasih telah berkunjung
Semoga bermanfaat

                                                                                                                Sumber : Majalah Trubus

Wednesday, February 5, 2025

Cara Menanam Padi Organik untuk Hasil Maksimal: Panduan Lengkap dari Persiapan Lahan hingga Panen (2025)

1. Pendahuluan

(Mengapa Menanam Padi Organik? Manfaat untuk Kesehatan dan Lingkungan)


Pertanian organik di Indonesia sedang naik daun. Data Kementerian Pertanian RI (2023) mencatat, permintaan beras organik meningkat 25% per tahun, terutama dari pasar urban dan ekspor. Tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, budidaya padi organik juga mendukung kelestarian lingkungan dan kesehatan konsumen.  


Apa Keunggulan Padi Organik?  

- Harga Jual Lebih Tinggi: Harga beras organik di pasaran mencapai Rp 25.000–Rp 40.000/kg, jauh di atas beras konvensional (Rp 8.000–Rp 15.000/kg).  

- Bebas Residu Kimia: Tanpa pupuk sintetis atau pestisida berbahaya, beras organik aman untuk penderita diabetes dan anak-anak.  

- Ramah Lingkungan: Memperbaiki struktur tanah dan mengurangi emisi gas rumah kaca.  


Tantangan Utama:  

- Biaya awal lebih tinggi untuk sertifikasi dan pupuk organik.  

- Waktu panen lebih lama (4-5 bulan vs 3-4 bulan untuk padi non-organik).  


Namun, dengan teknik yang tepat, hasil panen padi organik bisa mencapai 6-8 ton/ha, setara dengan pertanian konvensional!  



2. Persiapan Lahan untuk Padi Organik  

(Langkah Awal Menyiapkan Lahan yang Subur dan Bebas Kimia)  


A. Pemilihan Lokasi Lahan

Lahan ideal untuk padi organik harus memenuhi kriteria:  

1. pH Tanah 5.5–6.5: Gunakan alat pH meter atau uji dengan kunyit (kunyit berwarna merah = tanah asam; kuning = netral).  

2. Drainase Baik: Hindari genangan air berlebihan. Sistem tabat (petak bertingkat) cocok untuk lahan miring.  

3. Jauh dari Polusi: Minimal 1 km dari pabrik atau jalan raya untuk menghindari kontaminasi logam berat.  


B. Pengolahan Tanah Organik  

Langkah-langkah pengolahan lahan:  

1. Pembersihan Gulma: Cabut gulma manual atau gunakan alat landak (garu tradisional). Hindari herbisida kimia!  

2. Penggemburan Tanah:  

   - Untuk lahan kecil: Cangkul sedalam 20–30 cm.  

   - Untuk lahan luas: Gunakan bajak singkal yang ditarik sapi/kerbau.  

3. Penambahan Pupuk Dasar:  

   - Kompos: 20 ton/ha (campuran jerami, kotoran sapi, dan daun kering).  

   - Green Manure: Tanam kacang-kacangan (seperti kacang hijau) selama 1 bulan sebelum tanam, lalu dibenamkan ke tanah sebagai pupuk hijau.  


Contoh Perhitungan Biaya:  

- Pembuatan kompos: Rp 500.000/ton (total Rp 10 juta/ha).  

- Sewa alat tradisional: Rp 200.000/hari.  

Pertanian dan Peternakanku - Cara Menanam Padi Organik untuk Hasil Maksimal


3. Pemilihan Benih Padi Organik Unggul 

(Benih Berkualitas = Hasil Panen Optimal)


A. Varietas Padi Organik Terbaik di Indonesia  

Berikut rekomendasi benih padi organik berdaya hasil tinggi:  

1. Inpari 42 Agritan: Tahan wereng coklat, potensi hasil 8.2 ton/ha.  

2. Mentik Wangi: Aroma pandan, cocok untuk lahan subur (6.5 ton/ha).  

3. Rojolele Organik: Beras premium dengan harga jual Rp 40.000/kg.  


B. Cara Menyemai Benih Padi Organik 

1. Seleksi Benih:  

   - Rendam benih dalam air + garam (50 gram/liter). Buang benih yang mengapung (hampa).  

   - Cuci benih dengan air bersih, lalu rendam dalam larutan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) selama 12 jam.  

2. Penyemaian:  

   - Siapkan bedengan semai (lebar 1 m, tinggi 20 cm).  

   - Campur tanah dengan kompos (3:1) dan tabur benih (5 kg benih/ha).  

   - Tutup dengan jerami untuk menjaga kelembapan.  


Tips: Semprotkan larutan bawang putih (100 gram/liter air) untuk mencegah serangan jamur.  



4. Teknik Penanaman Padi Organik  

(Sistem Tanam yang Efisien untuk Pertumbuhan Optimal)  


A. Metode Tanam Jajar Legowo (2:1)  

Sistem ini meningkatkan produktivitas hingga 30% dengan mengatur jarak tanam:  

- Pola: 2 baris rapat (25 cm x 25 cm) + 1 baris renggang (50 cm).  

- Keuntungan:  

  - Sinar matahari merata.  

  - Memudahkan pemupukan dan pengendalian hama.  


B. Penanaman Manual vs Mekanisasi 

1. Manual:  

   - Cocok untuk lahan <1 ha.  

   - Kedalaman tanam: 1–2 cm (akar tidak terlipat).  

2. Mekanisasi (Transplanter):  

   - Efisiensi 0.5 ha/hari.  

   - Biaya sewa: Rp 300.000–Rp 500.000/hari.  


Contoh Jadwal Tanam:  

- Pagi hari (06.00–10.00) atau sore (15.00–17.00) untuk mengurangi stres bibit.  


Pertanian dan Peternakanku - Cara Menanam Padi Organik untuk Hasil Maksimal

5. Perawatan dan Pemupukan Organik  

(Rahasia Sukses Menjaga Pertumbuhan Padi Tanpa Kimia)  


A. Jadwal Pemupukan Organik  

Berikut tahapan pemupukan padi organik:  

1. Tahap Vegetatif (0–30 HST):  

   - Pupuk kompos (5 ton/ha) + pupuk cair dari fermentasi urine sapi (2 liter/tanaman).  

2. Tahap Generatif (60–90 HST):  

   - Pupuk fosfor alami: tepung tulang (200 kg/ha) atau guano kelelawar (300 kg/ha).  


Resep Pupuk Cair Organik:  

- Campur 10 liter urine sapi + 1 kg gula merah + EM4. Fermentasi 2 minggu.  (pupuk cair alami)


B. Pengendalian Hama & Penyakit Alami  

1. Wereng Coklat:  

   - Pasang perangkap lampu kuning di malam hari.  

   - Semprotkan ekstrak daun mimba (50 gram/liter air).  

2. Penyakit Blas:  

   - Campurkan bubuk kayu manis (100 gram) + 5 liter air, semprotkan ke tanaman.  


Daftar Pestisida Alami:  

- Ulat: Larutan tembakau (250 gram/liter air).  

- Tikus: Tanam kenikir di pinggir sawah sebagai pengusir alami.  



6. Panen dan Pasca-Panen 

(Waktu Terbaik Panen dan Cara Menyimpan Gabah Organik) 


A. Tanda-Tanda Padi Siap Panen

- 90% malai menguning.  

- Kadar air gabah 22–25% (ukur dengan grain moisture meter).  


Alat Panen Rekomendasi:  

- Ani-ani: Untuk mempertahankan kualitas bulir.  

- Mesin Reaper: Efisiensi 0.3 ha/hari.  


B. Pengolahan Pasca-Panen (H3)  

1. Penjemuran:  

   - Jemur gabah di atas terpal selama 3–5 hari (kadar air 14%).  

   - Balik gabah setiap 2 jam untuk menghindari jamur.  

2. Penyimpanan:  

   - Simpan dalam karung goni + daun salam/serai.  

   - Suhu ideal: <25°C, kelembapan <60%.  



7. Analisis Usaha Tani Padi Organik  

(Hitung Untung-Rugi dan Peluang Pasar Padi Organik)  


Perhitungan Biaya Produksi per Hektar:  

- Benih: Rp 1.500.000  

- Pupuk organik: Rp 8.000.000  

- Tenaga kerja: Rp 5.000.000  

- Total Biaya: Rp 14.500.000  


Pendapatan:  

- Produksi 6 ton gabah kering panen (GKP) x Rp 6.000/kg = Rp 36.000.000  

- Keuntungan Bersih: Rp 21.500.000/ha  


Pasar Potensial:  

- Ekspor: Jepang, Singapura, dan Uni Eropa (harga mencapai Rp 50.000/kg).  

- Lokal: Supermarket organik seperti Kouvee atau Bali Buda.  


Sertifikasi Organik:  

- Proses melalui LSO (Lembaga Sertifikasi Organik) seperti BIOCert. Biaya: Rp 5–10 juta/tahun.  

Pertanian dan Peternakanku - Cara Menanam Padi Organik untuk Hasil Maksimal


8. FAQ (Pertanyaan Umum) 

(Jawaban Singkat untuk Pertanyaan Populer)  


1. "Berapa lama panen padi organik pertama?"  

   → 4–5 bulan, tergantung varietas dan perawatan.  


2. "Apakah padi organik lebih rentan hama?"  

   → Tidak! Ekosistem organik menarik predator alami seperti laba-laba dan capung.  


3. "Bagaimana cara menjual padi organik dengan harga tinggi?"  

   → Bangun kemitraan dengan komunitas sehat atau ikut pameran pertanian.  



9. Kesimpulan  

(Mulai Bertani Padi Organik untuk Masa Depan Berkelanjutan)  


Bertani padi organik bukan hanya bisnis, tapi investasi untuk kesehatan dan lingkungan. Mulailah dengan lahan 500 m², pelajari pola musim, dan perluas skala secara bertahap. Kolaborasi dengan penyuluh pertanian atau kelompok tani organik akan mempercepat pembelajaran.  



Daftar Pustaka  

- Kementerian Pertanian RI. (2023). Statistik Pertanian Organik Indonesia.  

- BIOCert. (2024). Panduan Sertifikasi Organik.  

- Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimat. (2023). Pengaruh Pupuk Hijau pada Pertumbuhan Padi.

Friday, January 23, 2015

Mengatasi Durian Kurus

Tanya Jawab dengan Pakar

Uhan, Yogyakarta

Saya memiliki tanah seluas 2 Ha (dibagi menjadi 4 blok) yang ditanami durian. Tiga blok tumbuh normal, 1 blok tanamannya kurus, daun menguning dan kemudian gugur. Jenis tanah grumosol dengan ketinggian tempat 400m dpl dan pH tanah 4,5. Yang ingin saya tanyakan adalah :

1. Apa penyebab terjadinya hal tersebut dan bagaimana cara menanggulanginya?

2. Pada kondisi bagaimana durian tumbuh dengan baik?


Moh. Reza

Agak sulit mendiagnosis permasalahan Anda dengan data terbatas. Pada prinsipnya carilah perbedaan keadaan lingungan yang menyebabkan salah satu petak durian tersebut berbeda  daripada ketiga petak lain. Misalnya, mungkin petak yang buruk pertumbuhan tanamannya  terletak pada posisi lebih rendah. Ada kemungkinan durian terendam/tergenang air lebih lama sehingga daun menguning. Penanggulangannya dengan drainase yang lebih baik.

Bila petak tersebut letaknya lebih tinggi dibanding ketiga petak lain, mungkin unsur-unsur hara (misalnya N) banyak yang tercuci sehingga pertumbuhan durian merata. Solusinya membuat terasering agar unsur hara tidak tercuci ke petak yang lebih rendah. Bisa juga perbedaan petak tersebut menyangkut masalah distribusi sinar matahari (ternaungi), hama penyakit, atau struktur tanah yang berbeda.

Hal-hal teknis seperti jenis bibit, pemupukan atau cara pemeliharaan berbeda dapat saja mengakibatkan pertumbuhan yang berbeda. Jadi, analisis perbedaan-perbedaan itu untuk mencari jalan keluarnya.

Terima Kasih Atas Kunjungannya dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus

Saturday, January 17, 2015

Jambu Air Kita Populer Di Negeri Orang

Indonesia "gudangnya" jambu air. Hampir semua jenis unggulan berasal dari sini. Namun ada kesan kita tidak menghargai kekayaan plasma nutfat bernilai ekslusif tersebut. Akibatnya, Taiwan dan Thailand menyerobot untuk mengembangkannya menjadi komoditas hortikultura komersial.

Jambu Air Kita Populer di Negeri Orang
Pertanian dan Peternakanku


Jambu air Black Diamond atau Black Pearl yang terkenal di Taiwan bagian selatan, diakui dibawa dari Indonesia beberapa ratus tahun lalu. Melihat cirinya, jambu air tersebut mirip varietas Semarang darah dari Srondol, bagian selatan Semarang. 

Dengan sedikit polesan para pakar buah, Taiwan, penampilannya menjadi lebih menarik dan menggiurkan sehingga nilai komersialnya meningkat. Lalu apa kiat petani Taiwan sukses mengebunkannya sedangkan kita tidak?



Di Taiwan, jambu air dipelihara dan disayangi bagai anak sendiri. Pemangkasan, pemupukan dan pengairan jambu air dilakukan secara rutin dan teratur sehingga dapat panen 3 - 4 kali dalam setahun. Buahnya pun dibungkus satu persatu dengan kertas pembungkus khusus.

Alhasil, buah jambu air "Semarang" produksi Taiwan selain besar (150 - 200 gram/buah) juga mulus, renyah dan manis. Sedangkan produksi jambu air lokal kita yang kurang perawatannya berukuran kecil (80g), berulat, kusam, dan kurang manis.

Bicara soal pasar, Taiwan mengekspornya ke Jepang. Kemasan yang dipakai kardus berjendela dan jambu air disusun satu per satu agar penampilannya mulus dan menarik. Harganya pun mahal. Kalau kita?? Yah, biasanya jambu air ditumpuk dalam keranjang bambu, tidak tanggung-tanggung sampai 20 kg. Akibatnya kulit buah lecet lalu cepat busuk.

Saling Intai

Thailand menyadari potensi jambu air untuk ekspor sehingga menyusul Taiwan mengebunkannya secara komersial. Di Thailand jenis yang banyak dipasarkan adalah lilin hijau yang panjang, pucat, dan kurang manis. Sedangkan varietas king atau rose apple yang lebih besar dan manis, jumlahnya belum banyak dan jarang dijumpai di pasar.

Belum lama ini dikabarkan petani Thailand sukses mengebunkan jambu air Manalagi atau Citra. Konon bibitnya diperoleh dari Pasar Minggu. Lucunya, pakar buah-buahan Indonesia sendiri tidak mengenal varietas Manalagi tersebut. Dugaan sementara, varietas yang dimaksud adalah jambu air Citra. Kemungkinan lain, penamaan tersebut diberikan sebagai daya tarik saja bagi pembeli. Lalu apakah kita kecolongan (lagi)??
Pertanian dan Peternakanku - Jambu Air Kita Populer di Negeri Orang

Intai-mengintai plasma nutfah sudah bukan rahasia lagi. Bila orang kita pergi ke Thailand, pulangnya selalu membawa bibit buah-buahan yang dikatakan terbaik. Akibatnya, serba "Bangkok" menjadi wabah karena terkesan eksklusif dan keren. Sebaliknya, orang Thailand yang berkunjung ke Indonesia juga menyempatkan diri membawa bibit unggulan yang dinilai potensial untuk dikembangkan. Bagi mereka, tentunya jambu air Indonesia bernilai ekslusif.

Bagaimana cara mereka memperoleh bibitnya? Nah, ini ada kiat tersendiri. Pertama, mereka kumpulkan dahulu informasi varietas unggulan setempat. Lalu bibitnya dicari ke penangkar benih atau kebun produksi yang mempunyai pohon induk.

Cara paling halus dengan memotret, mengagumi lalu memuji buah yang dimaksud. Lalu, sebelum pamitan pulang mereka meminta beberapa mata tempel atau bahan setek dari si pemilik. Bila si pemilik keberatan maka diusahakan membelinya atau dibujuk dengan imbalan uang. Bila tidak berhasil juga maka esok atau lusa tiba-tiba datang tetangga si pemilik (orang Indonesia) meminta hal serupa. Rupanya ia ditugasi membujuk si pemilik. Walhasil, akhirnya bibit didapat!

Kalau permintaan benih dilakukan melalui jalur resmi, misalnya pemerintah maka agak repot menolaknya. Tetapi biasanya kita bisa minta tukar-tambah dengan bibit unggulan dari negara bersangkutan. Artinya, kita tidak rugi-rugi amat malah bisa untung-untungan dapat yang lebih bagus.

Adu Cepat

Dalam era globalisasi sekarang, bukan zamannya menyembunyikan kekayaan plasma nutfah. Cepat atau lambat akan kebobolan juga, baik secara resmi maupun cara belakang. Yang penting segera memanfaatkan keunggulan tersebut untuk dikomersilkan. Jangan tunggu orang lain mengambil kesempatan dahulu, baru kita kebakaran jenggot.
Jangan orang lain disalahkan karena sukses, padahal sebenarnya kita yang tidak tanggap memanfaatkan kekayaan tumbuhan yang dimiliki. Tidak ada gunanya kita bangga dengan kekayaan tersebut, tanpa memperoleh nilai tambah darinya. Boleh bangga kalau plasma nutfah sudah dimanfaatkan dan menghasilkan dolar atau yen untuk petani kita. Apa hendak dikata kalau plasma nutfah sudah melayang dan dolar pun tak kunjung datang?
Lihat juga : Dua Varietas Unggul Cabai

Terima Kasih Atas Kunjungannya dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus

Friday, January 16, 2015

Dua Varietas Unggul Cabai, Asal Tanindo

Dua Varietas Unggul Cabai

Pertanian dan Peternakanku

Muncul 2 varietas unggul cabai untuk Anda. Papirus layak dipilih kalau mau membuat tepung cabai lantaran kadar airnya sangat rendah. Cabai Jet Set ideal ditanam di daerah endemik penyakit layu bakteri. Varietas ini tahan terhadap penyakit yang mematikan itu.

Cabai besar (Capsicum anuum) sebenarnya bisa dikelompokkan menjadi 3 golongan : cabai keriting, cabai ukuran sedang dan cabai besar sekali. Selain ukurannya berbeda, daya tahan terhadap serangan penyakit, tempat penanaman ideal, daerah pemasaran, dan harga jual juga tidak sama. Perbedaan karakter itu menimbulkan alternatif bagi pekebun untuk memilih varietas cabai yang paling cocok.

Cabai Papirus


Jika daerah penanamannya berketinggian 0 - 500 m dpl, cabai Papirus bisa dijadikan pilihan. Dalam waktu 70 hari setelah tanam (HST), buahnya sudah bisa dipanen, sementara bunga bermunculan sejak 22 HST. Kalau buah itu diukur, panjangnya berkisar 13 cm - 15 cm; diameter 1 - 1,4 cm. Bobot per buah 5 - 7 gram. Buah bermunculan dari tanaman bersosok kompak dengan ketinggian 75 cm dan lebar 80 cm.


Sebenarnya cabai Papirus dapat juga ditanam didataran tinggi. Namun, ukuran buah menjadi lebih besar, sehingga dikhawatirkan mempengaruhi harga jual. Kalau pekebun dihantui anjloknya harga saat panen, cabai Papirus paling cocok menjadi pilihan. Sebab varietas ini kadar airnya sangat rendah sehingga cocok dijadikan tepung cabai. Dengan rendahnya kadar air, otomatis rendemannya menjadi tinggi.
Pertanian dan Peternakanku - Dua Varietas Unggul Cabai, Asal Tanindo

Cabai Jet Set


Berbeda dengan cabai Papirus, varietas cabai Jet Set terlihat keunggulannya jika ditanam di daerah wabah penyakit layu bakteri. Ia pun ideal ditanam pada ketinggian di atas 500 m dpl. Agus, pekebun cabai di Probolinggo, pernah menanam cabai Jet Set di ketinggian 1.200 m dpl.


Hasilnya, tanaman itu berbuah dalam 3 tahap dengan produksi rata-rata 2,5 kg/tanaman. Panjang buah mencapai 23 cm dengan diameter 3 cm. Padahal, deskripsi produsen mencantumkan, panjang buah 13 - 20 cm; diameter 1,5 - 2,5 cm. Bobotnya 14 gram/buah. Sosok tanaman tegak dengan tinggi 100 cm, lebar 90 cm.

Cabai Jet Set disukai lantaran teksturnya keras. Di pasar swalayan Makro, Agus menjualnya dengan merek Bromo Segar.

Terima Kasih Atas Kunjungannya dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus

Friday, January 9, 2015

Budidaya Tanaman Tomat Sistem Hidroponik

Budidaya Tanaman Tomat Sistem Hidroponik. Ini cara bertanam tanpa tanah yang sedang populer saat ini. Mengurusinya lebih repot, karena hidroponik memerlukan  penangan yang sama sekali berbeda dengan cara bertanam dengan mediun tanah. Tetapi ada cara yang cukup sederhana, untuk menanam tomat hidroponik.

Budidaya Tanaman Tomat Sistem Hidroponik


Medium hidroponik yang ingin di anjurkan kali ini adalah pasir, yang harus dicuci bersih dulu, dan disterilkan dengan memasaknya bersama air dalam drum, sampai air mendidih. Kemudian pasir steril ini dimasukkan dalam kantong plastik hitam berukuran tinggi 50 cm dan garis tengah 30 cm. Kantong hitam ini untuk menjaga agar cahaya matahari jangan menimpa akar tanaman.

Sebelumnya dasar pot plastik diberi lubang-lubang untuk pembuangan air. Sebelum diberi pasir steril terlebih dahulu kita memasukkan ijuk sebagai filter. Di atas ijuk baru kita memasukkan asir setinggi 4 cm. Supaya tanaman tidak terlalu berdesakan, satu pot hanya boleh ditanami satu bibit tomat saja.
Pot-pot plastik ini ditaruh diatas bedengan yang bersih dari rumput dan tumbuhan lain. Bedengan ini kita tutup dengan plastik hitam yang agak tebal untuk mencegah penularan penyakit berasal dari tanah. Di atas lembaran plastik ini ditaruh pengganjal kantong plastik berisi tanaman tomat. Barisan pot dilindungi dengan atap peneduh plastik, yang berguna untuk mencegah sinar matahari yang berlebihan, dan dapat pula mencegah penguapan air dari daun dan permukaan asir tempat tumbuh tanaman.

Tomat hidroponik harus kita beri nutrien (zat makanan) berupa garam pupuk yang dicampur dalam air untuk memudahkan penyerapan oleh akar. Banyak rumus yang diberikan oleh ahli hidroponik untuk membuat nutrien bagi tanaman tomat. (lihat tabel).

Larutan utama yang mengandung unsur hara makro
Garam Pupuk
Garam/Liter
Monopotasium Phosfat (KH2PO4)
Potasium Nitrat (KNO3)
Kalsium Nitrat (Ca = NO3)
Magnesium Sulfat (MgSO4)
Besi Sulfat (Fe SO4)
0,14
0,55
0,88
0,71
1,2
Larutan utama diberikan setiap hari kecuali besi diberikan hanya satu atau dua kali dalam seminggu.

Larutan cadangan yan mengandung hara mikro
Garam Pupuk
Garam/Liter
Asam Borat (H3 BO3)
Mangan Khlorid (Mn C12)
Zinc Sulfat (Zn SO4)
Copper Sulfat (Cu SO4)
Asam Molidbat (H2 MO4)
2,86
1,81
0,22
0,08
0,02
Resep larutan cadangan ini harus selalu disertakan pada saat penggunaan larutan utama di atas
Cairan nutrien ini disiramkan setiap hari, sambil diperhatikan kebersiannya disamping itu tentu saja kita harus rajin-rajin memegang pinset dan mencari satu demi satu ulat, semut merah atau hama lain untuk segera disingkirkan. Ketekunan ini akan membuat kita menarik napas lega jika kemudian kita melihat buah tomat kita bermunculan.

Terima Kasih Atas Kunjungannya dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus

Thursday, January 8, 2015

Mengenal Kelapa Hibrida Indonesia

Mengenal Kelapa Hibrida Indonesia - Setelah mengalami pengujian bertahun - tahun, pada tanggal 4 September  1984 yang bertempat di Submi, Badan Benih Nasional telah melepas tiga macam kelapa hibrida. Kelapa hibrida ini dikenal sebagai "Kelapa Hibrida Indonesia (KHINA) 1, 2 dan 3" yang merupakan hasil perkawinan antara kelapa-kelapa unggul asli Indonesia.

Kelapa Hibrida Indonesia 1(KHINA 1)

Kelapa Hibrida Indonesia 1
Merupakan hasil persilangan antara Kelapa Genjah Kuning Nias dengan Kelapa Dalam Tenga, Sulawesi Utara. Panen pertama pada umur 4 tahun, jumlah buah 80 butir/ pohon/ tahun, berat kopra 253 gram/ buah dengan kadar minyak 61.78% dan hasil kopra 3-4 ton/ha/tahun. Tandan, tangkai buah dan buah berwarna hijau, bentuk buah tanpa sabut bulat dengan ukuran sedang.

Kelapa Hibrida Indonesia 2(KHINA 2)

Kelapa Hibrida 2
Merupakan hasil persilangan antara Kelapa Genjah Kuning Nias dengan Kelapa Dalam Bali, Pulau Bali. Panen pertama pada umur 4 tahun, jumlah buah 55 butir/ pohon/ tahun, berat kopra 296 gram/ buah dengan kadar minyak 60.61 % dan hasil  kopra 2.4 sampai 4 ton/ha/tahun atau 16 kg/pohon/tahun. Tandan, tangkai buah dan  buah berwarna hijau dengan  bentuk buah bulat dan ukurannya sedang.

Kelapa Hibrida Indonesia 3(KHINA 3)

Kelapa Hibrida 3
Merupakan hasil persilangan antara Kelapa Genjah Kuning Nias dengan Kelapa Dalam Palu, Sulawesi Tengah. Panen pertama pada umur 4 tahun. Tandan, tangkai buah dan buah berwarna hijau dengan bentuk buah bulat dan ukurannya sedang. Jumlah buah 75 butir/  pohon/ tahun, berat kopra 254 gram/ buah  dengan kadar minyak 62.46% dan hasil kopra 2.8 sampai 4 ton/ha/tahun atau 19  kg/pohon/tahun.


Keistimewaan ketiga macam Kelapa Hibrida Indonesia  tersebut yaitu  cepat  berbuah (4 tahun), dibandingkan dengan kepala dalam yang berbuah pada umur 6 sampai 7 tahun, buahnya cukup besar (hampir menyamai kelapa dalam), produksi tinggi dan masih dapat berproduksi dengan baik sampai dengan 450 m dpl.

Terima Kasih Atas Kunjungannya dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus

Tuesday, January 6, 2015

Budidaya Tanaman Kopi dengan Sambung Pucuk


Pertanian dan peternakanku
Budidaya Tanaman Kopi dengan  Sambung Pucuk

Budidaya tanaman kopi bisa juga diperbanyak dengan cara sambung pucuk. Cuma, secara teknis ada sedikit perbedaan dengan sambung pucuk pada tanaman lain. Sambung pucuk pada kopi ini selain berguna untuk mempertahankan sifat tanaman kopi yang baik, juga bisa untuk meremajakan tanaman tua. Cara menbuatnya cukup mudah.

Kopi merupakan tanaman tahunan yang hasilnya menjadi bahan perdagangan yang penting. Tanaman ini bukan tanaman asli Indonesia, melainkan berasal dari Afrika, tapi agaknya sudah begitu disukai oleh masyarakat Indonesia. Sampai saat ini kopi ditemukan di mana-mana. Dari Aceh hingga Irian Jaya pun, kopi sudah dikebunkan.

Budidaya tanaman kopi

Sampai saat ini budidaya tanaman kopi dilakukan dengan tiga cara, yaitu dengan semaian biji yang merupakan perbanyakan secara generatif, dengan stek dan sambung pucuk, yang merupakan perbanyakan secara vegetatif. Saat ini, yang banyak dilakukan ialah perbanyakan dengan stek dan sambung pucuk, karena perbanyakan dengan biji kurang baik hasilnya, gara-gara sering terjadi perubahan yang hasilnya tidak seperti induknya.

Pembuatan Sambung Pucuk


Sambung pucuk pada kopi ini sedikit berbeda dengan sambung pucuk pada tanaman yang lain. Batang atas yang ditempelkan tidak berdaun, tetapi nantinya setelah sambungan jadi akan menumbuhkan tunas baru dan menjadi tanaman yang produktif. Sedangkan sambung pucuk pada tanaman lain (misalkan pada tanaman buah-buahan), calon batang atas diambil dari tunas atau pucuk tanaman yang berdaun.

Bibit kopi asal sambung pucuk yang siap dipindahkan ke kebun

Batang bawah bibit sambungan berasal dari jenis-jenis kopi yang mempunyai perakaran yang tahan terhadap serangan hama  dan penyakit akar, tahan terhadap sifat-sifat tanah serta keadaan air tanah tertentu yang buruk. Misalnya, jenis-jenis Quillou, Excelsa atau Hibrida Kawisari. Sedangkan calon batang atas diambil dari klon unggul terpilih, atau dari wiwilan (tunas air) tanaman kopi di kebun yang hasilnya sudah jelas baik.

Sebelum melakukan budidaya tanaman kopi dengan sambung pucuk, terlebih dahulu harus dipersiapkan batang bawahnya. Batang bawah diperoleh dari bibit asal biji yang telah berumur 6-9 bulan atau kira-kira sudah sebesar pensil batangnya, di bedengan pembibitan. Batang atas berasal dari tunas air yagn telah berumur 3-4 bulan.

Tunas calon batang atas yang baik dipakai adalah ruas kedua sampai dengan ruas keempat. Ruas pertama masih terlalu muda dan ruas kelima atau yang lebih tua lagi telah keras dan berkayu. Tunas ini dipotong kira-kira tinggal satu ruas saja (5-6 cm panjangnya), tetapi ia harus masih mengandung ruas yang nantinya bisa diharapkan akan menumbuhkan tunas baru (lihat gambar).


1. Calon batang bawah
2. Sambung pucuk pada bibit
3. Sambung pucuk pada tanaman tua
4. Sambung dibungkus plastik

Pangkalnya diiris menyerong sepanjang 3-4 cm pada kedua sisinya, agar dapat ditempelkan pada calon batang bawah, nanti. Teknik penyambungan yang dilakukan pada kopi saat ini adalah sambungan celah. Sambungan celah ialah cara penyambungan tanaman di mana batang bawah dibelah menyerupai celah, yang nantinya digabungkan dengan batang atas. 

Tinggi sambungan pucuknya kira-kira 10-15 cm dari permukaan tanah atau lebih kurang 2-3 cm diatas batas warna hijau dan coklat dari batang. Sepasang daun yang paling bawah perlu dibiarkan menyisa. Calon batang atas yang telah   diiris menyerong, diselipkan di celah batang bawah yang telah dibelah sepanjang 3-4 cm.

Setelah batang atas dan batang bawah menyatu dengan seksama, tempat sambungan diikat dengan tali rafia. Sambungan dibungkus dengan kantong plastik tembus cahaya berukuran 10 cm x 3 cm untuk mempertahankan kelembaban  tempat sambungan. Pembibitan dengan sambung pucuk ini bertujuan untuk mempertahankan sifat tanaman kopi yang mempunyai potensi produksi tinggi, sehingga produksi tiap tanaman dan tiap satuan luas areal bisa ditingkatkan.

Keberhasilan penyambungan ini dipengaruhi oleh ketepatan pertautan kambium antara batang bawah dan batang atas, kebersihan alat-alat yang dipergunakan dan ketrampilan pelaksana. Satu minggu setelah penyambungan, hasilnya diperiksa. Sambungan yang berhasil akan tetap berwarna hijau, sedangkan yang mati akan berwarna coklat.

Sambungan pucuk untuk peremajaan


Sering kali tanaman kopi milik petani kurang terawat baik, sehingga produksinya sangat kurang. Demikian juga tanaman kopi di perkebunan, yang umurnya sudah terlalu tua. Sudah tiba saatnya tanaman kopi seperti ini diremajakan.

Peremajaan dilakukan dengan cara memotong batang tanaman kopi yang keadaanya sudah buruk. Tapi sebelum batang dipotong, tunas air yang paling bagus dibiarkan tumbuh terus. Tunas inilah yang disambung dengan klon unggul. Setelah penyambungan berhasil dengan baik, barulah batang pokok dipotong mendatar setinggi 50 cm dari titik penyambungan. Dalam waktu 3-5 tahun, tunas kopi yang disambungkan sudah mampu berbuah.

Meremajakan tanaman kopi dengan teknik budidaya sambung pucuk ini lebih murah dan lebih gampang dilakukan daripada menanam bibit yang baru. Sebab, tanaman lama yang akan diremajakan itu masih tetap menghasilkan,  (meskipun hanya sedikit), sementara kita menunggu tanaman muda berbuah.

Pemeliharaan sambungan


Dalam waktu lebih kurang 3 minggu setelah penyambungan, plastik pembungkus sambungan dibuka untuk memeriksa hasil sambungan. Sambungan yang berhasil akan menumbuhkan tunas ortotrop (tunas yang tumbuh ke atas). Bila pembungkus sambungan terlambat diambil, tunas ortotrop ini akan membengkok.

Dua tunas baru yang tumbuh, disisakan satu saja yang terbaik, yang dipelihara terus. Setelah lebih kurang 10 bulan di bedengan pembibitan (sejak disambung), bibit sambungan kopi ini sudah bisa ditanam dikebun. Pemeliharaan bibit sambungan, baik di bedengan pembibitan maupun pada batang tanaman tua di kebun (sambungan peremajaan), meliputi penyiraman, pemupukan, pengendalian  gulma dan pengaturan naungan.

Khusus untuk  bibit sambung pucuk kopi juga dilakukan "pengupiran". Pengupiran ialah pemotongan daun, kurang lebih dua pertiga bagian, untuk mencegah agar bibit tidak tumbuh terlalu besar dan membentuk cabang. Pengupiran dilakukan bila bibit ditunda penanamannya dan dilakukan pada bibit kopi yang telah berumur 10-12 bulan dibedengan pembibitan.

Penyiraman tanaman kopi dilakukan satu kali sehari di waktu pagi bila tidak turun hujan. Pemupukan untuk bibit dilakukkan melalui tanah dengan memberikan pupuk Urea sebanyak 60 gram/pohon/tahun. Pupuk ini diberikan secara bertahap.

Pada umur 1 dan 3 bulan diberikan masing-masing 7,5 gram/pohon dan pada umur 5,7 dan 9 bulan masing-masing diberikan 15 gram Urea/pohon. Pembersihan gulma dilakukan dengan tangan, agar pertumbuhan akar bibit kopi tidak terganggu. Biasanya dilanjutkan dengan penggemburan tanah secara dangkal untuk memperbaiki areasi tanah.

Pertanian dan Peternakanku  - Budidaya Tanaman Kopi

Pengaturan naungan pada budidaya tanaman kopi ini dilakukan dengan memotong pohon peneduhnya (seperti lamtoro misalnya), setinggi 3 sampai 3,5 m dari permukaan tanah. Pengaturan naungan dilakukan menjelang bibit kopi tanaman di kebun. Ini dimaksudkan untuk melatih bibit agar dapat menyesuaikan diri dengan keadaan kebun tempat tumbuhnya yang tetap.

Terima Kasih Atas Kunjungannya dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus

Tuesday, July 15, 2014

Khasiat Daun Kelor

Khasiat Daun Kelor. Pohon kelor masih tumbuh di sekeliling kita. Sebagai obat tradisional, daun, akar dan batangnya ber khasiat menyembuhkan beberapa penyakit.


Khasiat Daun Kelor
Barangkali ada di antara kita yang belum mengenal pohon kelor, Moringa aleifera? Di Sumatera ia disebut murong atau munggai. Di Jawa, namanya beken dengan kelor, sementara penduduk Sulawesi Utara mengenalnya dengan sebutan wori atau kelo. Di Timor, kelor biasa disebut hau fok, sedang di Maluku keleno atau karel.

Daunnya menghangatkan


Kelor berupa pohon kecil dengan tinggi 3-8 meter. Daunnya yang berwarna hijau pucat menyirip ganda dengan anak daun yang menyirip ganjil. Helaiannya bulat telur. Bunga kelor berupa malai yang keluar dari ketiak daun. Buahnya buah kotak bersudut tiga yang menggantung, sepanjang 20 sampai 45 cm. Isinya sederetan biji bulat, tapi bersayap tiga.


Sosok pohon kelor sederhana saja, tapi daun, buah dan bijinya banyak gunanya bagi kesehatanDaunnya mengandung pterigospermin yang bersifat merangsang kulit. Karenanya sering digunakan sebagai param yang menghangatkan dan mengobati kelemahan anggota tubuh seperti tangan atau kaki.

Jika daun segarnya dilumatkan, kemudian dilumurkan pada bagian tubuh itu, ia bisa mengurangi rasa nyeri. Namun sayang, ia tidak boleh dipakai terlalu banyak atau sering, karena dapat menimbulkan lepuh-lepuh pada kulit.



Sementara itu, bijinya yang masak dan kering mengandung pterigospermin yang lebih pekat sampai bersifat germesida. Hasil penelitian Madsen dan Schlundt serta Grabow dan kawan-kawannya menunjukkan, bahwa serbuk biji kelor mampu menumpas Escherichia coli, Streptococcus faecalis, Salmonella typhymurium, dan Shigella sonnei.

Pertanian dan peternakankuKhasiat Daun Kelor

Oleh sebab itu, biji kelor di Afrika dimanfaatkan untuk mendeteksi pencemaran air oleh bakteri-bakteri itu. Caranya dengan mengendapkan air keruh yang diduga tercemar itu, kemudian ditaburi serbuk biji kelor (200 mg/liter), dan diaduk sampai larut dengan baik. Setelah dibiarkan semalam endapannya mengandung bangkai bakteri itu, tapi air jernih yang terpisah di atasnya telah bebas bakteri.

Buah kelor mengandung akloloid moringinina yang bersifat merangsang pencernaan makanan. Ia biasa disayur asem sebagai kelentang yang lezat. Tetapi juga melancarkan pencernaan.

Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus

Wednesday, May 14, 2014

Cara Menanam Tanaman Buah Pepaya dengan Batang Direbahkan

Cara menanam pepaya dalam jaring/net memang mempertinggi biaya produksi. Namun, tambahan biaya itu terbayar dengan meningkatnya produksi yang mencapai 43 ton atau 3 kali lipat dibandingkan cara biasa, dan kualitas hasil panennya juga tinggi sehingga pendapatan pun membaik.


Cara menanam pepaya yang telah dikembangkan


Petani Taiwan terkenal kepiawaiannya dalam membudidayakan tanaman buah dan sayuran. Dari sekian banyak jenis buah dan sayuran, barangkali hanya pepayalah yang hasilnya tidak bagus, lantaran gangguan penyakit.

Untuk mengatasi hal itu, Departemen Pertanian dan Kehutanan serta Pusat Penelitian Tanaman Daerah Tropis di Taiwan mengadakan penelitian perbaikan cara tanam. Mereka mencoba budidaya dalam net tahan ultraviolet 32 unit. Kendalanya, ukuran tanaman jadi lebih tinggi dan menyulitkan pemeliharaan.

Untuk mengatasi masalah pertanaman dalam net -seperti tanaman menjadi terlalu tinggi sehingga rentan terhadap angin dan tidak cukup cahaya matahari, dicoba dibudidaya dengan merebahkan batang. Hasilnya menggembirakan. Metode itu tidak hanya mencegah hama dan penyakit, tapi juga mempercepat masa berbunga, memperpanjang masa berbuah, dan meningkatkan kuantitas serta kualitas hasil panen.

Produksi meningkat 300%


Tanaman pepaya rentan terhadap gangguan penyakit. Tingkat kerusakannya bisa parah, sampai 95%. Tapi dengan metoda perebahan batang, kerusakan jauh lebih rendah - cuma 0,03%. Sementara itu, produksi per hektarnya mencapai 43 ton atau meningkat 300% dibandingkan budidaya di lahan terbuka.

Karena jauh lebih menguntungkan bagi petani, maka tak pelak lagi banyak yang segera mengubah metoda penanamannya dan areal tanamnya di Taiwan meluas hingga 1.000 ha atau 25% dari total areal pepaya (4.301 ha).


Saat tepat untuk perebahan


Perebahan batang pepaya tidak bisa dilakukan sembarangan. Bila tidak tepat waktunya, sasaran untuk merendahkan letak buah, mengurangi kerusakan angin, dan peningkatan kualitas hasil tidak terpenuhi secara optimal. Waktu penanaman yang dilakukan pada musim dingin dan musim gugur ternyata memperlihatkan data berbeda.

Pada pertanaman musim dingin, saat yang paling tepat untuk merebahkan batang tanaman adalah umur 2 bulan ketika tanaman setinggi 39,5 cm. Tinggi batang berkurang 19,9 - 43,6 cm dan diameter batang sedikit bertambah - 0,13 - 0,37 cm. Letak buah di pohon lebih rendah 18,1 - 28,4 cm dan masa berbunganya diperpanjang 2 - 7,9 hari dibanding cara biasa, yakni pada umur 155,8 hari. Tapi sayang, jumlah buahnya cuma 22,9 buah (berkurang 3,4 - 6,9 buah dibanding kontrol).

Pada pertanaman musim gugur pepaya paling baik direbahkan pada umur 1 bulan - ketika tinggi tanaman 36,03 cm, karena suhu dalam net masih cukup tinggi sehingga pertumbuhan tanaman pesat. Tinggi pohon berkurang sampai 23,6 - 42,9 cm dan besar batang bertambah sedikit, 0,7 - 1,08 cm. Letak buah menjadi 84,1 cm atau 28,54 - 33,47 cm lebih rendah, sehingga memudahkan panen. Masa berbunganya diperpanjang 7,0 - 12,33 hari. Jumlah buah bisa ditingkatkan sampai 2,7 buah.

Pengaruh perebahan pada masa panen cukup nyata. Tanaman musim dingin bisa dipanen 15,5 - 33,5 hari lebih lama daripada biasanya. Sedangkan, tanaman musim gugur bisa diperpanjang panennya 2 - 22 hari.

Teknik perebahannya 3 macam


Batang pepaya direbahkan dengan 3 cara, yakni
Cara A : membenamkan batang dalam tanah ;
Cara B : batang direbahkan dengan batang bambu; dan
Cara C : ditarik dengan tali rafia/plastik.

Dengan cara A tanaman jadi lebih rendah daripada yang lain. Tapi, pembenaman batang dalam tanah sangat melukai tanaman, sehingga pohon perlu waktu lama untuk memulihkan kondisinya. Akibat selanjutnya, masa berbunga dan panen terlambat; hasil panen menurun, mudah terserang penyakit; batang agak kurus; dan ukuran buah mengecil.

Cara B mengandung kelemahan karena menggunakan bambu, sehingga perlu waktu lebih lama dalam pengerjaannya dan tidak efisien. Di samping itu, modal diperlukan lebih banyak lagi untuk pengadaan bambu.

Melihat kelemahan - kelemahan dua cara lainnya, cara perebahan C dengan tali rafia/plastiklah yang paling efisien. Tiga tahun setelah Pusat Penelitian Taiwan menemukan cara ini dan menyebarkannya ke petani, barulah mereka mengakui efisiensinya. Sebagian besar dari mereka beralih ke cara baru untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.


Tabel 1. Pengaruh perbedaan waktu dan cara penanaman pepaya yang direbahkan dalam net terhadap pertumbuhan batang, masa berbunga, dan hasil buah yang dilakukan pada musim dingin.



Tabel 2. Pengaruh perbedaan waktu dan cara yang digunakan untuk merebahakan tanaman pepaya dalam net terhadap pertumbuhan batang, masa berbunga, dan hasil buah yang dilakukan pada musim gugur.


Cara Menanam Tanaman Buah Pepaya-
Tabel 3. Pengaruh perbedaan waktu dan cara penanaman pepaya yang direbahkan dalam net terhadap kualitas buah yang dilakukan pada musim dingin.


Cara Menanam Tanaman Buah Pepaya-
Tabel 4. Pengaruh perbedaan waktu dan cara penanaman pepaya yang direbahkan dalam net terhadap kualitas buah yang dilakukan pada musim gugur.


Keterangan :
A : Merebahkan batang dengan membenamkannya dalam lubang
B : Merebahkan batang dengan ditekan pakai bambu
C : Merebahkan batang dengan tali rafia/plastik
K : Batang tidak direbahkan 

Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus