Showing posts with label Peternakan. Show all posts
Showing posts with label Peternakan. Show all posts

Friday, June 26, 2015

Solusi Telur Lele dengan Batu Bata

Solusi Telur Lele dengan Batu Bata

Musim memijah lele biasanya terjadi saat perubahan musim dari kemarau ke musim hujan. Bau khas tanah kering yang tersiram air hujan merangsang lele untuk kawin.

Menunggu peralihan musim terlalu lama. Manipulasi saja dengan mencelupkan batu bata atau genteng tanah yang kering ke dalam bak pemijahan.

Lele matang gonad akan terangsang mengeluarkan telur. Sarang jantan pun tak segan untuk membuahi. Batu bata yang ditata juga sebagai sarang lele. Supaya lebih terangsang lagi, ciptakan suara gemericik dengan menyemprotkan air ke kolam.

Tuesday, January 6, 2015

Budidaya Walet, Mengundang Walet ke Rumah Anda

Budidaya Walet, Mengundang Walet ke Rumah Anda. Karena manfaat sarang walet yang besar, kini sarang walet sudah merupakan makanan bergengsi di retoran-restoran yang beken. Maka tak heran kalau sarang burung walet dapat dijadikan sumber penghasilan yang menakjubkan. Dan harganya sungguh fantastis.

Seperti yang dilakukan H. Noor Hamid, pengusaha sarang burung di Sidayu, Gresik, Jawa Timur, Sejak puluhan tahun yang lalu. Bapak haji ini mengusahakan burung yang dulu hanya dapat dijumpai di gua-gua ini menjadi penghuni "gedongan". Tentunya setelah calon rumah walet itu disesuaikan dengan kondisi alami hidupnya.

Burung walet dapat hidup di dataran rendah dengan ketinggian maksimal 1.000 m dpl. Di samping itu, si penghasil sarang ini menghendaki daerah yang dekat dengan sumber air. Dan yang palir penting, banyak burung sriti beterbangan di sekitar lokasi huniannya. Nah, sekarang bagaimana agar walet betah dan mau menghuni rumah Anda?

Bangunan rumah walet


Karena walet pada awalnya berasal dari gua, maka rumah yang akan digunakan sebagai "pabrik sarang burung walet" juga harus disesuaikan dengan suasana gua: gelap, lembap, dan bau. Caranya kayu jati yang akan digunakan sebagai penyangga, lajur, dan langit-langit disiram dahulu dengan air basuhan sarang walet atau campuran telur itik agar tidak memberikan kesan baru.

Hindari lubang dari pohon tinggi yang dapat merintangi jalan
Rumah yang akan ditempati sebaiknya berdinding tembok dengan ukuran 2,5 x 12 x 13 m. Pada dinding bagian atas di buat 2 lubang berukuran 30 x 20 cm yang menghadap ke utara/selatan dan dicat hitam.

Ruangan bagian dalam dikapur putih agar sejuk, sesuai dengan keinginan walet. Suhu yang dikehendaki 26-28˚ C dengan tingkat kelembapan 85 %. Untuk menghindari fluktuasi suhu sebaiknya atapnya menggunakan genting.
Pertanian dan peternakankuBudidaya Walet, Mengundang Walet ke Rumah Anda

Lantai rumah walet hanya disemen saja. Di atas langit-langit diberi jerami setebal 0,5 m, sedangkan pada bagian bawahnya dibuat lajur kayu tempat menenun sarang. Jarak antar lajur 40-60 cm, sedangkan panjangnya disesuaikan dengan ukuran rumah. Agar mudah mengontrolnya, rumah diberi pintu yang selalu harus ditutup dan dipasangi lampu neon di bagian luarnya, jaraknya 10 m dari bangunan dan jangan lupa beri tempayan yang berisi air di dalam ruangan.

Mengundang sriti dan walet


Kegiatan berikutnya adalah mengundang sriti dan walet masuk ke dalam rumah itu. Caranya : jerami yang disiram sedikit air atau ditaburi kotoran burung walet yang dicampur dengan pasir dihamparkan pada lantai rumah. Dinding rumah dilumuri kotoran burung walet setinggi 1,5 m dari lantai. Ada juga yang meletakkan kaser yang mengumandangkan suara burung walet atau sriti.

Bila keadaan dalam rumah itu cocok dengan sifat nalurinya untuk tinggal bersarang di situ, maka akan ada satu-dua burung sriti yang membuat sarang. Burung sriti ini kemudian akan bertambah menjadi puluhan bahkan ratusan.

Mengembangkan walet


Bila tempat yang baru itu sesuai dan cukup aman, sriti-sriti ini akan membuat sarang dan mulai bertelur. Tunggulah sriti ini sampai banyak, setelah itu barulah dilakukan penukaran telur. Telur walet yang sudah berumur 1-4 hari kita pindahkan ke sarang sriti (tiap sarang 2 telur) yang sedang mengeram, sedangkan telur sriti itu sendiri dibuang.

Pemindahan ini dilakukan pada siang hari, di saat sriti sedang keluar mencari makan. Pengambilan atau pemindahan dapat dilakukan dengan mengunakan kertas tisu atau sendok dengan hati-hati dan cepat. Namun Haji Noor hanya menggunakan tangan saja, hasilnya juga memuaskan. "Asalkan tangan dalam keadaan bersih," ujarnya.

Telur walet akan menetas setelah 15 hari kemudian. Walaupun sudah menetes, sriti masih tetap akan memelihara anak walet sampai walet kecil itu dapat terbang dan mencari makan sendiri. Bila tugas sriti sudah selesai, secara otomatis mereka akan menyingkir sendiri, sedangkan anak walet akan kembali ke sarang induknya itu.


Pemeliharaan gedung


Kalau walet sudah mulai kerasan, rumah walet jangan diusik-usik lagi. Biarkan ruangan tetap gelap. Lantai ruangan yang kotor karena kotoran walet tetap dibiarkan, kalau dibersihkan malah akan menggganggu ketenangan burung walet, sebab bau kotoran ini merupakan daya tarik burung walet lainnya untuk tinggal di situ.

Selain itu, perhatikan kelembapan udaranya. Agar tetap terjaga, sebaiknya rumah walet ditengok setiap hari. Jika suhu dan kelembapannya tidak sesuai, maka dinding di sekeliling bangunan dapat di siram dengan air sekitar 1,5 m dari lantai, yang dilakukan pada sore maupun pagi hari. Hindari bangunan terhadap serangan hama dengan membersihkan gedung dari kotoran yang ada di sekelilingnya.

Pemetikan sarang walet


Agar populasi walet berkembang terus, panen tidak boleh dilakukan dengan sembarangan. Pemanenan sarang yang dibuat pada musim hujan ini dapat dilakukan 3 tahap dalam setahun. Pertama, ketika sarang berumur 45 hari, setelah anak walet dapat terbang dan mencari makan sendiri. Kedua, dengan cara rampasan, namun kualitas dari sarang kecil dan tidak seragam karena pada saat itu walet belum bertelur.

Pertanian dan peternakanku - Budidaya Walet, Mengundang Walet ke Rumah Anda

Dan terakhir, jika kita menginginkan walet berkembang biak dengan cepat dan kualitas sarangnya prima, pemanenan dapat dilakukan dengan membuang telur. Sebelum sarang diambil, tepian sarang yang menempel pada kayu disemprot dahulu dengan air, kemudian disayat dengan pisau atau sekrap cat. Jangan sampai bersih, minimal ada bagian sarang yang tersisa pada kayu, agar tetap menarik walet untuk segera menenun sarangnya kembali. Letakkan sarang walet di mangkuk yang sesuai dengan bentuk sarang, lalu diangin-anginkan.

Terima Kasih Atas Kunjungannya dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus

Sunday, January 4, 2015

Pengelolaan Itik Tanpa Air

Konsultasi Dengan AKI

Penanya Iriansyah :

Saya sudah mulai cara beternak itik tanpa  air di lahan daratan seluas 5.000 meter  persegi. Jumlah itik nya 400 ekor. Umur itiknya sekarang 7 bulan, yang berarti telah masuk masa produtif. Dalam pemeliharaan itiknya itu saya menghadapi masalah sebagai  berikut.

Pada umur 5 bulan itiknya sudah mulai bertelur, tetapi mulai saat itu sampai sekarang itiknya tampak kurang nafsu makannya. Padahal kualitas pakan yang diberikan bagus karena komposisinya berdasarkan petunjuk buku panduan, yaitu: 40% dedak, 40% jagung dan 20% konsentrat. Pakan diberikan tiga kali sehari, pukul 09.00, pukul 13.00 dan pukul 16.00. Apakah dalam hal ini ada kesalahan, kelainan atau kekurangan?

Produksi telurnya menunjukkan grafik kenaikan yang tidak terlalu tinggi.
Apakah ada ransum tambahan atau sejenis obat yang dapat mempercepat kenaikannya?
Apa nama obat itu?
Bagaimanakah cara pengawetan telur itik agar tahan lama?

Aki menjawab :

Pemberian pakan dalam jumlah dan mutu yang tepat merupakan hal utama dalam pemeliharaan itik petelur. Untuk menggenjot itik agar bertelur sampai 77,7% diperlukan pakan yang mengandung protein 17,5 %, energi 2.750 kkal/kg, mineral fosfat  (P) 05% dan  kalsium (K) 08%.

Cara beternak itik anda dengan komposisi pakan yang diberikan pada itik itu sudah tepat. Namun ransum tersebut masih membutuhkan pakan tambahan berupa hijauan segar, misalnya kangkung, ganggang, atau sayuran sisa dapur.

Itik petelur mudah sekali stres kalau ketenangannya terganggu. Sedikit saja kaget atau stres, ia akan mogok bertelur. Begitu pula kalau cuaca jelek, banyak angin atau terkena hujan, itik juga akan stres dan enggan bertelur.

Agar kondisi itik selalu prima dan rajin bertelur, perhatian dalam pemeliharaan sehari-hari sangat diutamakan. Kalau diperlukan, dalam ransum pakannya dapat ditambahkan vitamin dan mineral. Bila pada masa produktif bertelur itik kurang doyan makan atau nafsu makannya turun, coba beri pakan yang amis-amis seperti siput, sisa sembelihan ikan, ayam, atau ikan rucah yang telah direbus.

Sajikan bahan pakan itu dengan dicampur air agar encer. Pakan amis-amis dapat merangsang nafsu makannya, sehingga ransum yang disajikan nantinya dapat dimakan lebih banyak. Pada umumnya telur itik diawetkan dalam bentuk telur asin, karena praktis, mudah dikerjakan dan paling banyak diperlukan pasar. Seperti itulah cara beternak itik yang baik tanpa air.

Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus

Wednesday, June 18, 2014

Kreatif, Burung Puter sebagai Indukan Burung Perkutut

Burung Puter sebagai Indukan Burung Perkutut. Kalau biasanya anak burung perkutut yang baru menetas diasuh oleh induknya sendiri, burung perkutut Nelson Yusuf dari Bandung ini diasuh oleh induk burung puter. Nelson melakukannya agar mendapatkan beberapa keuntungan sekaligus.

Burung Puter sebagai Indukan Burung Perkutut
Dua tahun sudah Nelson Yusuf, seorang penggemar perkutut (Geopelia striata) melakukan cara ini. Anak - anak perkutut baru berumur 7 hari "dipaksa" pisah dari induknya sendiri. Pada sangkar lain, induk puter (Streptopelia tigrina) sudah menanti untuk ganti merawatnya.

Masa perawatan oleh induk puter ini tidak lama, hanya makan waktu 1 bulan, karena anakan perkutut sudah bisa disapih. Banyak keuntungan yang bisa dipetik dengan cara ini. Di antaranya induk perkutut akan tetap bagus, sehingga harganya tetap mahal.

Sangat mungkin dilakukan


Mengingat kedua jenis burung ini mempunyai habitat yang sama, mereka sangat mungkin dipelihara bersama dalam satu kandang, sekalipun jenis makanannya berbeda. Walaupun makanan berbeda, namun anakan burung perkutut mau juga makan makanan puter yang sudah dihaluskan dalam temboloknya. Nelson Yusuf memanfaatkan sifat-sifat ini, dan selama 2 tahun sudah menghasilkan sekitar 50-70 ekor perkutut dari 10 pasang burung puter.

Sebaiknya dipilih burung puter dewasa (jantan-betina) yang sudah berumur 1 tahun untuk merawat anak-anak perkutut. Dan jumlah maksimum burung perkutut yang diasuh burung puter tidak boleh lebih dari 5 ekor. Kalau lebih, dikhawatirkan puter tidak mampu memberi makanan lewat mulutnya. Menurut Nelson, puter mana saja baik yang berbulu kecokelatan maupun yang berbulu putih sama-sama mau melakukan perawatan pada anak perkutut ini.
Pertanian dan peternakanku - Burung Puter sebagai Indukan Burung Perkutut

Cara pemindahan anak perkutut


Kalau ingin melakukan cara ini, sebaiknya Anda memelihara pasangan burung perkutut dan burung puter dulu. Mereka lalu dibiarkan bertelur. Yang mesti diperhatikan pada saat akan memindah anakan perkutut adalah burung puter sedang dalam keadaan mengerami pula telur-telurnya sendiri. Namun telur puter itu harus diusahakan agar tidak mungkin menetas.

Caranya, telur puter yang baru umur sehari sengaja dikocok, agar tidak menjadi embrio. Hal ini dilakukan untuk memberikan kepercayaan pada burung puter, bahwa anak burung perkutut yang nantinya dipindah ke sarangnya adalah anak dari telurnya sendiri. Tetapi telur kocokan yang tak menetas harus diambil dari sarangnya.

Penukaran anak burung perkutut dengan telur ini sebaiknya dilakukan pagi hari, karena pada saat itu persediaan makanan dalam mulut burung puter masih tersisa bekas semalam. Dengan memegang ekor induk puter yang sedang mengeram secara hati-hati, anakan perkutut yang baru berumur seminggu diletakkan di bawahnya. Dan telur tukarannya diambil untuk dibuang.

Kalau burung puter sedang dalam keadaan tidak mengeram, tidak menjadi masalah. Bisa saja ia diberi pancingan dengan meletakkan telur palsu pada sarangnya. Dijamin setelah 5 hari kemudian burung puter segera mengerami telur palsunya. Sangkar yang biasa dipergunakan oleh Nelson Yusuf untuk membesarkan anakan perkutut pada induk puter berukuran tinggi 80 cm, panjang 1m, dan lebar 80 cm yang terbuat dari kawat ram dan kerangka besi.

Sangkar yang berisi sepasang induk burung puter dan anak angkatnya ini sebaiknya diletakkan di tempat teduh, karena pada umumnya baik burung puter maupun burung perkutut yang sedang mengeram menghendaki suasana seperti ini. Selain kandangnya yang harus dijaga kebersihannya, setiap saat minumnya pun harus sering diganti supaya tetap bersih.

Setelah satu bulan dalam asuhan burung puter, maka anakan burung perkutut pun sudah bisa disapih, dipisahkan dari induk angkatnya untuk kemudian dipindahkan ke kandangn lain. Ukuran kandang barunya bergantung pada kemauan kita, akan tetapi lebih besar lebih baik.

Keuntungan lain dengan menerapkan sistem ini adalah menghindari adanya anak perkutut yang termakan kepalanya oleh induknya sendiri karena moncong perkutut lebih besar daripada moncong puter, sedangkan moncong anak perkutut terlalu kecil.


Pemeliharaan sistem ini juga akan membuat induk burung perkutut bertelur lagi lebih cepat. Dengan cara biasa anak perkutut diasuh oleh induknya sendiri induk perkutut akan bertelur kembali setelah anaknya dewasa atau berumur sekitar satu bulan. Namun dengan cara ini biasanya setelah 5 hari anak perkutut dipindahkan ke induk burung puter, maka induk burung perkutut akan mulai bertelur lagi.

Terima Kasih Atas Kunjungannya dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus

Monday, March 31, 2014

Kerang Darah Paling Disukai

pertaniandanpeternakanku.blogspot.co.id

Di Jakarta, tidak sedikit restoran kaki lima yang mengandalkan kerang rebus sebagai menu utama dagangannya.


Kerang itu disajikan setelah direbus beberapa menit. Perebusannya dilakukan dengan cara mencelupnya hidup-hidup dalam air mendidih. Kerang yang sudah masak dagingnya, dengan sendirinya akan terbuka kedua cangkangnya.


Kerang itu dihidangkan kepada pembeli ketika masih panas. Pembeli mengorek dagingnya pakai garpu, lalu menikmati kelezatannya setelah daging kerang dicelup dalam saos sambal atau bumbu lainnya.

<a href="http://pertaniandanpeternakanku.blogspot.com/">Menu Kerang Darah</a>

Paling Disukai

"Kerang darah merupakan kerang yang paling disukai konsumen dan banyak diminta pengusaha restoran," kata Samin B.K., pemasok dan pengumpul kerang dari Desa Rawameneng, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang. Disebut kerang darah, karena dagingnya merah seperti darah. Rasanya lembut, gurih, tak ada rasa kersik seperti ada pasir yang banyak terdapat pada kerang jenis lainnya.

Sayangnya kerang darah hanya tersedia musiman, karena merupakan hasil tangkapan dari alam. Kalau sedang banyak, kerang itu tersedia amat banyak. Kalau sedang tak ada, sulit dicari.

Diganti yang lain

Kerang darah mutu super banyak dicari orang yang betul-betul mengerti kerang, karena rasanya yang lezat. Kerang ini mudah dikupas kalau direbus pasti membuka cangkangnya.

Kalau persediaan kerang darah, sedang kosong, pengusaha restoran sering mengganti kerang darah dengan kerang bulu bulat atau kerang bulu mencos, yang ukuran kerangnya setara atau bahkan lebih besar daripada kerang darah mutu super yang panjangnya sekitar 3-6 cm. Kerang pengganti itu rasa dagingnya tidak selezat daging kerang darah.

Harga kerang darah paling tinggi dibandingkan kerang lainnya. Alasannya kerang darah memang lebih enak rasanya dibandingkan jenis kerang lain. Kerang darah memiliki daya tahan hidup yang tinggi. Kerang darah kuat hidup sampai tiga hari, tapi kerang lain daya tahan hidupnya sangat rendah, cuma sekitar satu hari. Dengan demikian risiko ruginya tinggi, bila kerang lain itu tidak terjual hari itu juga.

Budidaya Kerang Darah


Kerang Darah ini mulai dibudidayakan petani tambak di Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu. Media budidaya peternakan Kerang Darah yang dilakukan warga setempat adalah lahan tambak. Untuk membudidyakaan 1 hektar Kerang Darah  diperlukan sekitar 2 ton bibit Kerang Darah yang banyak dijual warga sekitar.

Menurut Dartim, 48 warga Kecamatan Cantigi, budidaya Kerang Dara hingga dipanen membutuhkan waktu selama 5 bulan. Bibit Kerang Dara yang semula bobotnya hanya 2 ton dilahan tambak, setelah dibudidaya beratnya mencapai 6 hingga 8 ton dengan harga penjualan yang bervariasi sekitar antara Rp8 ribu hingga Rp12 ribu per Kg.


Selama melakukan budidaya kata Dartim bibit Kerang Darah itu mencari sumber makanan sendiri dari plankton-plankton yang terbawa masuk air laut. Oleh karena itu selama melakukan budidaya Karang Darah, petani tambak tidak perlu menyiapkan  pakan lagi.

Selain tak perlu menyiapkan pakan, resiko kematian bibit Kerang Darah selama dalam proses budidaya itu  sangat kecil. “Pokoknya nyaris tidak ada seekor pun Kerang Darah yang mati karena misalnya rebutan pakan atau dimangsa hewan lain,” katanya.

Lihat juga : - Rahasia Kecantikan Gadis Priangan                      - Biawak Batik dari Irian                      - Sayuran Jepang di Indonesia                      - Sayuran Mencegah Kanker


Budidaya Kerang Darah di Indramayu diakui belum banyak dilirik petani tambak. Selama ini warga mencari bibit Kerang Darah disekitar Laut Cantigi dan hasilnya dijual ke tengkulak untuk dipasarkan kembali kepada para petani tambak di daerah Losari, Kabupaten Cirebon.

Kini bibit Kerang Darah itu tidak perlu harus dijual ke luar daerah. Karena warga Indramayu pun sudah mulai menggandrungi menanam bibit Kerang Darah. 

Pemasaran Kerang Darah tidak sulit karena banyak bakul yang memburu dan memasarkannya ke pasar-pasar tradisionil. Baik pasar tradisionil yang ada  di sekitar Indramayu maupun diluar Indramayu. Cantigi (Tabir)  Potensi hasil perairan laut Indramayu sangat luar biasa, salah satunya adalah kerang.

Selain banyak mengandung protein yang tinggi, kerang juga banyak diminati orang karena kelezatan rasanya. Belum lama ini Ketua Srikandi Pemuda Pancasila, Ida Nuryani beserta suami, Syaefudin yang juga anggota DPRD Kab Indramayu melakukan terobosan baru untuk pembesaran kerang darah di wilayah perairan laut Cantigi Kabupaten Indramayu.

Selama ini petani dari wilayah perairan Cantigi hanya menyediakan bibit kerang darah, namun tidak pernah melakukan pembesaran bibit kerang tersebut. Para petani hanya menjual bibit kerang ke luar Kabupaten Indramayu, seperti ke daerah Losari dan Cirebon. Bahkan tak jarang juga para petani tersebut merasa kesulitan dalam penjualan bibit kerang.

Melihat dari kesulitan para petani tersebut, Ida mencoba untuk dapat melakukan pembesaran kerang di wilayah Indramayu sendiri. Selain pangsa pasar yang mudah untuk menampung hasil penjualan, kerang juga sangat mudah untuk dibesarkan dengan minimnya resiko tingkat kematian tanpa harus memberi pakan kerang-kerang tersebut.

“Kenapa para petani harus menjual bibit kerang ke luar Indramayu, kenapa kita tidak membesarkannya sendiri?” Apalagi cara pembesaran kerang sangat mudah dan tidak membutuhkan biaya banyak. Keuntungan juga lebih besar dibandingkan hanya menjual bibitnya saja. Demikian yang disampaikan Ida kepada Tabir.

Sama halnya yang disampaikan Syaefudin, bahwa lahan tambak di wilayah Indramayu sangat memungkinkan untuk melakukan pembesaran kerang darah. Kita mencoba untuk melakukan budidaya kerang karena melihat potensi pasar yang luar biasa.

Syaefudin menambahkan, selain tingkat kematian yang sangat kecil juga pembesaran kerang tidak menuntut teknologi tinggi. Dalam jangka waktu 4-5 bulan kerang dapat dipanen, tanpa harus diberi pakan.

Karena kerang-kerang tersebut hanya memakan plankton-plankton yang ada di dalam tambak tersebut. Break event point juga lebih tinggi dari menanam bandeng atau udang, dan salah satu yang jadi semangatnya adalah pangsa pasar yang cukup terbuka.

Pembesaran kerang dapat dilakukan dengan menyediakan tambak di dekat perairan laut, agar air laut dapat keluar masuk kedalam tambak. Dengan lahan seluas 1 ha, dapat ditanam 2 ton bibit kerang. Dalam jangka 4-5 bulan kerang dapat dipanen dengan jumlah tonase dan keuntungan yang berlipat.

Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat

Wednesday, March 26, 2014

Solusi Pakan Udang dengan ' Pengawetan ' Plankton

pertaniandanpeternakanku.blogspot.co.id

Kalau Artemia salina sebagai pakan udang alami terbaik sudah bisa dibudidayakan di Indonesia, bagaimana dengan penyediaan plankton sebagai pakan larva udang? Laju pencemaran yang semakin pesat sangat mengancam ketersediaan plankton di alam.

Solusi Pakan Udang

Pakan Udang Alami

Walaupun pakan buatan semakin banyak beredar di pasaran dan produsen berebut untuk mengklaim bahwa produk-nyalah yang terbaik, pakan alami tetap mutlak dibutuhkan. Tanpa pakan alami yang mencukupi dalam jumlah, ukuran dan mutu, larva udang yang dipelihara di tambak tidak mungkin hidup normal.

Selain itu, kandungan protein, lemak dan asam tak jenuh pakan alami cukup tinggi. Jadi wajar bila ingin berproduksi optimal dengan mutu baik, perusahaan tambak tergantung pada penyediaan pakan alami. 

Sesuai dengan siklus hidup udang di alam, pada masa-masa awal kehidupannya, larva udang memangsa diatomae seperti Skeletonema sp., Chaetoceros sp., dan Thallassiosia sp. Menjelang berubahnya larva menjadi pasca-larva, untuk mengganti diatomae ia sudah bisa mengkonsumsi Nauplius artemia.

Kultur murni

<a href="http://pertaniandanpeternakanku.blogspot.com/">Skeletonema sp.</a>
Skeletonema species

Keterbatasan serta biaya investasi yang besar untuk pembangunan sarana budidaya plankton mendorong Sub Balitkandita Gondol mengembangkan teknik 'pengawetan' plankton melalui penelitian dan pemantauan yang terus-menerus. Kultur murni Skeletonema sp. produksi Sub Balitkandita ini sekarang telah dimanfaatkan oleh sekitar 90% perusahaan tambak udang di Jawa Timur dan Bali.

Banyak manfaat yang akan didapat dari usaha 'pengawetan' plankton melalui kultur murni. Kultur murni plankton dapat tersedia setiap waktu tanpa mengenal musim. Dengan demikian tambak tidak lagi tergantung pada pasokan alam yang rentan terhadap pencemaran dan penyakit.

Tersedianya plankton juga akan mengatasi masalah biaya operasional tambak dan kekurangan tenaga ahli dalam menangani kultur plankton. Kultur murni yang mempunyai masa simpan lama merupakan langkah awal bagi konservasi plasma nutfah bahari. Upaya ini membuka pintu bagi pelestarian plankton yang mulai langka.

Selain manfaat di atas, penelitian ini juga menjadi ajang bagi para peneliti untuk mengembangkan keterampilan dalam teknik perpanjangan usia simpan plankton untuk kebutuhan tambak. Dalam bentuk kultur murni, plankton dapat hidup bertahun-tahun.

Lihat juga : - Rahasia Kecantikan Gadis Priangan
                      - Biawak Batik dari Irian
                      - Prospek Merpati Potong Sebagai Bisnis Yang Menguntungkan
                      - Solusi Telur Lele dengan Batu Bata

Cara - cara 'Pengawetan'

Skeletonema sp,. biasanya langsung diambil di alam dengan menggunakan plankton net. Hasilnya langsung dikultur secara massal dan siap digunakan sebagai pakan larva. Dengan cara ini, plankton hanya mampu hidup selama 2-3 minggu, karena saringan juga membawa kontaminan, kotoran, maupun mikro organisme pengganggu lainnya.

Nah, untuk memperpanjang usia plankton inilah perlu dilakukan pemurnian dan 'pengawetan'. Langkah yang dilakukan dalam 'pengawetan' plankton ialah sterilisasi peralatan dan air, pembuatan pupuk, dan 'pengawetan'. Sterilisasi alat yang terdiri dari tabung reaksi, erlenmeyer, gelas labu, pipot, dan petridish, dilakukan dengan mencuci lalu memanaskan pada suhu 110-120˚ C selama 30-40 menit.

Sedangkan air disaring dengan catridge filter (0,45-1,0 mikron) lalu disinari dengan ultraviolet. Salinitanya diturunkan sampai 2-4 ppt dengan cara penambahan akuades. Sedangkan media disterilkan dengan suhu 110-120˚ C selama 20-30 menit, lalu didinginkan.

Plankton selanjutnya dipisahkan dengan cara pemanfaatan pipa kapiler melalui isolasi pada media agar dan pengenceran beberapa kali untuk menghilangkan kontaminan, hingga didapatkan plankton yang diinginkan.

Untuk 'pengawetan', lama penyimpanan tergantung dari metoda yang dipakai. 'Pengawetan' dengan media agar dapat mempertahankan usia plankton sampai 3-4 bulan, sedangkan jenis Skeletonema sp. yang selnya berbentuk rantai hanya bertahan 1 bulan. Dengan demikian inokulasi ke media agar yang baru harus dilakukan tepat pada waktunya.


Sedangkan pengawetan dengan media cair dapaat mempertahankan usia plankton 1 bulan dalam tabung reaksi atau erlenmeyer tanpa aerasi. Plankton juga dapat dikeringkan dengan menggunakan dry freezer sebagai cadangan bila plankton hidup tidak tersedia. Biaya untuk itu juga tidak mahal.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat bagi anda dan mungkin juga orang  lain, silakan di share dan jangan lupa sertakan alamat website kami.

Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus

Wednesday, March 19, 2014

Prospek Merpati Potong Sebagai Bisnis Yang Menguntungkan

pertaniandanpeternakanku.blogspot.co.id

Prospek Merpati Potong Sebagai Bisnis Yang Menguntungkan. Merpati potong bisa menjadi bisnis yang menguntungkan karena, bisa dijadikan alternatif penghasil daging unggas baru, setelah ayam dan itik. Jika ayam broiler membutuhkan masa pemeliharaan minimal 42 hari, merpati cukup 28 hari untuk jadi unggas yang siap potong.



Jenis  Merpati

Ada beberapa ras merpati yang bisa dikembangkan jadi unggas penghasil daging, karena ukuran badannya yang besar dan pertumbuhannya yang pesat ketika masih muda. Ras itu antara lain Pomerian Crooper (624-734 gram), Polish Lynx (600 gram), Lahore (480-510 gram), English Terrier (570-660 gram), Florentine (500-800 gram), Carneu (660-740 gram), Swiss Mondaine (840-900 gram), French Mondaine (780-900 gram) dan King (850-1.000 gram). Ras lain yang potensial dikembangkan jadi unggas pedaging adalah Jewel Mondaine, Carneau, Giant Runt, Gazzi, dan Modena.

Merpati lokal (250-300 gram) yang banyak dipelihara penduduk di negeri kita sebagai butung 'gaburan' (balap terbang), kurang layak dijadikan bisnis yang menguntungkan karena bila dijadikan unggas pedaging ukurannya terlalu kecil. Diantara macam-macam ras merpati itu, yang telah dikembangkan sebagai merpati potong di Indonesia adalah King. Merpati ini hasil persilangan antara Homer, Duchess, Maltese, dan Runt. Warna bulu putih, silver, merah, kuning, hitam dan sebagainya. Merpati ini tergolong merpati pedaging yang paling baik, karena memiliki daging dada yang tebal.

Pemeliharaan merpati untuk peternakan maupun hobi membutuhkan tempat yang sederhana, yaitu kandang atau sangkar terbuat dari kawat atau kayu. Dapat juga digunakan kandang baterai berukuran 60 cm x 40 cm x 50 cm untuk sepasang merpati. Bagian dalamnya dilengkapi sarang untuk bertelur, tempat makan dan minum.

Masing-masing ras merpati memiliki usia dewasa kelamin berbeda-beda, dan pada umumnya baru bisa dikawinkan pada usia 5-8 bulan. Ras Homer tepat dikawinkan setelah berusia 5-6 bulan, King dan Mondaine pada usia 6-7 bulan, dan Runt pada usia 8 bulan. Kalau pemeliharaannya baik, pasangan merpati itu akan produktif berkembang biak sampai 3-4 tahun. Pasangan yang bagus dapat menghasilkan 10-14 ekor merpati muda per tahun. Kalau pengelolaannya diintensifkan, paling banyak dapat dihasilkan 24 ekor merpati muda per tahun.

Merpati bertelur cuma 2 butir per periode. Telur dierami selama 18-19 hari. Setelah menetas anak disuapi oleh induknya. Karena pembesaran anak langsung diasuh oleh induknya, merpati tidak membutuhkan lampu penghangat seperti halnya yang terdapat pada pemeliharaan ayam dan itik.

Ketika anak merpati umur 2-3 minggu, induk betina mulai bertelur lagi. Pemberian makan selanjutnya diserahkan pada induk pejantan. Umur 4 minggu anak merpati sudah bisa dipanen sebagai merpati potong. Saat itu bobot anak merpati King telah mencapai 460-690 gram per ekor. Bobot karkas yang dikonsumsi 60-70% , dan biasanya dijual dalam bentuk karkas beku berbobot 400-580 gram per ekor.

Konsumen menyebut karkas anak merpati itu squab. Kualitanya dibedakan tiga kelas, yaitu Super (580 gram per ekor), I (470 gram per ekor), dan II (400 gram per ekor). Kalau dipelihara lebih lanjut, anak merpati bisa mengurus dirinya sendiri setelah umur 6-7 minggu. Setelah itu anak mutlak harus dipisahkan ke luar kandang, agar tidak mengganggu kegiatan induknya.

Lihat juga : - Rahasia Kecantikan Gadis Priangan
                      - Biawak Batik dari Irian
                      - Solusi Pakan Udang dengan ' Pengawetan ' Plankton
                      - Solusi Telur Lele dengan Batu Bata

Untuk Menjadi Bisnis yang Menguntungkan diperlukan Pemeliharaan dan Pengelolaan yang baik

Pengelolaan merpati potong sehari-hari tidak sulit seperti ayam ras. Yang penting unggas itu tercukupi kebutuhan pakan dan minumnya, serta terjaga kebersihan kandang dan lingkungan sekitarnya. Itulah hal yang sederhana yang perlu kita perhatikan agar bisnis kita menjadi  menguntungkan nanti. 

Kebutuhan pakan merpati dewasa rata-rata 75 gram per ekor per hari, sedangkan merpati muda rata-rata 50 gram per ekor per hari. Kalau anda memelihara 100 pasang induk merpati potong, setiap harinya diperlukan persediaan pakan 15 kg. Kebutuhan air minumnya tak terbatas, setiap saat harus tersedia.

Merpati sangat menyukai biji-bijian seperti jagung, padi, sorgum, cantel, kacang hijau, kedelai, jewawut, kacang tanah dan kurang menyukai pellet. Namun justru paling praktis menggunakan pakan pellet, karena semua unsur kebutuhan gizinya tercukupi. Merpati yang diberi pakan pellet lebih cepat besar dibandingkan yang diberi pakan biji-bijian.

Yang diberi pakan pellet dapat bertelur kembali setiap 45 hari, sedang yang diberi pakan biji-bijian setiap 50 hari. Jika menggunakan biji-bijian, pakannya dapat terdiri dari 50% jagung, 35% beras, 10% jewawut, 5% kacang-kacangan dalam bentuk butiran pecah, ditambah grit - terutama menjelang bertelur.

Jika menggunankan campuran biji-bijian dan pellet, pakannya dapat tersusun dari butiran 50% jagung pecah, 48% pellet, ditambah 2% tepung kulit kerang, dan premix. Pakan merpati potong rata-rata mengandung protein 14-15%, karbohidrat 60-70%, lemak 2-5%, dan serat kasar maksimal 5%. Untuk menghasilkan 500 gram karkas merpati diperlukan 3,2-3,6 kg pakan. Untuk menghasilkan sepasang induk merpati siap telur diperlukan 26 kg pakan terhitung sejak burung masih piyik.

Merpati potong relatif tahan terhadap penyakit dibandingkan ayam ras, karena kondisi fisiknya lebih kuat. Beberapa penyakit menular yang dapat menyerang merpati antara lain snot ( pilek), cacar (difteri), koksidiosis dan cacingan. Penyakit itu dapat dicegah melalui sanitasi kandang dan lingkungan sekitarnya, pemberian pakan bermutu yang mencukupi, dan ventilasi kandang yang memadai.

Untuk memulai peternakan merpati potong sebagai bisnis yang menguntungkan buat kita nanti, tidak harus langsung besar, kita bisa memulai sebagai pemula dahulu.
Sebagai pemula, berapa pasang yang harus dipelihara? Hal itu sangat tergantung pada kemampuan anda dalam menguasai teknologi budidaya, manajemen usaha, dan peluang pasarnya.

Pertanian dan peternakankuProspek Merpati Potong Sebagai Bisnis Yang Menguntungkan

Untuk memulai dengan jumlah yang pasti diperlukan riset pasar dan kelayakan usaha, agar jangan sampai kelak setelah bersusah-payah memproduksi merpati potong itu tak bisa dijual atau harganya turun drastis.Kalau sekadar untuk hobi, Anda bisa memulainya dulu dengan 5-10 pasang. Tujuan pemeliharaan untuk percobaan, dan mengenal sifat-sifat merpati itu lebih mendalam. Kalau berhasil, baru dikembangkan pemeliharaanya sesuai permintaan pasar.

Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat.
Sumber : Majalah Trubus