Showing posts with label Tambah Pengetahuan. Show all posts
Showing posts with label Tambah Pengetahuan. Show all posts

Thursday, February 6, 2025

Redam Kanker Serviks Dengan Khasiat Kunir Putih

Khasiat Kunir Putih Manfaat dan Obat Alami Kanker Serviks


Ny. Anita, sebut saja demikian, tak pernah tenang. Sudah sekitar 1,5 tahun ini ia menderita pendarahan terus menerus. Darah berhenti selama 2-3 hari saja, sesudahnya akan keluar lagi. Dokter telah lama mendiagnosa penyakitnya. Menurut dokter yang praktek di sebuah rumah sakit di Surabaya, Anita menderita kanker serviks atau leher rahim. Ironisnya lagi, kanker yang diidapnya sudah taraf stadium III. Sehingga tak ada kata lain selain operasi pengangkatan kanker.

Mendengar vonis tersebut, tentu saja Ibu berumur 40 tahunan ini makin gundah. Ia membayangkan sejuta penderitaan yang bakal dilaluinya. Tak ayal ia langsung memutuskan untuk tak menjalani operasi. Dengan keputusan itu, ia pasrah menjalani segala penderitaan fisik yang bakal dihadapi.

Anita membaca rubrik tanaman obat di suatu majalah yaitu Cara Mencegah Kanker Serviks dengan Obat Alami Kanker Serviks. Sesaat timbul secercah harapan untuk kesembuhannya. Berbekal surat, ia mengutarakan segala keluhan penyakitnya. Mulai dari awal gejala hingga kondisi terkhirnya.

Khasiat Kunir Putih (Darah berhenti)

Tak lama ibu yang tinggal di daerah Surabaya tersebut mendapat balasan. Anita mendapat kiriman sejumlah bungkus berisi obat. Ada dua jenis. Jenis Pertama berisi bubuk temu putih yang dikonsumsi 2 kali sehari. Bungkus lain berupa campuran jadam arab dan sambiloto.

Setelah mengkonsumsinya selama satu bulan, ternyata hasilnya di luar dugaan. Pendarahan yang dialaminya perlahan mulai berkurang dan akhirnya berhenti sama sekali. Melihat kondisi yang semakin membaik, semangat hidupnya bangkit kembali. Tak terbayang betapa gembiranya hati Anita.

Karena itu, ia berencana untuk meneruskan pengobatan cara ini secara lebih serius. Dalam waktu dekat ia berencana untuk berkunjung langsung ke rumah sakit. Terutama menghilangkan keberadaan kanker di leher rahim.

Selain Anita, pengalaman yang hampir sama dialami Rosdian. Awalnya, Ibu yang tinggal di bilangan Kejayan, Yogyakarta ini menderita kelainan lantaran datang bulan tak teratur. "Terkadang satu bulan bisa beberapa kali atau tidak sama sekali", jelasnya. Setelah dilakukan pemeriksaan lewat ultrasonografi (USG), dokter mengatakan adanya kista di rahim Rosdiana. "Ia menganjurkan untuk dilakukan operasi pengangkatan kista," kata Ibu berputera 3 itu.

Untuk keputusan yang satu ini, Rosdiana berpikir seribu kali. Untung saja seorang teman dekatnya memberitahu khasiat kunir putih - yang sering disebut kunir putih. Tak lama ia membeli sejumlah rimpang temu. Sebagian dikonsumsi, sisanya diperbanyak dan ditanam di kebun.

"Dalam sehari saya melalabnya sebanyak satu jempol," kata Rosdiana. Dua bulan kemudian, ia mendatangi sang dokter untuk diperiksa ulang. Setelah melihat hasil USG, dokter menyatakan keheranannya. Kanker Serviks (Kista) yang terdapat di rahim tak berkembang lagi dan makin mengecil. Kini ia makin rajin melahap kunir putih, dan berharap kesembuhan total.

Manfaat Kunir Putih untuk Kanker Serviks (Anti Inflamasi)

"Kunir putih memang banyak saya resepkan untuk pengobatan di daerah leher rahim dan kelamin wanita," jelas dokter. Tanaman yang bernama Curcuma zedoaria memang memiliki sejumlah khasiat. Salah satunya bersifat antiinflamasi (antiperadangan).

Dalam kasus kanker, ada indikasi terjadinya peradangan lantaan aktivitas sel kanker masuk ke dalam jaringan lewat pembuluh darah. Kondisi tersebut memicu terjadinya perdarahan dan infeksi. Temu putih yang mengandung cineole camphane, zingiberene, borneol, camphor, curcumin, resin dan tepung ini masuk ke dalam tubuh dan bekerja menghentikan peradangan.

Dokter Setiawan Dalimartha membenarkan khasiat temu putih sebagai antikanker. Dokter sekaligus pakar obat ini mengungkapkan, temu putih bekerja melancarkan sirkulasi darah, antiradang dan bersifat fibrinolitik (menghancurkan bekuan darah). "Di Cina sudah lama digunakan untuk pengobatan kanker serviks dan vulva," tambahnya.

Pernyataan tersebut makin kuat, seperti yang tertulis dalam buku Chinese Medical Herbs of Taiwan. Kunir Putih (Temu putih) memang telah lama dipercaya untuk mengatasi kanker serviks, kanker vulva, nyeri sewaktu haid dan tidak dapat haid. Bahkan tanaman itu bisa meningkatkan efek mematikan sel kanker ketika dilakukan radioterapi dan kemoterapi.

Ditulis, untuk mengatasi kanker serviks, temu putih diinjeksi sebanyak 10-30 ml. Pemberiannya di seputaran daerah yang terserang sebanyak satu kali dalam sehari. Hasilnya, jaringan kanker akan makin menciut dan hilang. Saking populernya, dalam pengobatan Cina tanaman ini dipatenkan dengan nama Leilipien dan Pao Kwun Tan.

Menurut Andrew Chevallier Mnimh, hebalis asal London dalam zedoary (sebutan populer di luar negeri) terkandung curcumol dan curdione yang berkhasiat sebagai antikanker. Tak banyak kanker beberapa tipe tumor juga bisa diatasi dengan tanaman keluarga jahe-jahean ini.

Cara Mencegah Kanker Serviks (Sosok Tanaman)

Jika melihat sosoknya, maka selintas mirip dengan temu umumnya. Diterangkan dalam buku Tumbuhan Obat Famili Zingiberaceae, C. zedoaria merupakan tanaman semak berumur tahunan. Ia berumbi batang dan batang semunya membentuk kelopak daun yang berpadu. Tingginya bisa mencapai 2m. Kunir Putih (Temu putih) tidak tumbuh merumpun, tetapi hanya memiliki beberapa kokok batang yang tumbuh jarang.

Hampir mirip dengan sosok temulawak, daunnya tampak melebar. Bentuknya bulat telor dan memanjang. Panjangnya sekitar 30cm - 60cm. Permukaan daun terlihat licin dan tidak berbulu. Warnanya didominasi hijau. Uniknya di seputaran tulang daun bagian tengah sampai pangkal daun berwarna ungu kemerahan.

Dari referensi yang diberikan Setiawan, rimpang berupa umbi batang, berbentuk gendut, membulat, dan mudah dipatahkan. Di sekelilingnya dipenuhi oleh akar besar yang kaku dan jarang. Percabangan rimpangnya banyak. Warna rimpang putih pucat. Rasanya pahit dan pedas menyengat.


Terima Kasih telah berkunjung
Semoga bermanfaat

                                                                                                                Sumber : Majalah Trubus

Saturday, January 10, 2015

Cara Membuat Bubuk Sari Buah Jeruk

Cara Membuat Bubuk Sari Buah Jeruk - Pertanian dan peternakanku -


Tidak sembarang buah jeruk bisa diolah menjadi bubuk sari buah. Buah harus disortir, pilih yang betul-betul bagus, lebih sip kalau dipergunakan buah jeruk masak dari pohon. Buah dipetik, langsung diolah !

Selain dimakan dalam bentuk segar, buah jeruk banyak juga yang dinikmati orang dalam bentuk yang sudah diola. Jeruk manis, lemon, dan grapefruit misalnya, lebih praktis dan nikmat rasanya kalau diminum dalam bentuk sari buah.

Sari buah segar yang diminum langsung setelah buah jeruk diperas, biasanya masih harus diseduh dengan air, ditambah gula dan es dulu untuk memperoleh rasa asam - manis segar yang diinginkan.

Sari buah jeruk siap dihidangkan
Tapi banyak juga buah jeruk yang diolah menjadi sari buah awetan. Sari buah awetan yang siap minum, biasanya mengandung kadar gula antara 10-15 %, dengan derajat keasaman (pH) antara 3-4. Biasanya dihidangkan dalam botol, atau dikemas dalam kotak kertas berlapis plastik yang tidak tembus air.

Sari Buah Jeruk Bisa Dibuat Serbuk


Sari buah jeruk bisa juga diawetkan dalam bentuk serbuk. Ini memang lebih praktis disimpan, dibanding sari buah cair, karena lebih menghemat tempat. Selain itu juga jauh lebih tahan lama disimpan, kalau cara penyimpanannya baik dan memenuhi syarat. Kalau hendak diminum, tinggal dituangi air dengan perbandingan 1 : 1. Tapi ada juga yan boleh diseduh dengan air saja, tanpa ditambah apa-apa lagi, karena serbuk sari buah itu sudah dicampur dengan gula halus.

Bagaimana cara membuatnya?


Tidak sembaran buah jeruk bisa diolah menjadi bubuk sari buah. Diperlukan buah jeruk yang betul-betul sehat, dan tidak cacat. Paling bagus ialah buah yang ketika dipanen kadar gula dan asamnya paling tinggi. Ini berarti buah yang memang sudah masak pohon. Jadi nantinya, serbuk sari buah jeruk yang dihasilkan tidak akan pahit rasanya.

Buah jeruk yang akan diolah menjadi sari buah, harus disortir dahulu. Buah yang rusak dan busuk, disingkirkan. Begitu juga yang menunjukkan tanda kurang sehat, berjamur, dan hampir busuk, sebaiknya tidak ikut diolah.
Buah yang telah disortir, selanjutnya dicuci bersih, dengan jalan direndam dalam bak porselin berisi air yang mengandung kaporit 2 gram per meter kubik. Terutama kalau jumlanya banyak. Buah jeruk direndam selama 3 menit, kemudian dibilas dengan air bersih yang mengalir, agar sisa kaporit dan kotoran lain yang melekat pada kulit buah tercuci. Lebih sip lagi kalau proses penyucian ini dikerjakan dengan spraywash, karena proses penyuciannya bisa lebih cepat dan efektif, sedang air cuciannya langsung mengalir turun membawa kotoran.

Dengan dicuci serupa ini, kebersihan kulit akan lebih terjamin. Tanah, pasir, debu dan kotoran lain akan hanyut lenyap. Begitu pula sumber kerusakan dari mikro organisme (bakteri, jamur/cendawan) yang dapat mengakibatkan kebusukan sari buah jeruk yang akan dihasilkan bisa dikurangi.

Setela dicuci bersih, buah jeruk ditiriskan. Bila kulit buah sudah mengering, buah dibelah dua. Sarinya diperas dengan alat pemeras bergerigi. Hasilnya ditampung dalam wadah seperti teko, tapi kalau sudah terkumpul banyak, dituang dalam panci atau baskom yang lebih besar. Bisa juga sari buah jeruk diperas dengan alat (mesin) pengepres. Tapi ini baru bisa dilakukan, kalau buah  sudah dikupas kulitnya bersih-bersih, dengan pisau tahan karat.

Sari buah yang diperoleh ini, sebetulnya masih kasar, karena masih tercampur dengan serat dan biji. Untuk mendapatkan sari buah yang lebih murni, sari buah kasar ini masih harus disaring dulu. Untuk menyaring, sari buah kasar ini dicampur dulu dengan air masak yang telah didinginkan, perbandingan 1 : 1. Setelah diaduk rata, barulah disaring dengan saringan kasar (terbuat dari kain kelambu) dan diperas. Sisa yang tertinggal dalam kain penyaring berupa biji dan serat.

Sari buah jeruk ditiupkan airnya


Sari buah itu selanjutnya dituang rata dalam wadah dangkal tahan karat, yang permukaanya luas, untuk menguapkan kadar airnya. Penguapan dilakukan dalam ruangan hampa udara, agar prosesnya berlangsung dalam suhu rendah, sehingga aroma, rasa dan warna alami bubuk sari buah jeruk nantinya tidak rusak.

Penguapan berlangsung dalam ruangan bertekanan kurang lebih 15 kg/cm persegi atau 15 atmosfir, dengan titik didih penyulingan antara 35 derajat sampai 45 derajat celsius. Dengan penguapan "dingin" dalam ruangan hampa ini, 4/5 bagian air yang terdapat dalam sari buah jeruk bisa teruapkan.

Sebaiknya 10 persen air dari hasil penyulingan dikembalikan lagi pada sari buah pekat yang dihasilkan, untuk menjaga agar aroma buah jeruk tidak lenyap. Sari buah pekat selanjutnya didinginkan dan dibiarkan mengendap dalam ruang pendingin selama 3 hari. Suhu ruangan yang diperlukan adalah 0 derajat celsius. Setelah mengendap, sari buah diambil, sedang endapan kotor dipisahkan, tidak ikut diproses lebih lanjut.

Cairan kental yang telah bersih, selanjutnya didinginkan dalam lemari pendingin yang bersuhu antara 5 - 10 derajat celsius selama 3 hari. Baru kemudian diuapkan dalam lemari pengering pada suhu sekitar 50 derajat celsius. Pengeringan berlangsung sampai cairan dalam wadah menjadi kering dan padat.

Selanjutnya padatan sari buah kering berupa lempengan ini digiling atau ditumbuk menjadi serbuk yang halus. Kalau perlu, serbuk yang diayak dengan penyaring halus. Setelah diperoleh sari buah serbuk yang diharapkan, dapat dilakukan penambahan gula (berupa tepung yang sudah halus pula) sebanyak 1-2 kali berat serbuk sari buah jeruk murni. Jadi kalau akan diminum nanti (setelah diencerkan kembali dengan air), akan diperoleh cairan sari buah total yang mempunyai kadar gula sebanyak 10-15 persen.

Sebelum dipak dalam kantong pembungkus, kerapkali oleh produsen ditambahkan essence jenis jeruk yang bersangkutan kepada serbuk sari buah jeruk yang dihasilkan. Maksudnya untuk mempertajam aroma dan rasa yang tetap merangsang, meskipun bubuk sari buah itu nanti diencerkan kembali sebagai minuman. Essence jeruk berupa hesperidin dan sejenis minyak pengharum yang sangat spesifik aromanya.

Pengepakan dan penyimpanan serbuk sari buah jeruk ini bisa langsung dalam botol yang bersih dan steril, bisa juga dalam kaleng atau botol plastik yang baik mutunya. Penutupan tidak perlu pasteurisasi atau sterilisasi seperti pada bahan makanan awetan lain, karena dengan tingkat keasaman yang tinggi dan kadar air yang sangat rendah (dibawah 8 persen), jasad renik perusak akan sukar tumbuh dan berkembangbiak pada serbuk sari buah jeruk. Tentu saja ruang penyimpanan juga harus memadai. Bersih, kering dan bagus perawatannya.

Terima Kasih Atas Kunjungannya dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus


Friday, January 9, 2015

Budidaya Tanaman Tomat Sistem Hidroponik

Budidaya Tanaman Tomat Sistem Hidroponik. Ini cara bertanam tanpa tanah yang sedang populer saat ini. Mengurusinya lebih repot, karena hidroponik memerlukan  penangan yang sama sekali berbeda dengan cara bertanam dengan mediun tanah. Tetapi ada cara yang cukup sederhana, untuk menanam tomat hidroponik.

Budidaya Tanaman Tomat Sistem Hidroponik


Medium hidroponik yang ingin di anjurkan kali ini adalah pasir, yang harus dicuci bersih dulu, dan disterilkan dengan memasaknya bersama air dalam drum, sampai air mendidih. Kemudian pasir steril ini dimasukkan dalam kantong plastik hitam berukuran tinggi 50 cm dan garis tengah 30 cm. Kantong hitam ini untuk menjaga agar cahaya matahari jangan menimpa akar tanaman.

Sebelumnya dasar pot plastik diberi lubang-lubang untuk pembuangan air. Sebelum diberi pasir steril terlebih dahulu kita memasukkan ijuk sebagai filter. Di atas ijuk baru kita memasukkan asir setinggi 4 cm. Supaya tanaman tidak terlalu berdesakan, satu pot hanya boleh ditanami satu bibit tomat saja.
Pot-pot plastik ini ditaruh diatas bedengan yang bersih dari rumput dan tumbuhan lain. Bedengan ini kita tutup dengan plastik hitam yang agak tebal untuk mencegah penularan penyakit berasal dari tanah. Di atas lembaran plastik ini ditaruh pengganjal kantong plastik berisi tanaman tomat. Barisan pot dilindungi dengan atap peneduh plastik, yang berguna untuk mencegah sinar matahari yang berlebihan, dan dapat pula mencegah penguapan air dari daun dan permukaan asir tempat tumbuh tanaman.

Tomat hidroponik harus kita beri nutrien (zat makanan) berupa garam pupuk yang dicampur dalam air untuk memudahkan penyerapan oleh akar. Banyak rumus yang diberikan oleh ahli hidroponik untuk membuat nutrien bagi tanaman tomat. (lihat tabel).

Larutan utama yang mengandung unsur hara makro
Garam Pupuk
Garam/Liter
Monopotasium Phosfat (KH2PO4)
Potasium Nitrat (KNO3)
Kalsium Nitrat (Ca = NO3)
Magnesium Sulfat (MgSO4)
Besi Sulfat (Fe SO4)
0,14
0,55
0,88
0,71
1,2
Larutan utama diberikan setiap hari kecuali besi diberikan hanya satu atau dua kali dalam seminggu.

Larutan cadangan yan mengandung hara mikro
Garam Pupuk
Garam/Liter
Asam Borat (H3 BO3)
Mangan Khlorid (Mn C12)
Zinc Sulfat (Zn SO4)
Copper Sulfat (Cu SO4)
Asam Molidbat (H2 MO4)
2,86
1,81
0,22
0,08
0,02
Resep larutan cadangan ini harus selalu disertakan pada saat penggunaan larutan utama di atas
Cairan nutrien ini disiramkan setiap hari, sambil diperhatikan kebersiannya disamping itu tentu saja kita harus rajin-rajin memegang pinset dan mencari satu demi satu ulat, semut merah atau hama lain untuk segera disingkirkan. Ketekunan ini akan membuat kita menarik napas lega jika kemudian kita melihat buah tomat kita bermunculan.

Terima Kasih Atas Kunjungannya dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus

Wednesday, January 7, 2015

Merangsang Ikan Hias Maskoki Agar Bertelur

Ikan Maskoki anda enggan bertelur? Padahal akuarium dan ikannya sudah baik dan benar?
M. Sueh Ismail mempunyai cara sederhana tapi cespleng untuk memaksa ikan hias maskoki yang malas segera bertelur.

"Caranya memang sederhana, dan selalu berhasil saya lakukan," begitu kata peternak ikan hias maskoki dari Ciganjur, Jakarta Selatan ini. Ia memasukkan induk maskokinya ke dalam kantung plastik berukuran 40 x 60 cm yang sudah diisi air bersih seperempat bagiannya. Plastik ini kemudian diikat dengan karet, dan dibiarkan selama 12 jam.

Selama disekap, kondisi maskoki dipantau terus. Jika kelihatan agak teler, airnya diganti dengan yang bersih dan sudah diinapkan semalam. Plastik lalu diikat kembali dengan karet. Dengan kondisi yang sungguh tidak enak ini, induk ikan dikuruskan dan boleh dikatakan disuruh takut mati.

Ikan yang panik menghadapi maut, dirangsang untuk meninggalkan keturunan. Kita lalu boleh berharap besar, bahwa keesokan harinya maskoki mau memijah ketika dilepas kembali ke kolam pemijahan. Suasana baru setelah menjalani sekapan tadi mendorong ikan hias maskoki untuk memijah, dalam rangka meninggalkan keturunan itu.
Berulang kali M. Sueh Ismail membuktikan cara ini. Dan selalu berhasil. Induk ikan hias maskoki jangan diberi makan cacing sutera, karena kandungan lemak cacing itu sangat tinggi. Induk yang kegemukan karena makmur akan malas bertelur. Sebaliknya diberi jentik-jentik nyamuk, sehingga tubuhnya tidak terlalu gemuk dan tidak malas bertelur.
Lihat juga Cara Merawat Hamster atau Budidaya Walet

Terima Kasih Atas Kunjungannya dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus

Tuesday, January 6, 2015

Budidaya Walet, Mengundang Walet ke Rumah Anda

Budidaya Walet, Mengundang Walet ke Rumah Anda. Karena manfaat sarang walet yang besar, kini sarang walet sudah merupakan makanan bergengsi di retoran-restoran yang beken. Maka tak heran kalau sarang burung walet dapat dijadikan sumber penghasilan yang menakjubkan. Dan harganya sungguh fantastis.

Seperti yang dilakukan H. Noor Hamid, pengusaha sarang burung di Sidayu, Gresik, Jawa Timur, Sejak puluhan tahun yang lalu. Bapak haji ini mengusahakan burung yang dulu hanya dapat dijumpai di gua-gua ini menjadi penghuni "gedongan". Tentunya setelah calon rumah walet itu disesuaikan dengan kondisi alami hidupnya.

Burung walet dapat hidup di dataran rendah dengan ketinggian maksimal 1.000 m dpl. Di samping itu, si penghasil sarang ini menghendaki daerah yang dekat dengan sumber air. Dan yang palir penting, banyak burung sriti beterbangan di sekitar lokasi huniannya. Nah, sekarang bagaimana agar walet betah dan mau menghuni rumah Anda?

Bangunan rumah walet


Karena walet pada awalnya berasal dari gua, maka rumah yang akan digunakan sebagai "pabrik sarang burung walet" juga harus disesuaikan dengan suasana gua: gelap, lembap, dan bau. Caranya kayu jati yang akan digunakan sebagai penyangga, lajur, dan langit-langit disiram dahulu dengan air basuhan sarang walet atau campuran telur itik agar tidak memberikan kesan baru.

Hindari lubang dari pohon tinggi yang dapat merintangi jalan
Rumah yang akan ditempati sebaiknya berdinding tembok dengan ukuran 2,5 x 12 x 13 m. Pada dinding bagian atas di buat 2 lubang berukuran 30 x 20 cm yang menghadap ke utara/selatan dan dicat hitam.

Ruangan bagian dalam dikapur putih agar sejuk, sesuai dengan keinginan walet. Suhu yang dikehendaki 26-28˚ C dengan tingkat kelembapan 85 %. Untuk menghindari fluktuasi suhu sebaiknya atapnya menggunakan genting.
Pertanian dan peternakankuBudidaya Walet, Mengundang Walet ke Rumah Anda

Lantai rumah walet hanya disemen saja. Di atas langit-langit diberi jerami setebal 0,5 m, sedangkan pada bagian bawahnya dibuat lajur kayu tempat menenun sarang. Jarak antar lajur 40-60 cm, sedangkan panjangnya disesuaikan dengan ukuran rumah. Agar mudah mengontrolnya, rumah diberi pintu yang selalu harus ditutup dan dipasangi lampu neon di bagian luarnya, jaraknya 10 m dari bangunan dan jangan lupa beri tempayan yang berisi air di dalam ruangan.

Mengundang sriti dan walet


Kegiatan berikutnya adalah mengundang sriti dan walet masuk ke dalam rumah itu. Caranya : jerami yang disiram sedikit air atau ditaburi kotoran burung walet yang dicampur dengan pasir dihamparkan pada lantai rumah. Dinding rumah dilumuri kotoran burung walet setinggi 1,5 m dari lantai. Ada juga yang meletakkan kaser yang mengumandangkan suara burung walet atau sriti.

Bila keadaan dalam rumah itu cocok dengan sifat nalurinya untuk tinggal bersarang di situ, maka akan ada satu-dua burung sriti yang membuat sarang. Burung sriti ini kemudian akan bertambah menjadi puluhan bahkan ratusan.

Mengembangkan walet


Bila tempat yang baru itu sesuai dan cukup aman, sriti-sriti ini akan membuat sarang dan mulai bertelur. Tunggulah sriti ini sampai banyak, setelah itu barulah dilakukan penukaran telur. Telur walet yang sudah berumur 1-4 hari kita pindahkan ke sarang sriti (tiap sarang 2 telur) yang sedang mengeram, sedangkan telur sriti itu sendiri dibuang.

Pemindahan ini dilakukan pada siang hari, di saat sriti sedang keluar mencari makan. Pengambilan atau pemindahan dapat dilakukan dengan mengunakan kertas tisu atau sendok dengan hati-hati dan cepat. Namun Haji Noor hanya menggunakan tangan saja, hasilnya juga memuaskan. "Asalkan tangan dalam keadaan bersih," ujarnya.

Telur walet akan menetas setelah 15 hari kemudian. Walaupun sudah menetes, sriti masih tetap akan memelihara anak walet sampai walet kecil itu dapat terbang dan mencari makan sendiri. Bila tugas sriti sudah selesai, secara otomatis mereka akan menyingkir sendiri, sedangkan anak walet akan kembali ke sarang induknya itu.


Pemeliharaan gedung


Kalau walet sudah mulai kerasan, rumah walet jangan diusik-usik lagi. Biarkan ruangan tetap gelap. Lantai ruangan yang kotor karena kotoran walet tetap dibiarkan, kalau dibersihkan malah akan menggganggu ketenangan burung walet, sebab bau kotoran ini merupakan daya tarik burung walet lainnya untuk tinggal di situ.

Selain itu, perhatikan kelembapan udaranya. Agar tetap terjaga, sebaiknya rumah walet ditengok setiap hari. Jika suhu dan kelembapannya tidak sesuai, maka dinding di sekeliling bangunan dapat di siram dengan air sekitar 1,5 m dari lantai, yang dilakukan pada sore maupun pagi hari. Hindari bangunan terhadap serangan hama dengan membersihkan gedung dari kotoran yang ada di sekelilingnya.

Pemetikan sarang walet


Agar populasi walet berkembang terus, panen tidak boleh dilakukan dengan sembarangan. Pemanenan sarang yang dibuat pada musim hujan ini dapat dilakukan 3 tahap dalam setahun. Pertama, ketika sarang berumur 45 hari, setelah anak walet dapat terbang dan mencari makan sendiri. Kedua, dengan cara rampasan, namun kualitas dari sarang kecil dan tidak seragam karena pada saat itu walet belum bertelur.

Pertanian dan peternakanku - Budidaya Walet, Mengundang Walet ke Rumah Anda

Dan terakhir, jika kita menginginkan walet berkembang biak dengan cepat dan kualitas sarangnya prima, pemanenan dapat dilakukan dengan membuang telur. Sebelum sarang diambil, tepian sarang yang menempel pada kayu disemprot dahulu dengan air, kemudian disayat dengan pisau atau sekrap cat. Jangan sampai bersih, minimal ada bagian sarang yang tersisa pada kayu, agar tetap menarik walet untuk segera menenun sarangnya kembali. Letakkan sarang walet di mangkuk yang sesuai dengan bentuk sarang, lalu diangin-anginkan.

Terima Kasih Atas Kunjungannya dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus

Monday, January 5, 2015

Bagaimana Cara Mengolah Pisang Menjadi Tepung?

Pembuatan tepung pisang merupakan salah satu alternatif pengolahan buah pisang menjadi suatu produk yang relatif awet. Caranya mudah dan sederhana hingga bisa dilakukan sebagai usaha rumah tangga.

Pisang merupakan komoditas yang memiliki sifat mudah sekali rusak (busuk) dan tidak tahan disimpan lama, serta melimpah ketersediaannya. Oleh karena itu, buah pisang banyak juga yang terbuang begitu saja karena busuk atau tidak terkontaminasi.

Hal ini terutama disebabkan oleh kurangnya tindakan pengawetan dan pengolahan, serta tidak lancarnya sarana pengangkutan dari daerah penghasil (produsen) ke daerah pemasaran (konsumen). Penyimpanan dingin serta penyimpanan pada suhu dan tekanan rendah bisa saja dilakukan, tetapi membutuhkan biaya yang relatif mahal.

Salah satu alternatif pengawetan yang bisa dilakukan dengan mudah, sederhana, dan biaya yang relatif murah adalah mengolah buah pisang menjadi tepung. Berikut ini langkah-langkah proses pembuatannya.


Bagan  Proses Pengolahan Tepung Pisang
    1. Pisang 3/4 matang (kurang lebih 80 hari                         7. Penirisan
        setelah berbunga)                                                            8. Pengeringan
    2. Dikukus/dipanaskan                                                          9. Irisan pisang kering (gaplek pisang)
    3. Didinginkan                                                                   10. Penepungan (penggilingan)
    4. Pengupasan/Daging buah pisang                                 11. Pengayakan (penyaringan)
    5. Pengirisan/irisan pisang basah                                      12. Tepung Pisang
    6. Direndam larutan bisulfit                                              13. Pengemasan, penyimpanan dipasarkan

Menyiapkan Bahan Untuk Tepung Pisang


Bahan yang baik untuk dibuat tepung adalah pisang yang dipanen pada saat mencapai kematangan tertentu (tiga perempat matang), kira-kira 80 hari setelah munculnya bunga. Pada kondisi seperti itu kandungan patinya mencapai tingkat maksimum, dan rasanya tidak pahit maupun sepat karena kandungan taninnya sudah berkurang.

Pisang yang akan dibuat tepung biasanya jenis pisang yang lebih disukai kalau diolah terlebih dulu sebelum dinikmati karena kurang enak dimakan dalam bentuk segar. Di antaranya pisang kepok, pisang siam, pisang tanduk, pisang nangka, dan jenis pisang keras lainnya.

Dikukus dulu


Pisang yang sudah disiapkan itu dikukus (dipanaskan) hingga kulitnya layu, selama kurang lebih 15 menit. Dengan begitu, kulitnya akan mudah dikupas dan tidak bergetah lagi, sehingga nantinya akan diperoleh tepung pisang yang bermutu baik.

Pengupasan dan Pengirisan


Pisang yang telah dikukus itu didinginkan dulu baru kemudian dikupas kulitnya. Daging buah pisang yang sudah terpisah dari kulitnya diiris menyerong (miring) tipis saja, kurang lebih setebal 1/2 cm hingga mirip keripik. Pengirisan itu dimaksudkan untuk mempercepat pengeringan.

Pengirisannya sebaiknya menggunakan pisau yang tajam dan bersih supaya diperoleh tepung yang bersih dari noda berwarna biru. Untuk membuat irisan pisang itu bisa juga memakai mesin pengiris yang dirancang khusus yang memiliki ukuran irisan yang bisa disetel menurut keperluan.

Direndam dalam Larutan Bisulfit


Sebelum dikeringkan, irisan-irisan buah pisang tadi direndam dulu dalam larutan natrium bisulfit 1.000 ppm selama kira-kira 5 menit. Gunanya untuk mencegah timbulnya warna cokelat atau kuning kecokelatan pada irisan buah pisang.

Pertaniandanpeternakanku - Bagaimana Cara Mengolah Pisang Menjadi Tepung?

Ditiriskan, lalu dikeringkan


Setelah direndam dalam larutan bisulfit, irisan buah pisang ditiriskan dulu. Alat peniris itu bisa berupa saringan kain nilon, anyaman bambu, atau kawat kasa. Selanjutnya, irisan pisang itu dikeringkan, bisa langsung di bawah terik matahari atau menggunakan mesin pengering yang mampu mempertahankan suhu paling tidak 80-90 derajat celcius.

Pada pengeringan sinar matahari, irisan-irisan pisang itu diletakkan di atas nyiru atau anyaman bambu yang anyamannya jarang, atau kawat kasa yang diberi tiang penyangga setinggi kurang lebih 1 m dari atas tanah dan bisa diatur posisinya (kemiringannya) sesuai dengan arah (sudut) jatuhnya sinar matahari. Tentu saja dipilih halaman yang terbuka supaya tempat pengeringan itu bisa menerima panas matahari penuh.

Dengan begitu, irisan pisang bisa mendapatkan udara panas atau angin lebih merata, baik dari atas, bawah, maupun dari arah samping sehingga ia akan lebih cepat kering. Dengan cara ini akan bisa diperoleh irisan pisang kering (gaplek pisang) yang mulus tanpa terjadi pencokelatan. Proses pengeringan itu dilakukan sampai pisang kering betul, kadar airnya tinggal kira-kira 8-10 %. Untuk itu biasanya dibutuhkan waktu 2-3 hari kalau cuacanya cerah.

Penepungan


Irisan-irisan pisang yang telah kering itu kemudian dihaluskan, dengan cara ditumbuk menggunakan alat penumbuk biasa, alat penepung (grinder), mesin penggiling, atau alat sejenisnya.

Tepung pisang yang dihasilkan diayak dulu menggunakan ayakan yang saringannya halus atau alat penyaring sehingga bisa diperoleh tepung pisang yang halus dan bersih yang berukuran kira-kira 80 mesh. Butiran tepung pisang yang masih kasar ditumbuk (digiling) lagi sampai halus.

Pengemasan dan Penyimpanan


Tepung pisang bisa tahan disimpan lama. Cara menyimpannya, tepung pisang dikemas (dimasukkan) dalam kantung-kantung plastik, karung kain, atau karton kedap air dan lain lain, kemudian diikat/dilem erat-erat supaya tertutup rapat sehingga tidak menyerap udara lembab dari sekitarnya.

Tepung pisang yang sudah dikemas (dibungkus) rapat itu dimasukkan ke dalam blek dan ditaruh di tempat yang kering dan aman supaya tidak mudah rusak (ditumbuhi) oleh jamur. Tepung pisang yang sudah dalam kemasan itu bisa juga langsung dipasarkan sebagai bahan baku berbagai jenis makanan, seperti bubur bayi, kue, roti, biskuit dan lain-lain.

Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat

Sumber : Majalah Trubus

Sunday, January 4, 2015

Pengelolaan Itik Tanpa Air

Konsultasi Dengan AKI

Penanya Iriansyah :

Saya sudah mulai cara beternak itik tanpa  air di lahan daratan seluas 5.000 meter  persegi. Jumlah itik nya 400 ekor. Umur itiknya sekarang 7 bulan, yang berarti telah masuk masa produtif. Dalam pemeliharaan itiknya itu saya menghadapi masalah sebagai  berikut.

Pada umur 5 bulan itiknya sudah mulai bertelur, tetapi mulai saat itu sampai sekarang itiknya tampak kurang nafsu makannya. Padahal kualitas pakan yang diberikan bagus karena komposisinya berdasarkan petunjuk buku panduan, yaitu: 40% dedak, 40% jagung dan 20% konsentrat. Pakan diberikan tiga kali sehari, pukul 09.00, pukul 13.00 dan pukul 16.00. Apakah dalam hal ini ada kesalahan, kelainan atau kekurangan?

Produksi telurnya menunjukkan grafik kenaikan yang tidak terlalu tinggi.
Apakah ada ransum tambahan atau sejenis obat yang dapat mempercepat kenaikannya?
Apa nama obat itu?
Bagaimanakah cara pengawetan telur itik agar tahan lama?

Aki menjawab :

Pemberian pakan dalam jumlah dan mutu yang tepat merupakan hal utama dalam pemeliharaan itik petelur. Untuk menggenjot itik agar bertelur sampai 77,7% diperlukan pakan yang mengandung protein 17,5 %, energi 2.750 kkal/kg, mineral fosfat  (P) 05% dan  kalsium (K) 08%.

Cara beternak itik anda dengan komposisi pakan yang diberikan pada itik itu sudah tepat. Namun ransum tersebut masih membutuhkan pakan tambahan berupa hijauan segar, misalnya kangkung, ganggang, atau sayuran sisa dapur.

Itik petelur mudah sekali stres kalau ketenangannya terganggu. Sedikit saja kaget atau stres, ia akan mogok bertelur. Begitu pula kalau cuaca jelek, banyak angin atau terkena hujan, itik juga akan stres dan enggan bertelur.

Agar kondisi itik selalu prima dan rajin bertelur, perhatian dalam pemeliharaan sehari-hari sangat diutamakan. Kalau diperlukan, dalam ransum pakannya dapat ditambahkan vitamin dan mineral. Bila pada masa produktif bertelur itik kurang doyan makan atau nafsu makannya turun, coba beri pakan yang amis-amis seperti siput, sisa sembelihan ikan, ayam, atau ikan rucah yang telah direbus.

Sajikan bahan pakan itu dengan dicampur air agar encer. Pakan amis-amis dapat merangsang nafsu makannya, sehingga ransum yang disajikan nantinya dapat dimakan lebih banyak. Pada umumnya telur itik diawetkan dalam bentuk telur asin, karena praktis, mudah dikerjakan dan paling banyak diperlukan pasar. Seperti itulah cara beternak itik yang baik tanpa air.

Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus

Friday, January 2, 2015

Mengobati Penyakit Lever dengan Cabai Puyang

Cabai Jawa atau merica buntut seakan-akan tidak terpisahkan dari lempuyang. Selain membantu meredakan sakit lever, ia juga mendorong nafsu makan.

Cabai jawa disebut cabai, karena rasanya pedas. Tetapi berbeda dengan cabai (lombok) yang berasal dari Amerika Selatan bagian utara, cabai Jawa dari Indonesia. Dulu Indonesia itu pulau Jawa. Jadi cabai yang ini disebut cabai jawa walaupun di Jawa sendiri tidak disebut cabai jawa, melainkan cabai alas.

Seperti kerabatnya yang lada biasa (Piper nigrum), cabai jawa (Piper retrofractum), juga tanaman merambat yang tumbuh menahun. Panjang batangnya bisa sampai 10 m.
Biasanya tidak dibiarkan tumbuh memanjang semaunya, tapi dipangkas seperti pohon lada biasa (sampai setinggi 1,5 meter saja), supaya rajin berbunga dan berbuah.



Sepintas lalu sosoknya mirip tanaman lada penghasil merica. Tetapi karena buahnya yang duduk dalam bulir perlu waktu lama sekali, sampai seperti tidak masak-masak, maka buah lada ini seperti duduk terus dalam bulirnya. Bentuk bulirnya seperti ekor yang panjang bulat, sampai ia pun disebut merica buntut atau lada panjang.

Apanya yang berkhasiat?


Sebelum masak, buah itu masih hijau keras, tapi sudah pedas dan tajam. Kalau sudah masak menjadi merah dan lunak, sehingga  mudah diremas untuk dipencet bijinya. Daging buahnya manis, tetapi bijinya  pedas seperti lada.
Buah yang masih duduk dalam bulir panjang seperti buntut inilah yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan jamu. Seluruh bulir mengandung piperin ; sejenis alkaloida benzodioxol-pentadienyl-piperidin yang pedas seperti yang dikandung dalam biji merica, tetapi kadarnya tidak setinggi itu.

Piperin menghangatkan lambung dan usus, sehingga kalau dikombinasikan dengan lempuyang pahit, Zingiber amaricans, ia mendorong proses pengeluaran empedu lebih hebat. Lempuyang ini terkenal sebagai lempuyang emprit, karena umbinya kecil-kecil dibanding dengan umbi lempuyang gajah, Zingiber zerumbet.

Biang keladi pengeluaran empedu yang sebenarnya adalah sejenis keton dalam lempuyang emprit atau pahit itu, yang untuk gampangnya disebut zerumbon, seperti yang dikandung dalam Zingiber zerumbet.

Tadinya pengeluaran empedu itu macet, karena lever penghasil empedu itu mogok. Penyebab kemacetan produksi empedu bisa bermacam-macam. Tetapi kebanyakan karena lever terlalu lelah, sampai tidak mampu menghasilkan empedu dengan cukup seperti sediakala. Lalu bahan makanan berlemak yang seharusnya dicernakan, tidak bisa lancar pencernaannya. "Perut" jadi sakit.

Namun, sesudah diberi cabai puyang empedunya lancar kembali, dan pencernaan makanan beres lagi. Karena itu, umbi lempuyang ini juga terkenal sebagai jamu yang stomachik (membangkitkan selera makan).

Bagaimana Pakainya?


Untuk melawan kemacetan empedu sampai lever sakit (tapi yang dikeluhkan sebagai "sakit perut", namun bukan diare) itu, 3 buah cabai jawa yang sudah dicuci bersih, ditumbuk dalam lumpang bersama umbi lempuyang pahit sebuah. Sebaiknya memakai bahan yang segar. Bukan kering.

Lempuyang perlu dicuci dan dikupas  kulitnya. Sebelum ditumbuk, kumpulkan bahan dalam lumpang diberi air sedikit. Jadi hasil tumbukan nanti dapat diperas sarinya yang telah larut ke dalam air ini. Diperasnya langsung di atas kain mori yang dibentangkan di atas cangkir.
Sari perasan cabai  puyang ini diminum segar. Kalau tidak  tahan  pahitnya, boleh mengisap-isap gula aren sesudah minum cabai puyang itu. Biasanya diperlukan 2 kali sehari saja. Kalau perut sudah mulai terasa tidak sakit lagi, minumnya boleh 1 kali saja sehari.

Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus

Thursday, January 1, 2015

Manfaat Sari Buah Nanas, Bisa Melawan Difteri

Kalau anak Anda demam badannya, lalu dilihat tenggorokannya ternyata meradang bengkak, itu tandanya ia terserang kuman tenggorokan. Di antaranya mungkin juga kuman difteri. Kuman ini, Corynebacterium diphtheriae, menyerang selaput lendir yang bertugas melindungi daerah tenggorokan. Bakterinya menyebarkan racun yang bisa menyerang seluruh tubuh.

Manfaat sari buah nanas
Sebenarnya penyakit ini lebih sering menyerang anak-anak daripada orang dewasa.  Tetapi karena  anak-anak pada umumnya sudah diimunisasikan secara rutin dengan suntikan DPT (difteri, paratifus, dan tifus) di sekolah wajib, maka biasanya tidak terserang. Tetapi siapa tahu suatu ketika ia terserang juga?

Ia memang harus segera dibawa ke dokter untuk diobati, tetapi kalau dokternya jauh sekali, maka sebagai tindakan darurat dan perlindungan sementara, penyakitnya bisa diperingan dengan sari buah nanas, sebelum ia ditangani dokter yang berwajib.

Apanya yang berkhasiat?


Tanaman nanas, Ananas comosus, dari suku Bromeliaceae, sebenarnya bukan tanaman asli Indonesia, melainkan dari Amerika Selatan. Ia diduga berasal dari lembah sungai Parana-Paraguay. Setelah dibudidayakan dipekarangan orang Indian Amerika Selatan, ia mulai dikenal oleh orang Spanyol dan Portugis, yang kemudian menyebarkannya ke seluruh daerah tropis bekas jajahan mereka, termasuk Filipina dan Maluku kita.

Penyebaran diteruskan oleh orang Belanda zaman dulu. Tanaman itu berupa terna yang kuat, dengan daun berduri dan buah semu yang berdaging tebal. Disebut buah semu karena sebenarnya adalah kumpulan tangai bunga yang bersatu membentuk poros yang membengkak. Poros bengkak inilah yang mengandung "sari buah" yang asam manis. Asamnya  karena kandungan vitamin C dan manisnya karena gula glukosa dan fruktosa (sedikit).

Selain vitamin C, sari buah itu juga mengandung bromelin; sejenis enzym pemecah protein. Sifat  memecah protein inilah yang kemudian dimanfaatkan untuk melunakkan daging yang alot. Tepung bromelin sudah lama dipakai sebagai pelunak daging (seperti juga papain), sebelum dimasak.

Tetapi bromelin tidak hanya memecah protein dari daging  melainkan juga protein dari tubuh kuman-kuman, termasuk tubuh Corynebacterium diphtheriae, yang palsma selnya juga berupa protein. Itulah sebabnya bromelin dalam sari buah nanas bersifat anti radang, karena mampu menumpas kuman, penyebab peradangan itu.

Bagaimana memakainya?


Untuk memanfaatkan sari buah nanas sebagai obat antiseptik darurat (sebelum dokter datang ke poliklinik), diperlukan 3 buah nanas yang sudah masak dan dikupas kulitnya sambil dibuang matanya. Mata nanas ini sebenarnya bekas pucuk bunga yang sudah selesai bertugas (yaitu kawin melalui penyerbukan tepung sari). Jadi tidak berguna lagi.

Buah yang sudah dikupas dicuci bersih dan diparut, lalu diperas sarinya. Sari nanas ini boleh disaring lebih dulu sebelum dipakai, agar tidak tercampur ampasnya. Sari inilah yang dipakai untuk kumur.Sebaiknya kumur sampai terasa menggenangi daerah tenggorokan. Selesai dikumur-kumurkan, sari nanas diminum. Jadi ujung saluran makanan ke lambung pun bisa terkena juga. Siapa tahu, di daerah itu juga sudah terserang kuman difteri.

Kumur minum ini perlu dilakukan 3 kali sehari. Sekali kumur minum diperlukan sari nanas setengah gelas.

Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus

Tuesday, July 15, 2014

Khasiat Daun Kelor

Khasiat Daun Kelor. Pohon kelor masih tumbuh di sekeliling kita. Sebagai obat tradisional, daun, akar dan batangnya ber khasiat menyembuhkan beberapa penyakit.


Khasiat Daun Kelor
Barangkali ada di antara kita yang belum mengenal pohon kelor, Moringa aleifera? Di Sumatera ia disebut murong atau munggai. Di Jawa, namanya beken dengan kelor, sementara penduduk Sulawesi Utara mengenalnya dengan sebutan wori atau kelo. Di Timor, kelor biasa disebut hau fok, sedang di Maluku keleno atau karel.

Daunnya menghangatkan


Kelor berupa pohon kecil dengan tinggi 3-8 meter. Daunnya yang berwarna hijau pucat menyirip ganda dengan anak daun yang menyirip ganjil. Helaiannya bulat telur. Bunga kelor berupa malai yang keluar dari ketiak daun. Buahnya buah kotak bersudut tiga yang menggantung, sepanjang 20 sampai 45 cm. Isinya sederetan biji bulat, tapi bersayap tiga.


Sosok pohon kelor sederhana saja, tapi daun, buah dan bijinya banyak gunanya bagi kesehatanDaunnya mengandung pterigospermin yang bersifat merangsang kulit. Karenanya sering digunakan sebagai param yang menghangatkan dan mengobati kelemahan anggota tubuh seperti tangan atau kaki.

Jika daun segarnya dilumatkan, kemudian dilumurkan pada bagian tubuh itu, ia bisa mengurangi rasa nyeri. Namun sayang, ia tidak boleh dipakai terlalu banyak atau sering, karena dapat menimbulkan lepuh-lepuh pada kulit.



Sementara itu, bijinya yang masak dan kering mengandung pterigospermin yang lebih pekat sampai bersifat germesida. Hasil penelitian Madsen dan Schlundt serta Grabow dan kawan-kawannya menunjukkan, bahwa serbuk biji kelor mampu menumpas Escherichia coli, Streptococcus faecalis, Salmonella typhymurium, dan Shigella sonnei.

Pertanian dan peternakankuKhasiat Daun Kelor

Oleh sebab itu, biji kelor di Afrika dimanfaatkan untuk mendeteksi pencemaran air oleh bakteri-bakteri itu. Caranya dengan mengendapkan air keruh yang diduga tercemar itu, kemudian ditaburi serbuk biji kelor (200 mg/liter), dan diaduk sampai larut dengan baik. Setelah dibiarkan semalam endapannya mengandung bangkai bakteri itu, tapi air jernih yang terpisah di atasnya telah bebas bakteri.

Buah kelor mengandung akloloid moringinina yang bersifat merangsang pencernaan makanan. Ia biasa disayur asem sebagai kelentang yang lezat. Tetapi juga melancarkan pencernaan.

Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus

Thursday, May 15, 2014

Cara Merawat Hamster yang Baik

Cara merawat hamster yang baik - Hamster adalah hewan kecil yang dipelihara dalam kandang atau sangkar seperti marmut atau tikus putih. Ia masih berkerabat dekat dengan tikus. Hamster liar merupakan nenek moyang hamster peliharaan.


Ada 3 jenis hamster yang dipelihara orang, yaitu hamster siria Mesocricetue auratus, hamster cina Cricetelus griseus dan hamster siberia Phodopus sungorus. Yang paling dikenal masyarakat umum adalah hamster siria.

Hamster siria sering disebut hamster keemas-emasan (marmut emas) atau golden hamster, alias syrian hamster. Hamster siria mulai dijinakkan tahun 1930 sebagai hewan percobaan di laboratorium. Pembiakan dan seleksi ekstensif telah menghasilkan perkembangan bermacam-macam galur outbred, galur inbred dan mutasi.

Hal yang perlu diluruskan, marmut emas berbeda dengan marmut biasa. Marmut emas berasal dari Syria, panjang 12-16 cm ; sedangkan marmut biasa berasal dari Peru dan Chili (Amerika Latin), panjang sekitar 25 cm. Keduanya sekarang sudah tersebar di seluruh dunia sebagai satwa peliharaan dan binatang percobaan.

Lama hidup hamster 1-3 tahun. Lama produksi ekonomis 11-12 bulan. Lama bunting 15-18 hari. Kawin sesudah beranak 5-10 menit, tapi lebih baik seudah anaknya disapih. Umur disapih 20-25 hari. Umur dewasa 45-60 hari. Umur dikawinkan 6-7 minggu. Siklus berahi 4 hari. Periode berahi 4-24 jam. Ovulasi dekat permulaan periode berahi, spontan. Fertilasi 24 jam sesudah kawin. Implantasi 5-6 hari sesudah fertilisasi.

Berat hamster dewasa 95-100 gram, panjang 18 cm. Berat lahir 2 gram. Jumlah anak rata-rata 4 ekor, namun dapat mencapai 10 ekor. Suhu badan 38,4-39,0˚ C. Puting susu 7-11 pasang. Perkawinan kelompok : 5 ekor betina dengan 1 ekor jantan. Setahun dapat beranak kembali. Aktivitas noktunal (malam).

Hamster pada umumnya dipelihara sebagai hewan percobaan biomedis dan penghasil serum penyakit tertentu. Selain itu banyak penggemar satwa memanfaatkannya sebagai hewan kesayangan atau mainan. Sifatnya jinak dan tergolong binatang yang cukup cerdik.

Kandang kawat berukuran 30 cm x 30 cm x 20 cm dapat digunakan untuk sepasang induk hamter bersama anak sekelahirannya. Suhu ruangan dipertahankan 20-21˚ C. Jika suhu lebih tinggi dari 25˚ C, kesehatan dan produksinya akan terganggu. Alas tidur dari serbuk gergaji atau pasir kering. Sediakan potongan-potongan kertas untuk membuat arang. Kandang dibersihkan satu kali setiap minggu.

Hamster tergolong hewan yang gemar mengumpulkan pakan di sudut kandangnya. Pakan itu cepat membusuk dan berbau tak sedap di daerah tropis, sehingga harus dibuang. Lebih baik diberi pakan sedikit-sedikit setiap hari daripada sekaligu banyak. Pakan yang dapat digunakan dapat berupa pakan buatan (pellet) yang mengandung protein sekitar 24%. Pakan tambahannya sayur, kentang, wortel, padi-padian atau biji-bijian lain.

Kalau kesehatannya bagus, hamster dapat kawin pada umur 6-7 minggu. Untuk mengawinkannya, dibentuk kelompok kain 4-5 betina dengan 1 jantan. Kemudian tiap betina harus dipindah ke kandang lain 4-12 hari setelah kawin untuk melahirkan. Anaknya dapat disapih setelah berumur 20-25 hari. Anak jantan dan betina harus dipelihara terpisah untuk menghindari terjadinya perkawinan yang terlalu awal.

Hamster bukan binatang asli Indonesia. Jika ingin mendapatkannya, sebaiknya menghubungi toko yang menyediakan hewan dan sarana binatang kesayangan dikota anda.

Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat