Showing posts with label Hewan Peliharaan. Show all posts
Showing posts with label Hewan Peliharaan. Show all posts

Thursday, January 15, 2015

Si Topi Merah, Ikan Maskoki Oranda

Ikan Maskoki Oranda

Pertanian dan Peternakanku


Ikan Maskoki Oranda pilihan yang bisa menghuni akuarium di ruang santai. Jambul serupa mahkota mempercantik  penampilannya. Warnanya beragam, ada perak,  merah, hitam, putih, sampai kaliko. Awas jangan keliru dengan kerabatnya yang mirip lionhead.

Ada yang beranggapan maskoki oranda menurunkan bentuk ke jenis lain yang disebut lionhead. Walaupun mirip, tetapi keduanya dari jenis berbeda. Utamanya pada bentuk punggung dan panjang sirip ekor. Di kalangan pedagang ikan hias, maskoki oranda juga disebut spenser. Karena mempunyai jambul merah  di kepala, maskoki oranda dijuluki red cap alias si topi merah.
Pertanian dan PeternakankuSi Topi Merah, Ikan Maskoki Oranda

Corak Favorit Maskoki oranda


Maskoki oranda mempunyai banyak corak. Salah satunya kombinasi warna putih keperakan, dengan semburat merah di badan dan topi. Warna merah pada topi lebih cerah sehingga tampak lebih kontras dengan putih di pipi. Ada juga maskoki oranda yang tubuhnya didominasi putih. Semburat merah hanya di topi.



Awalnya kebanyakan maskoki oranda berwarna kuning keemasan. Seiring dengan kemajuan teknologi breeding maskoki, banyak warna lain yang muncul, antara lain cokelat, biru, kaliko bahkan hitam. Secara keseluruhan daya  tarik maskoki oranda bukan hanya warna dan topinya,  tetapi peran sirip tak kalah menonjol.

Sirip panjang pada ekor, perut, anal dan kaudal turut mempercantiknya. Semuanya berjumlah sepasang. Bentuk punggung pada maskoki oranda merupakan syarat keindahan vital, yang juga faktor pembeda lionhead dengan maskoki oranda. Lionhead bertubuh lebih gemuk dan sedikit bungkuk. Sirip dada, perut dan ekornya lebih pendek.
Koki rancu mempunyai tubuh mirip lionhead. Ada temuan baru jenis maskoki oranda, dengan hidung yang lebih menonjol. Breeder piawai telah menciptakan silangan lionhead dengan maskoki oranda. Terciptalah maskoki oranda lionhead. Jadi mungkin saja Anda bertemu maskoki oranda dengan kepala lionhead.

Beberapa maniak ikan maskoki juga berpendapat, jenis maskoki oranda fantail harus bersirip ekor (caudal) pendek seperti lionhead. Sebaliknya jenis veiltail bersirip ekor panjang. Sosok keseluruhan kunci kesempurnaan maskoki oranda. Namun karena cara pandang hobiis bervariasi, hanya juri yang bisa memastikan yang terbaik.
Lihat juga Cara Mudah Tangkar Kenari

Terima Kasih Atas Kunjungannya dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus

Wednesday, January 14, 2015

Cara Mudah Tangkar Kenari

Pertanian dan Peternakanku


Cara menangkar kenari ternyata tidak sulit. Induk sehat, pakan bergizi, kandang dan kondisi lingkungan yang sesuai adalah syarat utama keberhasilan. Dengan harga anakan yang tinggi, siapa tidak tergiur menangkarkan kenari?

Yudhi, peternak kenari sejak tahun 1997 berhasil menyilangkan beberapa jenis kenari, diantaranya yorkshire dan lancashire dengan berbagai kenari lokal. Pada dua tahun terakhir Yudhi menangkarkan kenari lizard.


Trend sekarang biasanya kenari berukuran tubuh besar seperti yorkshire. Kenari lokal umumnya berukuran tubuh kecil, panjang tubuh total dari ujung kepala hingga ke ekor tidak lebih dari 15 cm. Sementara yorkshire bisa mencapai 24 cm. Melihat peluang itu, peternak yang pernah menjuarai lebih dari 60 event lomba ini lantas mulai beternak kenari.

Pemilihan Induk Kenari


Untuk induk jantan, Yudhi menggunakan kenari impor (F1) atau bisa juga F2. Umur jantan paling tidak 9 bulan. Pilih kenari yang postur tubuhnya memanjang, tidak bulat. Bentuk kepala bulat, dengan pola bulu 75 %. Volume suara keras dan agresif. Induk betina dipilih yang telah berumur minimal 7 bulan.

Sebaiknya yang mempunyai volume suara keras dan agresif. Bila mungkin betina juga F1 dengan ciri sama seperti pada jantan. Penjodohan kenari biasanya sedikit bermasalah jika betina masih dara. Perlu sedikit kesabaran untuk melihat hasilnya. Untuk kenari dara biasanya dipasangkan dengan jantan yang agresif.
Dalam satu sangkar dapat diisi 3 hingga 5 ekor kenari kenari betina, sedang kenari jantan cukup satu ekor saja. Ukuran kandang bisa mulai dari 60 cm x 60 cm x 80 cm. Agar cepat berkembangbiak, Yudhi memanfaatkan baby sitter atau burung lain yang sedang mengeram untuk menetaskan telur. Untuk itu ia memelihara 40 pasang kenari holland yang dipekerjakan sebagai penetas telur.

Pakan Kenari


Pakan terdiri dari berbagai jenis biji-bijian. Yudhi memberi pakan terdiri dari campuran canary seed, biji lobak, biji sawi, niger seed dan milet dengan perbandingan 5 : 2 : 3 : 0,5 : 0,5. Jika Anda membeli pakan campuran di pasar, Yudhi menyarankan untuk mencucinya terlebih dahulu supaya pasir dan debu hilang.

Bila langsung dikonsumsi, pencernaan bisa rusak. Setelah dicuci, ditiriskan kemudian dijemur sampai kering benar. Bila tidak kering akan menyebabkan kenari diare. Selain itu pakan jadi berbau kurang sedap. Peningkatan gizi pakan dilakukan dengan memberi minyak ikan dan vitamin B komplek. Minyak ikan sebanyak 10 sendok makan dilarutkan dalam 0,51 air kemudian disemprotkan pada 5 kg pakan yang sedang dijemur.

Begitu juga vitamin B komplek. Pakan utama piyik berupa telur rebus. Sebanyak 1 kg telur direbus, diambil kuning telurnya kemudian dijemur sampai kering. Kuning telur kering ini lantas dihaluskan. Biasanya dicampur dengan havermut yang digiling halus. Pemberian pakan dilakukan sampai piyik kenari mulai bisa mematuk pakan sendiri. Umur 3 minggu piyik dapat disapih.  Perawatan yang perlu dilakukan antara lain menjemurnya di bawah sinar matahari pagi.

Jangan lupa untuk menyediakan bak air agar kenari bisa mandi. Kenari menyukai udara hangat. Ventilasi udara ruang tempat hidup perlu diperhatikan. Bila terlalu pengap kenari bisa terserang asma sehingga umurnya pendek. Kenari juga tidak tahan kelembapan tinggi dan angin. Bila kenari memperlihatkan ciri-ciri tinjanya mengapur, bulu tegak seperti kedinginan, dan enggan terbang itu pertanda kurang sehat. Untuk menanggulanginya Yudhi memberikan Marvel It atau Viraprim.
Pertanian dan Peternakanku - Cara Mudah Tangkar  Kenari


Terima Kasih Atas Kunjungannya dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus

Wednesday, January 7, 2015

Merangsang Ikan Hias Maskoki Agar Bertelur

Ikan Maskoki anda enggan bertelur? Padahal akuarium dan ikannya sudah baik dan benar?
M. Sueh Ismail mempunyai cara sederhana tapi cespleng untuk memaksa ikan hias maskoki yang malas segera bertelur.

"Caranya memang sederhana, dan selalu berhasil saya lakukan," begitu kata peternak ikan hias maskoki dari Ciganjur, Jakarta Selatan ini. Ia memasukkan induk maskokinya ke dalam kantung plastik berukuran 40 x 60 cm yang sudah diisi air bersih seperempat bagiannya. Plastik ini kemudian diikat dengan karet, dan dibiarkan selama 12 jam.

Selama disekap, kondisi maskoki dipantau terus. Jika kelihatan agak teler, airnya diganti dengan yang bersih dan sudah diinapkan semalam. Plastik lalu diikat kembali dengan karet. Dengan kondisi yang sungguh tidak enak ini, induk ikan dikuruskan dan boleh dikatakan disuruh takut mati.

Ikan yang panik menghadapi maut, dirangsang untuk meninggalkan keturunan. Kita lalu boleh berharap besar, bahwa keesokan harinya maskoki mau memijah ketika dilepas kembali ke kolam pemijahan. Suasana baru setelah menjalani sekapan tadi mendorong ikan hias maskoki untuk memijah, dalam rangka meninggalkan keturunan itu.
Berulang kali M. Sueh Ismail membuktikan cara ini. Dan selalu berhasil. Induk ikan hias maskoki jangan diberi makan cacing sutera, karena kandungan lemak cacing itu sangat tinggi. Induk yang kegemukan karena makmur akan malas bertelur. Sebaliknya diberi jentik-jentik nyamuk, sehingga tubuhnya tidak terlalu gemuk dan tidak malas bertelur.
Lihat juga Cara Merawat Hamster atau Budidaya Walet

Terima Kasih Atas Kunjungannya dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus

Saturday, January 3, 2015

Persilangan Ayam Bekisar

Ayam bekisar 'diciptakan' pertama kali di Pulau Kangean, pulau paling timur wilayah Kabupaten Sumenep, Madura. Ayam itu keturunan pertama (F1) persilangan antaraspesies jantan ayam hutan hijau (Gallus varius) dengan spesies betina ayam kampung (Gallus domestica). Perpaduan itu menghasilkan ayam hibrida antarspesies yang berbulu indah, cerah, mengkilap, dan memiliki kokok melengking spesifik, khususnya ayam jantan. Vokalnya merupakan perpaduan antara suara ayam hutan hijau dengan ayam kampung.

Bekisar mulai dikenal sekitar tahun 1930-an. Ayam itu mula-mula hanya dimiliki para bangsawan, orang berpangkat atau yang berharta di Madura. Kegemaran memelihara ayam hibrida ini kemudian menjalar sampai ke Jawa. Karena ayamnya langka, indah, spesifik, dan mahal harganya, keberadaan ayam bekisar pada suatu keluarga jadi lambang status sosial pemiliknya.

Perjodohan seinduk antarketurunan bekisar yang menghasilkan keturunan, kemungkinan dapat menghasilkan bekisar pula. Ini kalau komposisi darahnya dapat dipertahankan tetap 50% ayam hutan dan 50% ayam kampung, berkelamin jantan, dan memiliki kokok suara melengking khas bekisar. Kalau tidak demikian, hasil keturunannya disebut ayam bakekok. Hasil lainnya ada yang  mengarah condong ke ayam kampung dan ada yang condong mengarah ke ayam hutan hijau.

Hasil silangan antara jantan ayam hutan hijau dengan betina ayam hutan merah juga bisa disebut bekisar karena ayam hutan merah merupakan nenek moyang ayam kampung. Kalau yang disilangkan itu jantan ayam hutan merah dengan betina ayam hutan hijau, belum diketahui namanya.

Keturunan jantan ayam hutan hijau dengan bekisar betina yang dikawinkan terus menerus sampai 7 kali penyilangan, secara hukum generika akan kembali jadi ayam hutan hijau. Kemurnian darah ayam hutan hijaunya bisa mencapai di atas 97%. Keturunan bekisar betina yang dikawinkan dengan jantan ayam hutan merah, secara genetik akan menghasilkan ayam kampung biasa atau ayam hutan merah biasa.

Pada umumnya bekisar yang kawin dengan bekisar sulit menghasilkan telur. Bekisar sulit menghasilkan telur. Bekisar jantan yang kawin dengan betina ayam kampung pun pada umumnya telurnya fertil. Begitu pula bekisar betina yang kawin dengan jantan ayam kampung.

Bekisar jantan yang yang kawin dengan betina ayam kampung dan menghasilkan telur dapat menetas, keturunannya disebut ayam bakekok. Bakekok betina yang dikawinkan dengan bekisar jantan, pada keturunan ketiga dapat menghasilkan bekisar, persis seperti turunan langsung (F1) antara jantan ayam hutan hijau dengan betina ayam kampung.

Sebetulnya bekisar F1 sudah merupakan final stock, karena merupakan turunan terakhir yang mewarisi sifat-sifat terbaik dari kedua induknya. Keturunan lebih lanjut dari bekisar yang F1, hasilnya akan mengalami penurunan prestasi. Mutunya lebih rendah dibandingkan bekisar asli.

Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus

Friday, December 26, 2014

Ikan Malam Bercahaya, Menakjubkan

Peruvin Blue Tetra (Boehlkea fredcochui) dan Golden Tetra (Hemigramus armstrongi) dapat mengeluarkan cahaya dalam gelap. Hingga warna Golden Tetra yang kuning keemasan dan Peruvian Blue yang kebiruan akan tampak indah pada malam hari.

Si Biru dan Si Emas


Di Jakarta Peruvian Blue Tetra dijuluki Blue King Tetra (Boehlkeia fredcochui) karena warna birunya yang menawan itu. Bentuknya memang seperti ikan tetra lainya, pipih. Panjangnya paling besar cuma 5 cm. Nama Peruvian diambil dari daerah asalnya, Peru. Habitat aslinya memang hulu sungai Amazon yang mengalir dari Peru ke Brazil.


Peruvian Blue Tetra
Golden Tetra yang berasal dari Amerika Selatan, Guyana dan ditemukan oleh Schultz dan Axelrod, 1955 - dihiasi garis hitam horisontal yang membelah dua badannya, mulai dari ekor mengecil sampai sirip dada. Warna badannya kuning emas, hingga dijuluki Golden Tetra. Seperti juga si Biru, ia hanya bisa mencapi ukuran terbesar 5 cm.

Masih Kerabat Piranha


Kedua jenis tetra ini masih berkerabat dengan piranha (Serrasalmo), dalam satu famili Characideae. Blue dan Golden tetra juga mempunyai gigi-gigi sisir yang tajam di rahang atas dan rahang bawahnya. Sifatnya pun agak "buas".

Golden Tetra
Mereka suka memangsa serangga bersayap kecil yang terbang dekat permukaan air. Sebab itu, baiknya menurunkan permukaan air akuariumnya kurang lebih 15 cm dari bibir akuarium, agar ikannya tidak jatuh kelantai kalau menyergap serangga udara. Memang menyenangkan melihat kedua jenis ikan ini menyambar lalat yang dilemparkan ke permukaan air. Tetapi ia tidak harus selalu diberi makan serangga, cacing sutera atau kutu air pun ia suka.

Warnanya Cerah Bila Gelap


Warnanya biru dan emasnya akan nampak berbahaya dalam gelap. Hal ini disebabkan oleh adanya pori-pori pada sisiknya yang akan terbuka bila suasana gelap, sehingga akan berpendar. Hal ini bisa dimaklumi karena keduanya termasuk ikan malam.
Warna ikan ini akan tampak cerah jika dalam tempat hidupnya terdapat banyak tumbuhan. Karena itu, upayakan agar akuariumnya banyak ditumbuhi tanaman air sehingga kelihatan alami. Dibiarkannya pula ikan-ikan itu bertelur sampai telur-telurnya menetas.

Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus

Wednesday, June 18, 2014

Kreatif, Burung Puter sebagai Indukan Burung Perkutut

Burung Puter sebagai Indukan Burung Perkutut. Kalau biasanya anak burung perkutut yang baru menetas diasuh oleh induknya sendiri, burung perkutut Nelson Yusuf dari Bandung ini diasuh oleh induk burung puter. Nelson melakukannya agar mendapatkan beberapa keuntungan sekaligus.

Burung Puter sebagai Indukan Burung Perkutut
Dua tahun sudah Nelson Yusuf, seorang penggemar perkutut (Geopelia striata) melakukan cara ini. Anak - anak perkutut baru berumur 7 hari "dipaksa" pisah dari induknya sendiri. Pada sangkar lain, induk puter (Streptopelia tigrina) sudah menanti untuk ganti merawatnya.

Masa perawatan oleh induk puter ini tidak lama, hanya makan waktu 1 bulan, karena anakan perkutut sudah bisa disapih. Banyak keuntungan yang bisa dipetik dengan cara ini. Di antaranya induk perkutut akan tetap bagus, sehingga harganya tetap mahal.

Sangat mungkin dilakukan


Mengingat kedua jenis burung ini mempunyai habitat yang sama, mereka sangat mungkin dipelihara bersama dalam satu kandang, sekalipun jenis makanannya berbeda. Walaupun makanan berbeda, namun anakan burung perkutut mau juga makan makanan puter yang sudah dihaluskan dalam temboloknya. Nelson Yusuf memanfaatkan sifat-sifat ini, dan selama 2 tahun sudah menghasilkan sekitar 50-70 ekor perkutut dari 10 pasang burung puter.

Sebaiknya dipilih burung puter dewasa (jantan-betina) yang sudah berumur 1 tahun untuk merawat anak-anak perkutut. Dan jumlah maksimum burung perkutut yang diasuh burung puter tidak boleh lebih dari 5 ekor. Kalau lebih, dikhawatirkan puter tidak mampu memberi makanan lewat mulutnya. Menurut Nelson, puter mana saja baik yang berbulu kecokelatan maupun yang berbulu putih sama-sama mau melakukan perawatan pada anak perkutut ini.
Pertanian dan peternakanku - Burung Puter sebagai Indukan Burung Perkutut

Cara pemindahan anak perkutut


Kalau ingin melakukan cara ini, sebaiknya Anda memelihara pasangan burung perkutut dan burung puter dulu. Mereka lalu dibiarkan bertelur. Yang mesti diperhatikan pada saat akan memindah anakan perkutut adalah burung puter sedang dalam keadaan mengerami pula telur-telurnya sendiri. Namun telur puter itu harus diusahakan agar tidak mungkin menetas.

Caranya, telur puter yang baru umur sehari sengaja dikocok, agar tidak menjadi embrio. Hal ini dilakukan untuk memberikan kepercayaan pada burung puter, bahwa anak burung perkutut yang nantinya dipindah ke sarangnya adalah anak dari telurnya sendiri. Tetapi telur kocokan yang tak menetas harus diambil dari sarangnya.

Penukaran anak burung perkutut dengan telur ini sebaiknya dilakukan pagi hari, karena pada saat itu persediaan makanan dalam mulut burung puter masih tersisa bekas semalam. Dengan memegang ekor induk puter yang sedang mengeram secara hati-hati, anakan perkutut yang baru berumur seminggu diletakkan di bawahnya. Dan telur tukarannya diambil untuk dibuang.

Kalau burung puter sedang dalam keadaan tidak mengeram, tidak menjadi masalah. Bisa saja ia diberi pancingan dengan meletakkan telur palsu pada sarangnya. Dijamin setelah 5 hari kemudian burung puter segera mengerami telur palsunya. Sangkar yang biasa dipergunakan oleh Nelson Yusuf untuk membesarkan anakan perkutut pada induk puter berukuran tinggi 80 cm, panjang 1m, dan lebar 80 cm yang terbuat dari kawat ram dan kerangka besi.

Sangkar yang berisi sepasang induk burung puter dan anak angkatnya ini sebaiknya diletakkan di tempat teduh, karena pada umumnya baik burung puter maupun burung perkutut yang sedang mengeram menghendaki suasana seperti ini. Selain kandangnya yang harus dijaga kebersihannya, setiap saat minumnya pun harus sering diganti supaya tetap bersih.

Setelah satu bulan dalam asuhan burung puter, maka anakan burung perkutut pun sudah bisa disapih, dipisahkan dari induk angkatnya untuk kemudian dipindahkan ke kandangn lain. Ukuran kandang barunya bergantung pada kemauan kita, akan tetapi lebih besar lebih baik.

Keuntungan lain dengan menerapkan sistem ini adalah menghindari adanya anak perkutut yang termakan kepalanya oleh induknya sendiri karena moncong perkutut lebih besar daripada moncong puter, sedangkan moncong anak perkutut terlalu kecil.


Pemeliharaan sistem ini juga akan membuat induk burung perkutut bertelur lagi lebih cepat. Dengan cara biasa anak perkutut diasuh oleh induknya sendiri induk perkutut akan bertelur kembali setelah anaknya dewasa atau berumur sekitar satu bulan. Namun dengan cara ini biasanya setelah 5 hari anak perkutut dipindahkan ke induk burung puter, maka induk burung perkutut akan mulai bertelur lagi.

Terima Kasih Atas Kunjungannya dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus

Thursday, May 15, 2014

Cara Merawat Hamster yang Baik

Cara merawat hamster yang baik - Hamster adalah hewan kecil yang dipelihara dalam kandang atau sangkar seperti marmut atau tikus putih. Ia masih berkerabat dekat dengan tikus. Hamster liar merupakan nenek moyang hamster peliharaan.


Ada 3 jenis hamster yang dipelihara orang, yaitu hamster siria Mesocricetue auratus, hamster cina Cricetelus griseus dan hamster siberia Phodopus sungorus. Yang paling dikenal masyarakat umum adalah hamster siria.

Hamster siria sering disebut hamster keemas-emasan (marmut emas) atau golden hamster, alias syrian hamster. Hamster siria mulai dijinakkan tahun 1930 sebagai hewan percobaan di laboratorium. Pembiakan dan seleksi ekstensif telah menghasilkan perkembangan bermacam-macam galur outbred, galur inbred dan mutasi.

Hal yang perlu diluruskan, marmut emas berbeda dengan marmut biasa. Marmut emas berasal dari Syria, panjang 12-16 cm ; sedangkan marmut biasa berasal dari Peru dan Chili (Amerika Latin), panjang sekitar 25 cm. Keduanya sekarang sudah tersebar di seluruh dunia sebagai satwa peliharaan dan binatang percobaan.

Lama hidup hamster 1-3 tahun. Lama produksi ekonomis 11-12 bulan. Lama bunting 15-18 hari. Kawin sesudah beranak 5-10 menit, tapi lebih baik seudah anaknya disapih. Umur disapih 20-25 hari. Umur dewasa 45-60 hari. Umur dikawinkan 6-7 minggu. Siklus berahi 4 hari. Periode berahi 4-24 jam. Ovulasi dekat permulaan periode berahi, spontan. Fertilasi 24 jam sesudah kawin. Implantasi 5-6 hari sesudah fertilisasi.

Berat hamster dewasa 95-100 gram, panjang 18 cm. Berat lahir 2 gram. Jumlah anak rata-rata 4 ekor, namun dapat mencapai 10 ekor. Suhu badan 38,4-39,0˚ C. Puting susu 7-11 pasang. Perkawinan kelompok : 5 ekor betina dengan 1 ekor jantan. Setahun dapat beranak kembali. Aktivitas noktunal (malam).

Hamster pada umumnya dipelihara sebagai hewan percobaan biomedis dan penghasil serum penyakit tertentu. Selain itu banyak penggemar satwa memanfaatkannya sebagai hewan kesayangan atau mainan. Sifatnya jinak dan tergolong binatang yang cukup cerdik.

Kandang kawat berukuran 30 cm x 30 cm x 20 cm dapat digunakan untuk sepasang induk hamter bersama anak sekelahirannya. Suhu ruangan dipertahankan 20-21˚ C. Jika suhu lebih tinggi dari 25˚ C, kesehatan dan produksinya akan terganggu. Alas tidur dari serbuk gergaji atau pasir kering. Sediakan potongan-potongan kertas untuk membuat arang. Kandang dibersihkan satu kali setiap minggu.

Hamster tergolong hewan yang gemar mengumpulkan pakan di sudut kandangnya. Pakan itu cepat membusuk dan berbau tak sedap di daerah tropis, sehingga harus dibuang. Lebih baik diberi pakan sedikit-sedikit setiap hari daripada sekaligu banyak. Pakan yang dapat digunakan dapat berupa pakan buatan (pellet) yang mengandung protein sekitar 24%. Pakan tambahannya sayur, kentang, wortel, padi-padian atau biji-bijian lain.

Kalau kesehatannya bagus, hamster dapat kawin pada umur 6-7 minggu. Untuk mengawinkannya, dibentuk kelompok kain 4-5 betina dengan 1 jantan. Kemudian tiap betina harus dipindah ke kandang lain 4-12 hari setelah kawin untuk melahirkan. Anaknya dapat disapih setelah berumur 20-25 hari. Anak jantan dan betina harus dipelihara terpisah untuk menghindari terjadinya perkawinan yang terlalu awal.

Hamster bukan binatang asli Indonesia. Jika ingin mendapatkannya, sebaiknya menghubungi toko yang menyediakan hewan dan sarana binatang kesayangan dikota anda.

Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat

Wednesday, April 30, 2014

Macam macam Kucing Exotic

pertaniandanpeternakanku.blogspot.com

Berikut ini adalah macam - macam jenis kucing exotic yang akan menambah pengetahuan anda tentang kucing hias, dan mungkin membuat anda ingin membelinya.

Kucing Cymric


Nama latin : Felis lybica domestica

Nama lain : -

Ras ini merupakan keturunan kucing manx, tapi berbulu panjang. Ia muncul dari peranakan manx normal di Kanada tahun 1960-an dan di breeding, akhirnya jadilah cymric. Kombinasi warna apa pun memenuhi syarat, asalkan menyerupai manx. Panjang bulunya dari medium sampai panjang. Ia memiliki bulu lapisan dalam, tapi agak berbeda dengan persia. Ujung bulunya mengkilap dan lembut. Karakter kucing ini tidak berbeda dengan manx.

Kucing Havana Brown


Nama latin : Felis lybica domestica

Nama lain : Chestnut brown

Namanya mengacu pada warna bulu yang cokelat mirip tembakau havana untuk cerutu. Ras ini didapatkan secara kebetulan hasil perkawinan ras bulu pendek berbulu hitam betina dan siam cokelat jantan. Keturunan pertamanya lahir di Inggris pada 1952. Bulunya hanya satu warna hingga kumisnya pun sama warnanya, kecuali pink di tapak kaki. Karakternya lincah, suka bermain, 'cinta rumah', dan bisa jadi teman yang ideal. Agar tetap cantik, bulunya perlu disikat dan dibersihkan dengan kain flanel.

Kucing Kashmir


Nama latin : Felis lybica domestica

Nama lain : Himalayan solid color

Sebenarnya, kashmir merupakan ras himalayan tapi warna bulunya polos. Kalangan yang berkepentingan tidak mau menerima ras ini sebagai himalayan. Apalagi ia telah diseleksi dengan bulu yang kaya akan warna cokelat atau lila. Sementara, ahli Inggris menganggap kashmir sebagai kucing persia. Kendati klasifikasinya belum jelas benar, hobiis mengakui kecantikan kucing berhidung pesek ini.

Kucing Malayan


Nama latin : Felis lybica domestica

Nama lain : -

Malayan resmi dikenal sebagai ras Amerika tahun 1980. Ia merupakan saudara kembar kucing burmese. Bedanya hanya pada warna saja. Warna bulu yang memenuhi syarat ialah beige (antara abu-abu dan cokelat), biru dan platinum. Bulunya lembut, pendek, dan teksturnya seperti kain satin. Kepribadiannya 'hangat', keras kemauan dan suka diajak jalan-jalan dan vokalnya lantang.

Kucing Ocicat


Nama latin : Felis lybica domestica

Nama lain : -

Penampilannya mirip kucing kampung berbulu belang. Corak bulunya bertotol-totol warna gelap di atas dasar warna krem. Bulunya pendek dan mengkilap. Ia lahir dari persilangan abyssinian dan chocolate point siamese. Ocicat termasuk kucing yang ramah, menarik perhatian seperti kedua nenek moyangnya, dan suka bermain. Ukuran tubuhnya cenderung besar, berkisar antara 6 - 7,5 kg. 

Kucing Oriental Shorthair


Nama latin : Felis lybica domestica

Nama lain : - 

Kucing yang satu ini mirip benar dengan siam, karena ia merupakan 'versi' polosnya. Ia 'diciptakan' dari breeding ras siamese sejak beberapa abad lalu. Di Amerika Serikat, kelahirannya ditandai pada tahun 1970, sedang para breeder Inggris telah sukses membiakkan 10 tahun sebelumnya. Warna bulunya yang pendek dan mengkilap itu dibedakan menjadi 5 kelompok, yakni polos, shaded (berbayang), smoke, tabby (belang), dan parti-color.

Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat

Tuesday, April 29, 2014

Hindari Pakan Berlebihan pada Anjing dan Kucing Anda

Porsi pakan bagi hewan peliharaan tidak cukup hanya mengenyangkan dan bergizi saja, namun perlu dipertimbangkan keseimbangan nutrisinya. Bila kelebihan atau kekurangan salah satu elemen gizi, bisa mengakibatkan si hewan sakit.


Supaya organ tubuh bisa berfungsi efektif sebagaimana mestinya, hewan peliharaan seperti anjing dan kucing memerlukan pakan cukup. Di antara unsur-unsur pakan, ada yang tidak bisa dibentuk oleh tubuh hewan itu sendiri dari prekursor atau bahan lain. Sehingga mesti disuplai dari luar dalam bentuk pakan yang disebut nutrisi esensial.

"Nutrisi esensial ini proporsinya mesti seimbang di dalam tubuh. Jika kekurangan, hewan bakal terkena penyakit defisiensi dan sebaliknya kalau kelebihan mengakibatkan ketidakseimbangan nutrisi lain, bahkan keracunan," kata Josephine M. Wills dalam Waltham Symposium.

Nutrisi mesti optimum


Hobiis anjing atau kucing kadang-kadang lupa atau bahkan tidak tahu tentang kebutuhan nutrisi hewan peliharaannya. Ada yang hanya memberikan pakan asal kenyang saja, hingga suatu saat si hewan menderita kekurangan unsur nutrisi (defisiensi). Namun ada juga yang karena terlalu sayang pada peliharaannya, menyediakan pakan dengan nilai gizi berlebihan (keracunan).

Agar terhindar dari kedua akibat buruk salah pakan, kadar nutrisi dalam tubuh dijaga dalam jumlah optimum - tidak kurang, tidak pula lebih. Contoh nutrisi yang sebaiknya selalu berada dalam kisaran optimum adalah Vitamin A dan D, kalsium, fosfor, selenium, dan kebutuhan energi. Di alam, kucing dan anjing memperoleh menu seimbang dari hasil berburu, menangkap mangsa, dan mengkonsumsi mangsa tersebut.

Mereka tidak cuma makan daging si mangsa, namun juga tulang. Bagi satwa yang dipelihara di rumah, keseimbangan gizi jelas tergantung pada cara pemiliknya memberikan makan. Pakan bergizi memang baik, tapi kalau tidak seimbang malah merepotkan. Untuk menghindarinya, ada baiknya pemilik hewan peliharaan mengetahui tentang ekses pemberian pakan yang tidak balance.

Kegemukan hingga gangguan serius


Akibat salah makan yang paling umum terjadi pada anjing dan kucing adalah kegemukan. Penyebabnya, kelebihan porsi pakan ketika mereka masih 'anak-anak' atau pada anjing ras kecil atau medium. Kegemukan memang tidak secara langsung menimbulkan penyakit, namun cenderung memperpendek umur hewan karena gangguan yang lebih serius.

Vitamin A memang sangat penting bagi hewan, tapi kalau sampai terjadi kelebihan akan berefek gangguan pada tulang. Ini akibat pemberian minyak hati ikan atau hati berlebihan pada menunya sehari-hari. Kucing sangat menyukai pakan mengandung hati, sehingga pemiliknya mesti bisa menjaganya dari ' kecanduan'.

Kelebihan vitamin yang larut dalam lemak disimpan di hati dan kalau sampai keracunan dapat mengganggu organ tubuh ini. Sebaliknya defisiensi Vitamain A, antara lain meningkatkan kerentanan tubuh terhadap infeksi mikrobia, penurunan bobot, dan gangguan pada mata.

Vitamin D umumnya berpengaruh pada tulang. Tubuh anjing dan kucing mampu mensintesis vitamin ini dengan bantuan sinar matahari, jadi kebutuhannya relatif sedikit. Kasus ini jarang terjadi. Di lain pihak, overdosis Vitamin D sangat mudah ditemukan lantaran satwa kebanyakan mengkonsumsi minyak ikan.

Vitamin E termasuk yang sedikit diketahui dampak negatifnya bila kadarnya terlalu banyak dalam tubuh. Yang jelas, jika sampai terjadi defisiensi pada anjing akan membuatnya mandul, gangguan pertumbuhan otot, dan penurunan kekebalan tumbuh. Sementara, kucing akan mengalami pembengkakan lemak tubuh yang disebut yellow fat disease.

Selain vitamin-vitamin, hewan juga mengalami defisiensi mineral lain seperti Zn, Cu, P, dan Ca. Penyebab defisiensi tidak semata-mata karena kekurangan, namun kadang dipengaruhi oleh kadar mineral lain dalam tubuh. Sedangkan defisiensi sendiri seringkali berkaitan dengan kebiasaan makan yang tidak variatif atau kurang memadai nilai gizinya.

Kondisi penyimpanan pakan yang buruk dan tingginya kerentanan si hewan terhadap kondisi tersebut juga menjadi faktor penunjang. Oleh sebab itu, pemilik hewan peliharaan sebaiknya memberi makan dalam porsi cukup dan bernutrisi lengkap.

Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus

Monday, March 31, 2014

Biawak Batik dari Irian

pertaniandanpeternakanku.blogspot.co.id

Biawak yang panjangnya dapat menyaingi biawak terbesar komodo. Pola warnanya sangat menarik; sifatnya lincah serta kemampuan menangkap mangsanya sangat baik mirip dengan ular. Walau ukurannya bisa mencapai 6 m, namun dengan disiplin pemberian pakan, pertumbuhannya bisa lamban, sehingga cocok dipajang di terarium.
Sumber Gambar : http://www.pbase.com

Spesies Biawak

Varanus, salah satu genus dari famili Varanidae yang lebih dikenal dengan biawak, merupakan jenis kadal berukuran panjang. Jenis bengkarung ini diketahui ada 37 spesies, dan dua pertiganya hidup di Negara Kanguru Australia, serta menyebar di Afrika, Asia tropis, dan sedikit di Kepulauan Pasifik.

Di Indonesia terdapat lebih dari 17 spesies biawak, di antaranya Varanus komodoensis, Varanus salvadori, Varanus indicus, Varanus nembulosus, Varanus timorensis, dan Varanus prasinus. Mereka hidup di sekitar hutan, dan perkampungan, seperti di bagian barat Pulau Flores, Komodo, Rinca, Padar, dan Pulau Kepala Burung Irian.

Pola Warna Batik

Crocodile monitor adalah nama umumnya, sedangkan nama ilmiahnya Varanus monitor. Namun di Indonesia ia lebih dikenal dengan naman biawak papua, dimungkinkan karena asal-usulnya dari Pulau Kepala Burung Irian. Biawak ini sangat pantas dijadikan hewan peliharaan, sebab bisa dijinakkan.

Pola warnanya pun cantik serta kontras antara warna cokelat pudar sampai hitam dengan totol-totol kuning terang pada bagian tubuh dan belang di bagian ekornya - bak corak kain batik yang merupakan ciri khas busana Indonesia. Karena itulah biawak ini banyak dicari orang untuk diambil kulitnya menjadi bahan kerajinan seperti tas dan ikat pinggang.

Karena warna yang cantik pulalah Chandra Gunawan mengoleksi biawak papua sebagai hewan peliharaan di antara binatang reptil dan amfibi lainnya. Ukurannya bisa mencapai 4-6 m, lebih panjang daripada biawak komodo yang memiliki panjang sekitar 3 m dengan berat mencapai 163 kg. Berat badannya pun cukup ringan, apalagi dengan bentuk leher dan ekornya yang panjang terlihat sekali rampingnya bak pragawati sedang jalan di catwalk – bedanya dia berjalan di atas ranting.

Lihat juga : - Rahasia Kecantikan Gadis Priangan
                      - Solusi Pakan Udang dengan ' Pengawetan ' Plankton
                      - Sayuran Jepang di Indonesia
                      - Solusi Telur Lele dengan Batu Bata

Binatang Arboreal

Biawak papua di habitat aslinya sama dengan biawak lainnya, yaitu hidup melata di darat dan di air. Namun jangan heran bila melihat biawak ini bertengger di atas pohon yang tinggi, karena memang biawak adalah hewan arboreal – hidup di hutan-hutan dan ranting pohon. Bebas menikmati alam yang hijau serta udara yang sejuk.

Hewan pemakan daging (karnivora) ini di alam aslinya selalu mencari makanan pada malam hari, karena siang hari digunakannya untuk istirahat dan tidur. Pakan yang dicarinya berupa telur burung, telur penyu dan ikan, serta pakan daging lainnya. Jelaslah bila sifatnya lincah, karena pakan yang dibutuhkan berupa pakan hidup; jika tidak sigap ia tidak akan bisa memenuhi kebutuhan pakannya. Pakan yang bisa diberikan berupa tikus putih, belalang, ayam, serta ulat hongkong. Tetapi ulat hongkong bukan pakan tetapnya, karena pakan ini tidak mengandung nutrisi yang lengkap bagi kebutuhan gizi biawak.

Chandra Gunawan selalu memberikan pakan berupa tikus putih yang diternakkan sendiri, yang  sebelumnya diberi pakan vitamin dan mineral agar memenuhi syarat untuk kebutuhan konsumsi biawak. Pemberian pakannya pun setiap harinya tidak banyak, hanya 2 ekor tikus. Bahkan agar pertumbuhannya tidak telalu besar dan panjang biawak diberi pakan seminggu 3 kali.

Meski ia adalah biawak liar yang hidupnya selalu memangsa hewan-hewan kecil, namun setelah diperlihara dengan baik binatang tersebut bisa jinak dan tampil menarik. Berkat penanganan yang baik, biawak kepunyaan Chandra Gunawan di daerah Kebon Jeruk Jakarta ini terlihat ramping dan sangat cantik dipajang di terarium. Terarium yang dibutuhkan sebaiknya dari bahan yang tahan pecah dan ukurannya disesuaikan dengan besar dan panjangnya biawak.

Fasilitas di dalamnya harus ada tenggeran dari kayu atau plastik yang kokoh, karena cengkraman dari kelima jari biawak ini sangat kuat, bisa mematahkan tempat bertenggernya itu. Tempat minum, serta dekorasi lainnya seperti lampu sinar ultraviolet juga dibutuhkan sebagai pemancar panas bagi tubuhnya. Selain itu kelembapan serta suhu harus dijaga, dan terarium harus dibersihkan dari kotoran yang dikeluarkannya, karena jika tidak, bisa menyebabkan penyakit.

Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus

Sunday, March 2, 2014

Membedakan Kakatua, Nuri dan Betet

Kakatua, nuri, dan betet termasuk burung yang banyak penggemarnya. Tapi, ada juga orang yang sulit membedakan ketiga burung berparuh bengkok ini. Padahal jenis burung yang beberapa di antaranya dilindungi undang-undang itu mempunyai ciri khas masing-masing.

pertaniandanpeternakanku.blogspot.co.id


Betet kelapa dari Maluku
Betet, kakatua, dan nuri merupakan nama kelompok burung famili Psittacidae. Ciri khas burung dari famili ini tubuh dan lehernya pendek. Penampilannya tetap serasi, walau kepalanya besar dan berparuh bengkok. Jenis kelaminnya sulit ditentukan karena bentuk, ukuran, dan warna burung jantan maupun betina hampir sama.

Tungkainya pendek, kuat. Demikian pula kakinya yang berjari empat dengan sepasang jari berlawanan. Kaki tersebut dipakai mencengkeram, memegang, dan mengangkat makanan ke paruh.

Paruh melengkung dengan bagian atas lebih panjang, runcing, serta mengait. Fungsinya untuk membantu memanjat dan berpindah dari cabang ke cabang. Dengan lidah berupa daging, burung itu dapat menirukan kata dan suara.

Famili Psittacidae terdiri dari 326 spesies, 816 subspesies, dan 79 negara di seluruh dunia. Semuanya terbagi dalam 7 subfamili, tapi hanya tiga yang bisa menjadi burung peliharaan penting, yakni kakatua (Cacatuinae), nuri (Loriinae), dan bayan atau betet (Psittacinae).

Subspesies nuri dan kakatua ini banyak sekali, dengan penampilan berbeda-beda. Mereka tercipta karena evolusi intraspesies. Masing-masing dapat mempertahankan ciri khasnya karena isolasi geografis, kebanyakan pada pulau-pulau tertentu.


Kakatua

Kelompok burung ini bertubuh padat, gempal, dan bersayap kuat. Kepala, leher, serta ekornya pendek. Paruhnya besar, kuat, melengkung, dengan ujung runcing untuk membuka buah-buahan keras dan memakan isinya.


kakatua putih jambul kuning (cacatua galerita)

Bulu kambul di kepala dapat mengembang serta menutup. Bulu badannya hanya satu warna, yakni putih, abu-abu, atau hitam. Kakatua ini bersifar cerewet serta suka menjerit. Kalau dilatih burung ini bisa berbicara, tapi tak selancar beo. Pakannya biji-bijian, buah-buahan, dan serangga.

Penyebaran kakatua sangat terbatas, mulai dari Australia sampai Filipina. Subfamilinya memiliki 17 spesies yang terbagi atas 5 genus.

Pertanian dan peternakanku - Membedakan Kakatua, Nuri dan Betet

Beberapa spesies kakatua yang digemari sebagai burung peliharaan antara lain alkai raja atau kakatua raja (Probosciger aterrimus), kakatua barat (Cacatua sulphurea), kakatua irian atau kakatua putih besar jambul kuning (Cacatua galerita), kakatua malut (Cacatua alba), kakatua seram (Cacatua moluccensis), kakatua tanimbar (Cacatua goffini), dan kakatua wasur (Cacatua sanguinea).

Menurut Direktorat Penyuluhan Konservasi Sumber Daya Alam (1991), kakatua raja dan kakatua putih besar jambul kuning termasuk burung yang dilindungi berdasarkan SK Mentan Th. 1970.


Nuri
Nuri merah kepala hitam (Lorius Lory) yang langka

Nuri nama kelompok burung bertubuh padat. Panjang tubuh berkisar 12,5 - 50 cm. Kepala, leher, dan kakinya pendek. Kepalanya tak berjambul, dan paruhnya yang melengkung relatif panjang serta sempit. Paruh atas berujung runcing dan lebih panjang dari pada paruh bawah. Lidahnya dilengkapi bulu seperti sikat pada bagian ujung, sehingga memungkinkan ia memakan serbuk sari dan madu bunga - selain buah-buahan.

Kakinya berjari empat, dua jari menghadap ke depan dan yang lain ke belakang. Bulu badan burung ini mengkilap cemerlang. Guratan merah, kuning, hijau, serta biru cerah pada tubuhnya tampak mencolok.


Nuri Merah (Eos Bornea)
Suara nuri ini bising. Sangat gemar hiruk-pikuk dan hidup berkelompok. Kalau dilatih, nuri dapat menirukan bunyi suara seperti beo. Subfamili nuri terdiri atas 65 spesies di seluruh dunia, dan di Indonesia terdapat sekitar 40 spesies.

Lihat juga : - Sambung Pucuk, Budidaya Bermanfaat Bagi Pohon Buah Alpukat
                      - Budidaya Buah Anggur Hijau
                      - Jambu Air Kita Populer Di Negeri Orang
                      - Potensi Helikonia

Beberapa spesies nuri yang digemari sebagai burung peliharaan antara lain betet kea (Nestor notabilis) dan betet kaka (Nestor meridionacis) di Selandia Baru, nuri Sulawesi (Trichoglossus ornatus), nuri pelangi (Trichoglossus haematodus), kesturi raja atau betet elang (Psittrichas fulgidus), nuri merah (Eos bornea), nuri hitam (Chalcopsitta atra), nuri cokelat (Chalcopsitta duivenbodei), nuri aru (Charmosyna multistriata), nuri ternate (Lorius garrulus), nuri merah kepala hitam (Lorius domicellus), payap atau nuri eglactus (Lorius roratus).

Kesturi raja dan nuri merah kepala hitam dada biru dilindungi undang-undang sejak tahun 1978, kesturi sulawesi dan nuri sulawesi sejak tahun 1979, dan nuri merah kepala hitam sejak 1972. Payap dengan berbagai subspesiesnya juga dilindungi undang-undang sejak 1972.


Betet

Betet alias bayan merupakan nama kelompok burung bertubuh gempal. Ukuran tubuhnya bervariasi dari yang kecil sepanjang 11 cm sampai raksasa sepanjang 100 cm. Kepala, leher, dan kakinya pendek. Paruhnya melengkung dengan bagian atas lebih panjang serta runcing dibandingkan paruh bawahnya. Jari kaki empat, dua jari menghadap ke depan dan lainnya ke belakang.
Sepasang bayan (Eclectus roratus)
Kepalanya tidak berjambul, tapi beberapa spesies memiliki bulu mahkota dan bulu tengkuk yang panjang. Warna bulu badan cerah, terutama didominasi warna hijau-baik hijau muda maupun tua. Sedang warna lain seperti merah muda, merah tua, hitam, atau biru hanya berfungsi sebagai pelengkap. Sifatnya cerewet. Suara "teet...teet" selalu terdengar tak henti-hentinya.

Lidah betet berbentuk batang yang sedikit gepeng, liat, kuat, serta permukaanya halus. Fungsi lidah tersebut untuk mengambil daging buah atau biji. Penyebaran burung ini sangat luas, yakni di Amerika, Afrika, Asia dan Australia. Di seluruh dunia terdapat sekitar 230 spesies betet, dan 130 spesies di antaranya terdapat di Amerika.

Beberapa spesies betet yang digemari sebagai burung peliharaan antara lain aryat ambon atau betet raja ambon (Alisterus chloropterus), bayan panjang (Psittacula longicauda), betet jawa atau bayan pendek (Psittacula alexandri), siba ungu (Geoffroyus geoffoyi), siba khaki (Geoffroyus simplex), tanau biru (Psittinus cyanurus), bayan atau uau rimba (Eclectus roratus), kesturi sulawesi (Tanygnathus sumatranus), betet kelapa (Tanygnathus megaloprynchus), betet ekor merah (Aprosmictus erythropterus), dan sirindit sulawesi (Loncolus exilis), parkit (Melopsittacus) dari Australia, bayan merah (Aramacao) dan bayan kuning-biru (Ara ararauana) dari Amerika Latin.
Pertanian dan peternakanku - Membedakan Kakatua, Nuri dan Betet

Kesturi sulawesi dan serindit sulawesi dilindungi undang-undang sejak 1979 berdasarkan SK Menteri Pertanian. Berbagai spesies kakatua, nuri dan betet yang langka dan unik antara lain bisa disaksikan di Kebun Binatang Ragunan-Pasar Minggu dan Taman Burung TMII ( Taman Mini Indonesia Indah) di Jakarta.

Jika merasa artikel ini bermanfaat bagi anda dan mungkin orang  lain, silakan di share dan jangan lupa sertakan alamat website kami.

Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus