Monday, January 12, 2015

Undang Kupu - Kupu dengan Buddleia

Pertanian dan Peternakanku


Kupu-kupu yang lucu/ Kemana engkau terbang/ Hilir mudik mencari/ Bunga - bunga yang mekar/ Tidakkah sayapmu merasa lelah.

Syair lagu di atas pasti dikenal masyarakat Indonesia dari balita hingga orang dewasa. Lagu ini amat pantas dilantunkan manakala di taman, dihadirkan buddleia (baca: badleya). Tanaman semak itu amat digemari kupu-kupu. Sehingga, setiap ada pohon badleya, pasti di situ ada kupu-kupu. Wajarlah bila ia bernama butterfly bush, 'semak kupu-kupu'.

Namun karena bunganya yang merah ungu mekar pada musim panas, di daerah subtropis ia digelari summer lilac. Pohon badleya tidak hanya disukai kupu-kupu. Bagi pemilik taman kehadiran tanaman ini cukup menarik. Bunganya indah, tersusun oleh ratusan bunga-bunga mungil, 0,5 cm. Susunannya membentuk piramida sepanjang 5 cm - 20 cm. Bunga akan mekar dari bawah ke atas. Bunga-bunga itu tumbuh menjuntai.






Tatkala kupu-kupu menghinggapinya, bunga dan kupu-kupu pun berayun-ayun. Kayunya memang ringkih, tapi tak mudah  patah. Tanaman bersemak ini  tingginya10cm - 150 cm. Meski berasal dari daerah subtropis, ia bisa tumbuh baik di Indonesia. Kehadirannya bisa menjadi pilihan bila ingin menampilkan taman bunga. Bunga muncul terus-menerus, termasuk pada musim hujan, meski lebih sedikit. Ada 5 warna pilihan ; ungu, ungu tua, ungu muda, pink dan putih.

Mudah dirawat

Tanaman ini termasuk bandel pertumbuhannya. Asalkan drainase baik, ia akan rajin menampilkan bunga-bunganya. Badleya, (terutama jenis putih), kurang kuat bila air merendam akarnya. Secara alamiah tanaman semak ini kurang lebat daunnya. Untuk itu harus sering dipangkas. Caranya gampang, himpun percabangannya ke atas, lantas pangkas sekaligus. Cabang itu dipangkas saat masih muda. Ini akan membuat cabang lebih lebat. Agar senantiasa tampil segar, bunga yang kering dibuang.

Pertanian dan peternakanku - Undang Kupu - Kupu dengan Buddleia

Idealnya tanaman ini ditanam secara grouping. Sehingga, sosoknya jadi tampak lebat. Lantas di bawahnya ditanam ground cover sehingga timbul kombinasi menarik. Karena tumbuhnya bersemak dan agak lembut, dibawahnya dihadirkan tanaman kucai, yang bersifat 'tegas'. Hindari pemakaian tanaman yang lebih tinggi dari 30 cm agar tidak bersaing dengan badleya.

Terima Kasih Atas Kunjungannya dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus

Sunday, January 11, 2015

Cara Memperbaiki Mutu Buah Belimbing Demak

Memperbaiki Mutu Buah Belimbing Demak

Pertanian dan Peternakanku


Dari berbagai cara perbanyakan vegetatif, yang paling mudah dilakukan pada belimbing Demak, ialah dengan cara penyambungan (mengenten atau grafting). Hasilnya pun memuaskan. Menurut pengalaman, hasil enten belimbing Demak, bisa mencapai 90 %. Tapi tentu saja, untuk melakukan ini, perlu persiapan dulu, yaitu :

1. Batang bawah (dulu dikenal sebagai Onderstan) hasil persilangan biji. Dan untuk memperoleh biji yang baik, pilihlah buah belimbing yang cukup besar, berasal dari pohon induk yang baik. Biji buah belimbing tersebut (diusahakan jangan sampai rusak), sebelum disemaikan, perlu dicuci bersih-bersi dari lendir yang menempel di situ, lalu diangin-anginkan.



Tempat untuk persemaiannya, cukup memakai besek berukuran kira-kira : 2 x 2 x 7,5 cm, yang diisi dengan pasir halus, tanah, dan pupuk kandang (perbandingan 1 : 1 : 1). Biji buah belimbing disebar rata (kira-kira 100 biji per besek), kemudian besek digantung dengan tali di tempat yang teduh (gambar 1).

Lalu kenapa memakai besek, tak lain karena biayanya murah, dan lagi pula dengan besek mudah memeliharanya, mudah mengawasinya, dan bisa dihindarkan dari gangguan ayam, anak kecil dan lain-lain. Setelah bibit buah belimbing berumur sekitar satu setengah bulan, bibit dipindahkan ke polibag atau tempat penyapihan.

Polibag ini, seperti yang digunakan, berukuran : 15 x 25 cm. Maksud pemindahan, supaya kalau nanti bibit buah belimbing sudah tumbuh besar dan siap ditanam di kebun, akarnya bisa dijaga dari kerusakan. Dan juga, nantinya kita tidak kesulitan memindahkannya ke kebun. Setelah bibit berusia 6-8 bulan (masih di polibag), kegiatan penyambungan bisa disiapkan.
2. Batang atas (dulu dikenal sebagai entres), berasal dari pohon induk belimbing yang baik. Artinya, mempunyai sifat asli yang baik untuk diturunkan. Sifat asli yang baik ini, antara lain : produksinya tinggi, mutu buah baik, besar dan aromanya khas, warnanya menarik : daging buahnya lunak ; kadar airnya tinggi, dan tentu saja rasa buahnya enak.

Pohon itu, juga bebas hama  penyakit, sedang usia pohon harus cukup tua. Entres tersebut, diambil dari cabang yang sebaiknya tumbuh ke atas. Cabang yang kesamping bisa saja dijadikan entres, namun hasilnya kurang memuaskan.

Urutan Pembuatan Sambungan Pohon Belimbing


Mula-mula disiapkan tanaman calon batang bawah yang sudah berumur 6-8 bulan. Batangnya dipotong 10-15 cm dari permukaan tanah, kemudian dibelah sepanang 3-5 cm. Kemudian dibuat entres sepanjang 7,5-10 cm (dan bermata 3-5 buah), dari cabang pohon belimbing induk. Ujungnya, diiris pipih sepanjang belahan pada batang bawah.

Entres yang sudah pipih selanjutnya diselipkan ke dalam belahan batang bawah (keduanya disambung). Seterusnya sambungan itu diikat dengan tali plastik (rafia) sepanjang 25 cm, lebar tali 3 mm. Kalau ini sudah selesai, disiapkan pula plastik es mambo, untuk dikerudungkan sampai di bawah sambungan.

Pertanian dan Peternakanku - Memperbaiki Mutu Buah Belimbing

Lima belas sampai dua puluh hari kemudian, biasanya tunas baru sudah keluar. Kalau betul, tutup plastik bisa dibuka. Tunas yang tumbuh pada batang bawah (di bawah sambungan) di buang, dan 15 hari kemudian ikatan boleh dibuka. Pekerjaan selanjutnya, tinggallah merawat baik-baik bibit buah belimbing itu, supaya tetap sehat dan subur.

Terima Kasih Atas Kunjungannya dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus

Saturday, January 10, 2015

Cara Membuat Bubuk Sari Buah Jeruk

Cara Membuat Bubuk Sari Buah Jeruk - Pertanian dan peternakanku -


Tidak sembarang buah jeruk bisa diolah menjadi bubuk sari buah. Buah harus disortir, pilih yang betul-betul bagus, lebih sip kalau dipergunakan buah jeruk masak dari pohon. Buah dipetik, langsung diolah !

Selain dimakan dalam bentuk segar, buah jeruk banyak juga yang dinikmati orang dalam bentuk yang sudah diola. Jeruk manis, lemon, dan grapefruit misalnya, lebih praktis dan nikmat rasanya kalau diminum dalam bentuk sari buah.

Sari buah segar yang diminum langsung setelah buah jeruk diperas, biasanya masih harus diseduh dengan air, ditambah gula dan es dulu untuk memperoleh rasa asam - manis segar yang diinginkan.

Sari buah jeruk siap dihidangkan
Tapi banyak juga buah jeruk yang diolah menjadi sari buah awetan. Sari buah awetan yang siap minum, biasanya mengandung kadar gula antara 10-15 %, dengan derajat keasaman (pH) antara 3-4. Biasanya dihidangkan dalam botol, atau dikemas dalam kotak kertas berlapis plastik yang tidak tembus air.

Sari Buah Jeruk Bisa Dibuat Serbuk


Sari buah jeruk bisa juga diawetkan dalam bentuk serbuk. Ini memang lebih praktis disimpan, dibanding sari buah cair, karena lebih menghemat tempat. Selain itu juga jauh lebih tahan lama disimpan, kalau cara penyimpanannya baik dan memenuhi syarat. Kalau hendak diminum, tinggal dituangi air dengan perbandingan 1 : 1. Tapi ada juga yan boleh diseduh dengan air saja, tanpa ditambah apa-apa lagi, karena serbuk sari buah itu sudah dicampur dengan gula halus.

Bagaimana cara membuatnya?


Tidak sembaran buah jeruk bisa diolah menjadi bubuk sari buah. Diperlukan buah jeruk yang betul-betul sehat, dan tidak cacat. Paling bagus ialah buah yang ketika dipanen kadar gula dan asamnya paling tinggi. Ini berarti buah yang memang sudah masak pohon. Jadi nantinya, serbuk sari buah jeruk yang dihasilkan tidak akan pahit rasanya.

Buah jeruk yang akan diolah menjadi sari buah, harus disortir dahulu. Buah yang rusak dan busuk, disingkirkan. Begitu juga yang menunjukkan tanda kurang sehat, berjamur, dan hampir busuk, sebaiknya tidak ikut diolah.
Buah yang telah disortir, selanjutnya dicuci bersih, dengan jalan direndam dalam bak porselin berisi air yang mengandung kaporit 2 gram per meter kubik. Terutama kalau jumlanya banyak. Buah jeruk direndam selama 3 menit, kemudian dibilas dengan air bersih yang mengalir, agar sisa kaporit dan kotoran lain yang melekat pada kulit buah tercuci. Lebih sip lagi kalau proses penyucian ini dikerjakan dengan spraywash, karena proses penyuciannya bisa lebih cepat dan efektif, sedang air cuciannya langsung mengalir turun membawa kotoran.

Dengan dicuci serupa ini, kebersihan kulit akan lebih terjamin. Tanah, pasir, debu dan kotoran lain akan hanyut lenyap. Begitu pula sumber kerusakan dari mikro organisme (bakteri, jamur/cendawan) yang dapat mengakibatkan kebusukan sari buah jeruk yang akan dihasilkan bisa dikurangi.

Setela dicuci bersih, buah jeruk ditiriskan. Bila kulit buah sudah mengering, buah dibelah dua. Sarinya diperas dengan alat pemeras bergerigi. Hasilnya ditampung dalam wadah seperti teko, tapi kalau sudah terkumpul banyak, dituang dalam panci atau baskom yang lebih besar. Bisa juga sari buah jeruk diperas dengan alat (mesin) pengepres. Tapi ini baru bisa dilakukan, kalau buah  sudah dikupas kulitnya bersih-bersih, dengan pisau tahan karat.

Sari buah yang diperoleh ini, sebetulnya masih kasar, karena masih tercampur dengan serat dan biji. Untuk mendapatkan sari buah yang lebih murni, sari buah kasar ini masih harus disaring dulu. Untuk menyaring, sari buah kasar ini dicampur dulu dengan air masak yang telah didinginkan, perbandingan 1 : 1. Setelah diaduk rata, barulah disaring dengan saringan kasar (terbuat dari kain kelambu) dan diperas. Sisa yang tertinggal dalam kain penyaring berupa biji dan serat.

Sari buah jeruk ditiupkan airnya


Sari buah itu selanjutnya dituang rata dalam wadah dangkal tahan karat, yang permukaanya luas, untuk menguapkan kadar airnya. Penguapan dilakukan dalam ruangan hampa udara, agar prosesnya berlangsung dalam suhu rendah, sehingga aroma, rasa dan warna alami bubuk sari buah jeruk nantinya tidak rusak.

Penguapan berlangsung dalam ruangan bertekanan kurang lebih 15 kg/cm persegi atau 15 atmosfir, dengan titik didih penyulingan antara 35 derajat sampai 45 derajat celsius. Dengan penguapan "dingin" dalam ruangan hampa ini, 4/5 bagian air yang terdapat dalam sari buah jeruk bisa teruapkan.

Sebaiknya 10 persen air dari hasil penyulingan dikembalikan lagi pada sari buah pekat yang dihasilkan, untuk menjaga agar aroma buah jeruk tidak lenyap. Sari buah pekat selanjutnya didinginkan dan dibiarkan mengendap dalam ruang pendingin selama 3 hari. Suhu ruangan yang diperlukan adalah 0 derajat celsius. Setelah mengendap, sari buah diambil, sedang endapan kotor dipisahkan, tidak ikut diproses lebih lanjut.

Cairan kental yang telah bersih, selanjutnya didinginkan dalam lemari pendingin yang bersuhu antara 5 - 10 derajat celsius selama 3 hari. Baru kemudian diuapkan dalam lemari pengering pada suhu sekitar 50 derajat celsius. Pengeringan berlangsung sampai cairan dalam wadah menjadi kering dan padat.

Selanjutnya padatan sari buah kering berupa lempengan ini digiling atau ditumbuk menjadi serbuk yang halus. Kalau perlu, serbuk yang diayak dengan penyaring halus. Setelah diperoleh sari buah serbuk yang diharapkan, dapat dilakukan penambahan gula (berupa tepung yang sudah halus pula) sebanyak 1-2 kali berat serbuk sari buah jeruk murni. Jadi kalau akan diminum nanti (setelah diencerkan kembali dengan air), akan diperoleh cairan sari buah total yang mempunyai kadar gula sebanyak 10-15 persen.

Sebelum dipak dalam kantong pembungkus, kerapkali oleh produsen ditambahkan essence jenis jeruk yang bersangkutan kepada serbuk sari buah jeruk yang dihasilkan. Maksudnya untuk mempertajam aroma dan rasa yang tetap merangsang, meskipun bubuk sari buah itu nanti diencerkan kembali sebagai minuman. Essence jeruk berupa hesperidin dan sejenis minyak pengharum yang sangat spesifik aromanya.

Pengepakan dan penyimpanan serbuk sari buah jeruk ini bisa langsung dalam botol yang bersih dan steril, bisa juga dalam kaleng atau botol plastik yang baik mutunya. Penutupan tidak perlu pasteurisasi atau sterilisasi seperti pada bahan makanan awetan lain, karena dengan tingkat keasaman yang tinggi dan kadar air yang sangat rendah (dibawah 8 persen), jasad renik perusak akan sukar tumbuh dan berkembangbiak pada serbuk sari buah jeruk. Tentu saja ruang penyimpanan juga harus memadai. Bersih, kering dan bagus perawatannya.

Terima Kasih Atas Kunjungannya dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus


Friday, January 9, 2015

Budidaya Tanaman Tomat Sistem Hidroponik

Budidaya Tanaman Tomat Sistem Hidroponik. Ini cara bertanam tanpa tanah yang sedang populer saat ini. Mengurusinya lebih repot, karena hidroponik memerlukan  penangan yang sama sekali berbeda dengan cara bertanam dengan mediun tanah. Tetapi ada cara yang cukup sederhana, untuk menanam tomat hidroponik.

Budidaya Tanaman Tomat Sistem Hidroponik


Medium hidroponik yang ingin di anjurkan kali ini adalah pasir, yang harus dicuci bersih dulu, dan disterilkan dengan memasaknya bersama air dalam drum, sampai air mendidih. Kemudian pasir steril ini dimasukkan dalam kantong plastik hitam berukuran tinggi 50 cm dan garis tengah 30 cm. Kantong hitam ini untuk menjaga agar cahaya matahari jangan menimpa akar tanaman.

Sebelumnya dasar pot plastik diberi lubang-lubang untuk pembuangan air. Sebelum diberi pasir steril terlebih dahulu kita memasukkan ijuk sebagai filter. Di atas ijuk baru kita memasukkan asir setinggi 4 cm. Supaya tanaman tidak terlalu berdesakan, satu pot hanya boleh ditanami satu bibit tomat saja.
Pot-pot plastik ini ditaruh diatas bedengan yang bersih dari rumput dan tumbuhan lain. Bedengan ini kita tutup dengan plastik hitam yang agak tebal untuk mencegah penularan penyakit berasal dari tanah. Di atas lembaran plastik ini ditaruh pengganjal kantong plastik berisi tanaman tomat. Barisan pot dilindungi dengan atap peneduh plastik, yang berguna untuk mencegah sinar matahari yang berlebihan, dan dapat pula mencegah penguapan air dari daun dan permukaan asir tempat tumbuh tanaman.

Tomat hidroponik harus kita beri nutrien (zat makanan) berupa garam pupuk yang dicampur dalam air untuk memudahkan penyerapan oleh akar. Banyak rumus yang diberikan oleh ahli hidroponik untuk membuat nutrien bagi tanaman tomat. (lihat tabel).

Larutan utama yang mengandung unsur hara makro
Garam Pupuk
Garam/Liter
Monopotasium Phosfat (KH2PO4)
Potasium Nitrat (KNO3)
Kalsium Nitrat (Ca = NO3)
Magnesium Sulfat (MgSO4)
Besi Sulfat (Fe SO4)
0,14
0,55
0,88
0,71
1,2
Larutan utama diberikan setiap hari kecuali besi diberikan hanya satu atau dua kali dalam seminggu.

Larutan cadangan yan mengandung hara mikro
Garam Pupuk
Garam/Liter
Asam Borat (H3 BO3)
Mangan Khlorid (Mn C12)
Zinc Sulfat (Zn SO4)
Copper Sulfat (Cu SO4)
Asam Molidbat (H2 MO4)
2,86
1,81
0,22
0,08
0,02
Resep larutan cadangan ini harus selalu disertakan pada saat penggunaan larutan utama di atas
Cairan nutrien ini disiramkan setiap hari, sambil diperhatikan kebersiannya disamping itu tentu saja kita harus rajin-rajin memegang pinset dan mencari satu demi satu ulat, semut merah atau hama lain untuk segera disingkirkan. Ketekunan ini akan membuat kita menarik napas lega jika kemudian kita melihat buah tomat kita bermunculan.

Terima Kasih Atas Kunjungannya dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus

Thursday, January 8, 2015

Mengenal Kelapa Hibrida Indonesia

Mengenal Kelapa Hibrida Indonesia - Setelah mengalami pengujian bertahun - tahun, pada tanggal 4 September  1984 yang bertempat di Submi, Badan Benih Nasional telah melepas tiga macam kelapa hibrida. Kelapa hibrida ini dikenal sebagai "Kelapa Hibrida Indonesia (KHINA) 1, 2 dan 3" yang merupakan hasil perkawinan antara kelapa-kelapa unggul asli Indonesia.

Kelapa Hibrida Indonesia 1(KHINA 1)

Kelapa Hibrida Indonesia 1
Merupakan hasil persilangan antara Kelapa Genjah Kuning Nias dengan Kelapa Dalam Tenga, Sulawesi Utara. Panen pertama pada umur 4 tahun, jumlah buah 80 butir/ pohon/ tahun, berat kopra 253 gram/ buah dengan kadar minyak 61.78% dan hasil kopra 3-4 ton/ha/tahun. Tandan, tangkai buah dan buah berwarna hijau, bentuk buah tanpa sabut bulat dengan ukuran sedang.

Kelapa Hibrida Indonesia 2(KHINA 2)

Kelapa Hibrida 2
Merupakan hasil persilangan antara Kelapa Genjah Kuning Nias dengan Kelapa Dalam Bali, Pulau Bali. Panen pertama pada umur 4 tahun, jumlah buah 55 butir/ pohon/ tahun, berat kopra 296 gram/ buah dengan kadar minyak 60.61 % dan hasil  kopra 2.4 sampai 4 ton/ha/tahun atau 16 kg/pohon/tahun. Tandan, tangkai buah dan  buah berwarna hijau dengan  bentuk buah bulat dan ukurannya sedang.

Kelapa Hibrida Indonesia 3(KHINA 3)

Kelapa Hibrida 3
Merupakan hasil persilangan antara Kelapa Genjah Kuning Nias dengan Kelapa Dalam Palu, Sulawesi Tengah. Panen pertama pada umur 4 tahun. Tandan, tangkai buah dan buah berwarna hijau dengan bentuk buah bulat dan ukurannya sedang. Jumlah buah 75 butir/  pohon/ tahun, berat kopra 254 gram/ buah  dengan kadar minyak 62.46% dan hasil kopra 2.8 sampai 4 ton/ha/tahun atau 19  kg/pohon/tahun.


Keistimewaan ketiga macam Kelapa Hibrida Indonesia  tersebut yaitu  cepat  berbuah (4 tahun), dibandingkan dengan kepala dalam yang berbuah pada umur 6 sampai 7 tahun, buahnya cukup besar (hampir menyamai kelapa dalam), produksi tinggi dan masih dapat berproduksi dengan baik sampai dengan 450 m dpl.

Terima Kasih Atas Kunjungannya dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus

Wednesday, January 7, 2015

Merangsang Ikan Hias Maskoki Agar Bertelur

Ikan Maskoki anda enggan bertelur? Padahal akuarium dan ikannya sudah baik dan benar?
M. Sueh Ismail mempunyai cara sederhana tapi cespleng untuk memaksa ikan hias maskoki yang malas segera bertelur.

"Caranya memang sederhana, dan selalu berhasil saya lakukan," begitu kata peternak ikan hias maskoki dari Ciganjur, Jakarta Selatan ini. Ia memasukkan induk maskokinya ke dalam kantung plastik berukuran 40 x 60 cm yang sudah diisi air bersih seperempat bagiannya. Plastik ini kemudian diikat dengan karet, dan dibiarkan selama 12 jam.

Selama disekap, kondisi maskoki dipantau terus. Jika kelihatan agak teler, airnya diganti dengan yang bersih dan sudah diinapkan semalam. Plastik lalu diikat kembali dengan karet. Dengan kondisi yang sungguh tidak enak ini, induk ikan dikuruskan dan boleh dikatakan disuruh takut mati.

Ikan yang panik menghadapi maut, dirangsang untuk meninggalkan keturunan. Kita lalu boleh berharap besar, bahwa keesokan harinya maskoki mau memijah ketika dilepas kembali ke kolam pemijahan. Suasana baru setelah menjalani sekapan tadi mendorong ikan hias maskoki untuk memijah, dalam rangka meninggalkan keturunan itu.
Berulang kali M. Sueh Ismail membuktikan cara ini. Dan selalu berhasil. Induk ikan hias maskoki jangan diberi makan cacing sutera, karena kandungan lemak cacing itu sangat tinggi. Induk yang kegemukan karena makmur akan malas bertelur. Sebaliknya diberi jentik-jentik nyamuk, sehingga tubuhnya tidak terlalu gemuk dan tidak malas bertelur.
Lihat juga Cara Merawat Hamster atau Budidaya Walet

Terima Kasih Atas Kunjungannya dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus

Tuesday, January 6, 2015

Budidaya Walet, Mengundang Walet ke Rumah Anda

Budidaya Walet, Mengundang Walet ke Rumah Anda. Karena manfaat sarang walet yang besar, kini sarang walet sudah merupakan makanan bergengsi di retoran-restoran yang beken. Maka tak heran kalau sarang burung walet dapat dijadikan sumber penghasilan yang menakjubkan. Dan harganya sungguh fantastis.

Seperti yang dilakukan H. Noor Hamid, pengusaha sarang burung di Sidayu, Gresik, Jawa Timur, Sejak puluhan tahun yang lalu. Bapak haji ini mengusahakan burung yang dulu hanya dapat dijumpai di gua-gua ini menjadi penghuni "gedongan". Tentunya setelah calon rumah walet itu disesuaikan dengan kondisi alami hidupnya.

Burung walet dapat hidup di dataran rendah dengan ketinggian maksimal 1.000 m dpl. Di samping itu, si penghasil sarang ini menghendaki daerah yang dekat dengan sumber air. Dan yang palir penting, banyak burung sriti beterbangan di sekitar lokasi huniannya. Nah, sekarang bagaimana agar walet betah dan mau menghuni rumah Anda?

Bangunan rumah walet


Karena walet pada awalnya berasal dari gua, maka rumah yang akan digunakan sebagai "pabrik sarang burung walet" juga harus disesuaikan dengan suasana gua: gelap, lembap, dan bau. Caranya kayu jati yang akan digunakan sebagai penyangga, lajur, dan langit-langit disiram dahulu dengan air basuhan sarang walet atau campuran telur itik agar tidak memberikan kesan baru.

Hindari lubang dari pohon tinggi yang dapat merintangi jalan
Rumah yang akan ditempati sebaiknya berdinding tembok dengan ukuran 2,5 x 12 x 13 m. Pada dinding bagian atas di buat 2 lubang berukuran 30 x 20 cm yang menghadap ke utara/selatan dan dicat hitam.

Ruangan bagian dalam dikapur putih agar sejuk, sesuai dengan keinginan walet. Suhu yang dikehendaki 26-28˚ C dengan tingkat kelembapan 85 %. Untuk menghindari fluktuasi suhu sebaiknya atapnya menggunakan genting.
Pertanian dan peternakanku - Budidaya Walet, Mengundang Walet ke Rumah Anda

Lantai rumah walet hanya disemen saja. Di atas langit-langit diberi jerami setebal 0,5 m, sedangkan pada bagian bawahnya dibuat lajur kayu tempat menenun sarang. Jarak antar lajur 40-60 cm, sedangkan panjangnya disesuaikan dengan ukuran rumah. Agar mudah mengontrolnya, rumah diberi pintu yang selalu harus ditutup dan dipasangi lampu neon di bagian luarnya, jaraknya 10 m dari bangunan dan jangan lupa beri tempayan yang berisi air di dalam ruangan.

Mengundang sriti dan walet


Kegiatan berikutnya adalah mengundang sriti dan walet masuk ke dalam rumah itu. Caranya : jerami yang disiram sedikit air atau ditaburi kotoran burung walet yang dicampur dengan pasir dihamparkan pada lantai rumah. Dinding rumah dilumuri kotoran burung walet setinggi 1,5 m dari lantai. Ada juga yang meletakkan kaser yang mengumandangkan suara burung walet atau sriti.

Bila keadaan dalam rumah itu cocok dengan sifat nalurinya untuk tinggal bersarang di situ, maka akan ada satu-dua burung sriti yang membuat sarang. Burung sriti ini kemudian akan bertambah menjadi puluhan bahkan ratusan.

Mengembangkan walet


Bila tempat yang baru itu sesuai dan cukup aman, sriti-sriti ini akan membuat sarang dan mulai bertelur. Tunggulah sriti ini sampai banyak, setelah itu barulah dilakukan penukaran telur. Telur walet yang sudah berumur 1-4 hari kita pindahkan ke sarang sriti (tiap sarang 2 telur) yang sedang mengeram, sedangkan telur sriti itu sendiri dibuang.

Pemindahan ini dilakukan pada siang hari, di saat sriti sedang keluar mencari makan. Pengambilan atau pemindahan dapat dilakukan dengan mengunakan kertas tisu atau sendok dengan hati-hati dan cepat. Namun Haji Noor hanya menggunakan tangan saja, hasilnya juga memuaskan. "Asalkan tangan dalam keadaan bersih," ujarnya.

Telur walet akan menetas setelah 15 hari kemudian. Walaupun sudah menetes, sriti masih tetap akan memelihara anak walet sampai walet kecil itu dapat terbang dan mencari makan sendiri. Bila tugas sriti sudah selesai, secara otomatis mereka akan menyingkir sendiri, sedangkan anak walet akan kembali ke sarang induknya itu.


Pemeliharaan gedung


Kalau walet sudah mulai kerasan, rumah walet jangan diusik-usik lagi. Biarkan ruangan tetap gelap. Lantai ruangan yang kotor karena kotoran walet tetap dibiarkan, kalau dibersihkan malah akan menggganggu ketenangan burung walet, sebab bau kotoran ini merupakan daya tarik burung walet lainnya untuk tinggal di situ.

Selain itu, perhatikan kelembapan udaranya. Agar tetap terjaga, sebaiknya rumah walet ditengok setiap hari. Jika suhu dan kelembapannya tidak sesuai, maka dinding di sekeliling bangunan dapat di siram dengan air sekitar 1,5 m dari lantai, yang dilakukan pada sore maupun pagi hari. Hindari bangunan terhadap serangan hama dengan membersihkan gedung dari kotoran yang ada di sekelilingnya.

Pemetikan sarang walet


Agar populasi walet berkembang terus, panen tidak boleh dilakukan dengan sembarangan. Pemanenan sarang yang dibuat pada musim hujan ini dapat dilakukan 3 tahap dalam setahun. Pertama, ketika sarang berumur 45 hari, setelah anak walet dapat terbang dan mencari makan sendiri. Kedua, dengan cara rampasan, namun kualitas dari sarang kecil dan tidak seragam karena pada saat itu walet belum bertelur.

Pertanian dan peternakanku - Budidaya Walet, Mengundang Walet ke Rumah Anda

Dan terakhir, jika kita menginginkan walet berkembang biak dengan cepat dan kualitas sarangnya prima, pemanenan dapat dilakukan dengan membuang telur. Sebelum sarang diambil, tepian sarang yang menempel pada kayu disemprot dahulu dengan air, kemudian disayat dengan pisau atau sekrap cat. Jangan sampai bersih, minimal ada bagian sarang yang tersisa pada kayu, agar tetap menarik walet untuk segera menenun sarangnya kembali. Letakkan sarang walet di mangkuk yang sesuai dengan bentuk sarang, lalu diangin-anginkan.

Terima Kasih Atas Kunjungannya dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus