Saturday, January 3, 2015

Persilangan Ayam Bekisar

Ayam bekisar 'diciptakan' pertama kali di Pulau Kangean, pulau paling timur wilayah Kabupaten Sumenep, Madura. Ayam itu keturunan pertama (F1) persilangan antaraspesies jantan ayam hutan hijau (Gallus varius) dengan spesies betina ayam kampung (Gallus domestica). Perpaduan itu menghasilkan ayam hibrida antarspesies yang berbulu indah, cerah, mengkilap, dan memiliki kokok melengking spesifik, khususnya ayam jantan. Vokalnya merupakan perpaduan antara suara ayam hutan hijau dengan ayam kampung.

Bekisar mulai dikenal sekitar tahun 1930-an. Ayam itu mula-mula hanya dimiliki para bangsawan, orang berpangkat atau yang berharta di Madura. Kegemaran memelihara ayam hibrida ini kemudian menjalar sampai ke Jawa. Karena ayamnya langka, indah, spesifik, dan mahal harganya, keberadaan ayam bekisar pada suatu keluarga jadi lambang status sosial pemiliknya.

Perjodohan seinduk antarketurunan bekisar yang menghasilkan keturunan, kemungkinan dapat menghasilkan bekisar pula. Ini kalau komposisi darahnya dapat dipertahankan tetap 50% ayam hutan dan 50% ayam kampung, berkelamin jantan, dan memiliki kokok suara melengking khas bekisar. Kalau tidak demikian, hasil keturunannya disebut ayam bakekok. Hasil lainnya ada yang  mengarah condong ke ayam kampung dan ada yang condong mengarah ke ayam hutan hijau.

Hasil silangan antara jantan ayam hutan hijau dengan betina ayam hutan merah juga bisa disebut bekisar karena ayam hutan merah merupakan nenek moyang ayam kampung. Kalau yang disilangkan itu jantan ayam hutan merah dengan betina ayam hutan hijau, belum diketahui namanya.

Keturunan jantan ayam hutan hijau dengan bekisar betina yang dikawinkan terus menerus sampai 7 kali penyilangan, secara hukum generika akan kembali jadi ayam hutan hijau. Kemurnian darah ayam hutan hijaunya bisa mencapai di atas 97%. Keturunan bekisar betina yang dikawinkan dengan jantan ayam hutan merah, secara genetik akan menghasilkan ayam kampung biasa atau ayam hutan merah biasa.

Pada umumnya bekisar yang kawin dengan bekisar sulit menghasilkan telur. Bekisar sulit menghasilkan telur. Bekisar jantan yang kawin dengan betina ayam kampung pun pada umumnya telurnya fertil. Begitu pula bekisar betina yang kawin dengan jantan ayam kampung.

Bekisar jantan yang yang kawin dengan betina ayam kampung dan menghasilkan telur dapat menetas, keturunannya disebut ayam bakekok. Bakekok betina yang dikawinkan dengan bekisar jantan, pada keturunan ketiga dapat menghasilkan bekisar, persis seperti turunan langsung (F1) antara jantan ayam hutan hijau dengan betina ayam kampung.

Sebetulnya bekisar F1 sudah merupakan final stock, karena merupakan turunan terakhir yang mewarisi sifat-sifat terbaik dari kedua induknya. Keturunan lebih lanjut dari bekisar yang F1, hasilnya akan mengalami penurunan prestasi. Mutunya lebih rendah dibandingkan bekisar asli.

Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus

Friday, January 2, 2015

Mengobati Penyakit Lever dengan Cabai Puyang

Cabai Jawa atau merica buntut seakan-akan tidak terpisahkan dari lempuyang. Selain membantu meredakan sakit lever, ia juga mendorong nafsu makan.

Cabai jawa disebut cabai, karena rasanya pedas. Tetapi berbeda dengan cabai (lombok) yang berasal dari Amerika Selatan bagian utara, cabai Jawa dari Indonesia. Dulu Indonesia itu pulau Jawa. Jadi cabai yang ini disebut cabai jawa walaupun di Jawa sendiri tidak disebut cabai jawa, melainkan cabai alas.

Seperti kerabatnya yang lada biasa (Piper nigrum), cabai jawa (Piper retrofractum), juga tanaman merambat yang tumbuh menahun. Panjang batangnya bisa sampai 10 m.
Biasanya tidak dibiarkan tumbuh memanjang semaunya, tapi dipangkas seperti pohon lada biasa (sampai setinggi 1,5 meter saja), supaya rajin berbunga dan berbuah.



Sepintas lalu sosoknya mirip tanaman lada penghasil merica. Tetapi karena buahnya yang duduk dalam bulir perlu waktu lama sekali, sampai seperti tidak masak-masak, maka buah lada ini seperti duduk terus dalam bulirnya. Bentuk bulirnya seperti ekor yang panjang bulat, sampai ia pun disebut merica buntut atau lada panjang.

Apanya yang berkhasiat?


Sebelum masak, buah itu masih hijau keras, tapi sudah pedas dan tajam. Kalau sudah masak menjadi merah dan lunak, sehingga  mudah diremas untuk dipencet bijinya. Daging buahnya manis, tetapi bijinya  pedas seperti lada.
Buah yang masih duduk dalam bulir panjang seperti buntut inilah yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan jamu. Seluruh bulir mengandung piperin ; sejenis alkaloida benzodioxol-pentadienyl-piperidin yang pedas seperti yang dikandung dalam biji merica, tetapi kadarnya tidak setinggi itu.

Piperin menghangatkan lambung dan usus, sehingga kalau dikombinasikan dengan lempuyang pahit, Zingiber amaricans, ia mendorong proses pengeluaran empedu lebih hebat. Lempuyang ini terkenal sebagai lempuyang emprit, karena umbinya kecil-kecil dibanding dengan umbi lempuyang gajah, Zingiber zerumbet.

Biang keladi pengeluaran empedu yang sebenarnya adalah sejenis keton dalam lempuyang emprit atau pahit itu, yang untuk gampangnya disebut zerumbon, seperti yang dikandung dalam Zingiber zerumbet.

Tadinya pengeluaran empedu itu macet, karena lever penghasil empedu itu mogok. Penyebab kemacetan produksi empedu bisa bermacam-macam. Tetapi kebanyakan karena lever terlalu lelah, sampai tidak mampu menghasilkan empedu dengan cukup seperti sediakala. Lalu bahan makanan berlemak yang seharusnya dicernakan, tidak bisa lancar pencernaannya. "Perut" jadi sakit.

Namun, sesudah diberi cabai puyang empedunya lancar kembali, dan pencernaan makanan beres lagi. Karena itu, umbi lempuyang ini juga terkenal sebagai jamu yang stomachik (membangkitkan selera makan).

Bagaimana Pakainya?


Untuk melawan kemacetan empedu sampai lever sakit (tapi yang dikeluhkan sebagai "sakit perut", namun bukan diare) itu, 3 buah cabai jawa yang sudah dicuci bersih, ditumbuk dalam lumpang bersama umbi lempuyang pahit sebuah. Sebaiknya memakai bahan yang segar. Bukan kering.

Lempuyang perlu dicuci dan dikupas  kulitnya. Sebelum ditumbuk, kumpulkan bahan dalam lumpang diberi air sedikit. Jadi hasil tumbukan nanti dapat diperas sarinya yang telah larut ke dalam air ini. Diperasnya langsung di atas kain mori yang dibentangkan di atas cangkir.
Sari perasan cabai  puyang ini diminum segar. Kalau tidak  tahan  pahitnya, boleh mengisap-isap gula aren sesudah minum cabai puyang itu. Biasanya diperlukan 2 kali sehari saja. Kalau perut sudah mulai terasa tidak sakit lagi, minumnya boleh 1 kali saja sehari.

Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus

Thursday, January 1, 2015

Manfaat Sari Buah Nanas, Bisa Melawan Difteri

Kalau anak Anda demam badannya, lalu dilihat tenggorokannya ternyata meradang bengkak, itu tandanya ia terserang kuman tenggorokan. Di antaranya mungkin juga kuman difteri. Kuman ini, Corynebacterium diphtheriae, menyerang selaput lendir yang bertugas melindungi daerah tenggorokan. Bakterinya menyebarkan racun yang bisa menyerang seluruh tubuh.

Manfaat sari buah nanas
Sebenarnya penyakit ini lebih sering menyerang anak-anak daripada orang dewasa.  Tetapi karena  anak-anak pada umumnya sudah diimunisasikan secara rutin dengan suntikan DPT (difteri, paratifus, dan tifus) di sekolah wajib, maka biasanya tidak terserang. Tetapi siapa tahu suatu ketika ia terserang juga?

Ia memang harus segera dibawa ke dokter untuk diobati, tetapi kalau dokternya jauh sekali, maka sebagai tindakan darurat dan perlindungan sementara, penyakitnya bisa diperingan dengan sari buah nanas, sebelum ia ditangani dokter yang berwajib.

Apanya yang berkhasiat?


Tanaman nanas, Ananas comosus, dari suku Bromeliaceae, sebenarnya bukan tanaman asli Indonesia, melainkan dari Amerika Selatan. Ia diduga berasal dari lembah sungai Parana-Paraguay. Setelah dibudidayakan dipekarangan orang Indian Amerika Selatan, ia mulai dikenal oleh orang Spanyol dan Portugis, yang kemudian menyebarkannya ke seluruh daerah tropis bekas jajahan mereka, termasuk Filipina dan Maluku kita.

Penyebaran diteruskan oleh orang Belanda zaman dulu. Tanaman itu berupa terna yang kuat, dengan daun berduri dan buah semu yang berdaging tebal. Disebut buah semu karena sebenarnya adalah kumpulan tangai bunga yang bersatu membentuk poros yang membengkak. Poros bengkak inilah yang mengandung "sari buah" yang asam manis. Asamnya  karena kandungan vitamin C dan manisnya karena gula glukosa dan fruktosa (sedikit).

Selain vitamin C, sari buah itu juga mengandung bromelin; sejenis enzym pemecah protein. Sifat  memecah protein inilah yang kemudian dimanfaatkan untuk melunakkan daging yang alot. Tepung bromelin sudah lama dipakai sebagai pelunak daging (seperti juga papain), sebelum dimasak.

Tetapi bromelin tidak hanya memecah protein dari daging  melainkan juga protein dari tubuh kuman-kuman, termasuk tubuh Corynebacterium diphtheriae, yang palsma selnya juga berupa protein. Itulah sebabnya bromelin dalam sari buah nanas bersifat anti radang, karena mampu menumpas kuman, penyebab peradangan itu.

Bagaimana memakainya?


Untuk memanfaatkan sari buah nanas sebagai obat antiseptik darurat (sebelum dokter datang ke poliklinik), diperlukan 3 buah nanas yang sudah masak dan dikupas kulitnya sambil dibuang matanya. Mata nanas ini sebenarnya bekas pucuk bunga yang sudah selesai bertugas (yaitu kawin melalui penyerbukan tepung sari). Jadi tidak berguna lagi.

Buah yang sudah dikupas dicuci bersih dan diparut, lalu diperas sarinya. Sari nanas ini boleh disaring lebih dulu sebelum dipakai, agar tidak tercampur ampasnya. Sari inilah yang dipakai untuk kumur.Sebaiknya kumur sampai terasa menggenangi daerah tenggorokan. Selesai dikumur-kumurkan, sari nanas diminum. Jadi ujung saluran makanan ke lambung pun bisa terkena juga. Siapa tahu, di daerah itu juga sudah terserang kuman difteri.

Kumur minum ini perlu dilakukan 3 kali sehari. Sekali kumur minum diperlukan sari nanas setengah gelas.

Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus

Saturday, December 27, 2014

Menyemai Bunga Suplir dari Spora

Banyak penangkar yang telah mengembangbiakkan suplir melalui spora. Dengan cara ini hasilnya memang luar biasa. Dari spora yang diambil dari satu daun saja, ribuan suplir bisa dihasilkan dalam tempo sekitar setahun. Bahkan kalau kebetulan, kita pun bisa mendapatkan suplir "jenis" baru, baik itu melalui persilangan maupun mutasi.

Bagaimana cara menyemai suplir, tiap penangkar mempunyai cara tersendiri. Berikut ini cara menyemai suplir yang dilakukan oleh Ulih, penangkar suplir pada Ciapus Nursey.

Mempersiapkan media


Untuk melakukan penyemaian, pertama-tama yang perlu dipersiapkan adalah medianya. Ulih biasa menggunakan campuran humus bambu, kaliandra, pupuk kandang, paku/pakis berbanding 4 : 1 : 1 : 4. Memang sama dengan yang dipakai untuk tanaman suplir besar, tetapi karena akan digunakan untuk semaian, maka ukuran tiap-tiap komponen diusahakan lebih halus.

Untuk mendapatkan hasil semaian yang maksimal, media yang akan digunakan mesti disterilkan dulu. Caranya bisa dengan disangrai atau direbus terlebih dahulu. Dengan perlakuan tadi maka bibit-bibit hama dan penyakit yang ada akan mati sehingga semaian kita aman dari gangguannya.

Memilih wadah dan menyemainya


Wadah semaian yang akan digunakan terserah selera masing-masing. Boleh wadah plastik pendek berbentuk empat persegi panjang atau pot plastik biasa. Ulih lebih suka menggunakan pot plastik biasa yang berdiameter 20 cm, karena dengan ukuran yang lebih kecil, risiko terserang cendawan bisa terbagi.


Pot diisi media kira-kira 2/3 tingginya. Media kemudian disiram air secukupnya sehingga cukup lembap. Setelah itu, di atasnya ditaburi tumbukan batu bata yang telah dihaluskan setebal 1-2 mm. Maksud pemberian bubuk batu bata adalah untuk meningkatkan pH media semai.

Suplir sendiri memang menyukai kondisi yang seperti ini, sebaliknya jamur tidak bisa tumbuh pada kondisi seperti tadi. Karena itu, jumlah spora yang tumbuh menjadi protalium meningkat. Selanjutnya, kita tinggal menaburkan spora suplir ke atas media.

Tahap selanjutnya, kita tinggal memasukkan pot itu ke dalam kantung plastik dan menutup bagian atasnya dengan karet gelang. Maksudnya, agar kelembapan yang tercipta di dalam kantung palastik bisa tahan lama dan benih cendawan dari luar tidak masuk, sepanjang waktu yang diperlukan spora untuk bertunas.

Penempatan dan pemisahannya


Seluruh semaian kemudian diletakkan di bawah rak-rak suplir atau bisa juga di tempat lain asalkan cukup lembap dan tidak terkena cahaya matahari langsung. Biasanya 1-2 minggu kemudian permukaan media sudah berwarna kehijauan. Itu pertanda bahwa protalium sudah terbentuk.

Enam minggu kemudian barulah protalium-protalium itu dijarangkan. Penjarangan dilakukan dengan menempatkan protalium pindahan ke dalam pot-pot plastik berdiameter 10-12 cm. Pot-pot ini tetap dalam selubung kantung plastik.

Satu setengah bulan kemudian, yaitu ketika protalium-protalium sudah mempunyai 2 helai daun, penjarangan kedua dilakukan sehingga tiap pot berisi kira-kira 20 tanaman. Pada fase ini kerudung plastik sudah boleh dibuka tetapi selama 10 hari pertama tanaman muda ini mesti diletakkan ditempat yang teduh. Selanjutnya selama 5 hari secara bertahap tanaman mulai diletakkan di tempat yang terkena cahaya matahari.

Setelah melewati fase ini, suplir dijarangkan sehingga tiap pot kecil hanya berisi 1 tanaman saja. Tahap selanjutnya, tinggal keterlatenan kita dalam memeliharanya sehingga tanaman tumbuh subur dengan daun-daunnya yang cantik menawan.

Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus

Friday, December 26, 2014

Ikan Malam Bercahaya, Menakjubkan

Peruvin Blue Tetra (Boehlkea fredcochui) dan Golden Tetra (Hemigramus armstrongi) dapat mengeluarkan cahaya dalam gelap. Hingga warna Golden Tetra yang kuning keemasan dan Peruvian Blue yang kebiruan akan tampak indah pada malam hari.

Si Biru dan Si Emas


Di Jakarta Peruvian Blue Tetra dijuluki Blue King Tetra (Boehlkeia fredcochui) karena warna birunya yang menawan itu. Bentuknya memang seperti ikan tetra lainya, pipih. Panjangnya paling besar cuma 5 cm. Nama Peruvian diambil dari daerah asalnya, Peru. Habitat aslinya memang hulu sungai Amazon yang mengalir dari Peru ke Brazil.


Peruvian Blue Tetra
Golden Tetra yang berasal dari Amerika Selatan, Guyana dan ditemukan oleh Schultz dan Axelrod, 1955 - dihiasi garis hitam horisontal yang membelah dua badannya, mulai dari ekor mengecil sampai sirip dada. Warna badannya kuning emas, hingga dijuluki Golden Tetra. Seperti juga si Biru, ia hanya bisa mencapi ukuran terbesar 5 cm.

Masih Kerabat Piranha


Kedua jenis tetra ini masih berkerabat dengan piranha (Serrasalmo), dalam satu famili Characideae. Blue dan Golden tetra juga mempunyai gigi-gigi sisir yang tajam di rahang atas dan rahang bawahnya. Sifatnya pun agak "buas".

Golden Tetra
Mereka suka memangsa serangga bersayap kecil yang terbang dekat permukaan air. Sebab itu, baiknya menurunkan permukaan air akuariumnya kurang lebih 15 cm dari bibir akuarium, agar ikannya tidak jatuh kelantai kalau menyergap serangga udara. Memang menyenangkan melihat kedua jenis ikan ini menyambar lalat yang dilemparkan ke permukaan air. Tetapi ia tidak harus selalu diberi makan serangga, cacing sutera atau kutu air pun ia suka.

Warnanya Cerah Bila Gelap


Warnanya biru dan emasnya akan nampak berbahaya dalam gelap. Hal ini disebabkan oleh adanya pori-pori pada sisiknya yang akan terbuka bila suasana gelap, sehingga akan berpendar. Hal ini bisa dimaklumi karena keduanya termasuk ikan malam.
Warna ikan ini akan tampak cerah jika dalam tempat hidupnya terdapat banyak tumbuhan. Karena itu, upayakan agar akuariumnya banyak ditumbuhi tanaman air sehingga kelihatan alami. Dibiarkannya pula ikan-ikan itu bertelur sampai telur-telurnya menetas.

Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus

Tuesday, October 7, 2014

Menyemai Tanaman Bunga Anturium "Kuping Gajah"

Memperbanyak tanaman bunga anturium dengan biji ternyata sangat mudah dan hasilnya pun luar biasa. Dari setangkai "buah" anturium itu kita dapat memperoleh ratusan tanaman baru. Sesuatu yang mustahil kita dapatkan dari perbanyakan lewat setek batang.


Agar daun-daun tanaman bunga anturium kuping gajah bisa lebar dan mulus, biasanya saya selalu dibuang bunga-bunganya yang tumbuh menjulur itu. Namun pada suatu saat ada yang kelewatan tidak dibuang. Akibatnya, bunga itu tumbuh terus jadi buah yang menghijau dan ada tiga "benjolan" biji.

Tiga biji buah yang masak itu kemudian saya tanam di bawah rumpun induknya dalam pot dan ternyata dapat tumbuh baik. Sejak itulah saya mulai tertarik untuk menyerbukkan dan menyemai tanaman bunga anturium kuping gajah.

Penyerbukan Bunga Anturium


Biasanya saya menyerbukkan bunga-bunga kuping gajah itu pukul 09.00 pagi. Bunga yang pertama-tama masak adalah bunga betina. Tandanya, pada batang bunga yang bentuknya mirip lilin itu muncul tonjolan-tonjolan kecil yang ujungnya bermadu. Semut-semut pun berdatangan mengerumuni bunga betina yang telah masak ini.



Kalau kita cium, baunya pun harum. Bunga jantan (serbuk sari) pada tangkai bunga yang sama baru akan muncul lima hari kemudian. Itulah sebabnya, untuk keperluan penyerbukan ini kita harus mencari bunga jantan dari tangkai bunga lain. Ini hanya dapat kita lakukan kalau kita punya beberapa tanaman bunga anturium yang seluruhnya berbunga.

Masaknya bunga jantan ini ditandai dengan munculnya serbuk sari yang berwarna kuning. Serbuk sari ini kita gosok-gosok dengan tangan lalu tangan yang terkena serbuk kuning itu kita gosokkan ke bunga berina yang sudah masak. Proses penyerbukan pun telah selesai.

Pengambilan Biji


Kalau penyerbukan gagal, bunga anturium akan menguning lalu kering. kalau berhasil, bunga itu akan terus menghijau dan dipenuhi oleh tonjolan-tonjolan biji yang membengkak. Sekitar tiga bulan setelah diserbukkan, "buah" anturium sudah masak. Tandanya, tonjolan-tonjolan biji itu berwarna merah kecoklatan.
Pertanian dan Peternakanku - Menyemai Tanaman Bunga Anturium "Kuping Gajah"

Kalau beberapa biji telah berwarna merah cerah. terlepas keluar dan lunak kulit bijinya, maka sebaiknya tangkai buah itu kita potong lalu kita taruh di tempat yang sejuk. Setelah tiga hari, buah anturium itu sudah lunak. Kita ambil kertas koran, batang buah itu kita taruh di atasnya lalu kita pencet dengan ibu jari.

Maka akan berloncatanlah biji-biji anturium yang berwarna putih dan ratusan jumlahnya. Biji-biji ini kita biarkan tetap menempel pada kertas koran dan kita taruh seharian di tempat yang teduh sampai kering.

Penyemaian


Tempat penyemaian berupa nampan plastik kecil yang kedap air (tidak berlubang-lubang). Medianya cukup pasir. Saya sendiri menggunakan abu bakaran sampah yang tidak saya sterilkan, karena telah mengalami pemanasan waktu dibakar. Media dimasukkan ke dalam nampan plastik, cukup sampai sepertiganya saja.

Setelah itu biji ditabur di atasnya lalu media dibasahi dengan semprotan air yang halus dari sprayer. Setelah itu, nampan plastik ditutup rapat dengan lembaran plastik bening dan bagian tepinya diselotip lalu ditaruh di tempat yang hanya menerima sinar matahari pagi sampai pukup 09.00.

Penempatan nampan semai ini tidak boleh langsung menempel di tanah untuk menghindari gangguan hama. Seminggu setelah disemai, biasanya biji-biji itu sudah berubah warna jadi hijau dan tampak tunasnya. Sebulan kemudian sudah mulai tumbuh daun pertama dan dua bulan kemudian tutup sudah dapat dibuka dan semai dipindahkan ke tempat pembesaran.

Pembesaran Semai


Semai yang kita dapatkan biasanya baru berdaun satu. Akarnya juga satu dan tumbuh tak teratur serta banyak yang berdempetan. Dengan pelan-pelan semai itu kita ambil menggunakan tangan atau pinset kecil. Yang berdempetan kita pisahkan lalu ditanam di tempat pembesaran semai. Tempat ini berupa nampan plastik juga tetapi yang berlubang-lubang hingga bisa mengalirkan air.

Medianya berupa campuran kompos atau pupuk kandang, tanah dan pasir berbanding 1 : 1 : 1. Media itu kita isikan cukup sepertiga isi nampan, lalu semai kita tanam secara teratur satu per satu. Selanjutnya semai yang telah tertanam itu kita siram dengan semprotan air halus dari sprayer, lalu kita taruh di tempat yang terkena sinar matahari pagi sampai kurang lebih pukul 10.00.
Pertanian dan Peternakanku - Menyemai Tanaman Bunga Anturium "Kuping Gajah"

Menaruhnya juga tidak boleh menempel langsung di tanah, tetapi dengan diganjal. Lebih baik lagi kalau kita taruh di atas rak yang ujung tiangnya di rendam dalam kaleng berisi air atau minyak tanah, untuk menghindari datangnya hama.

Dua bulan sejak semai dipindah ke tempat pembesaran, tanaman sudah dapat kita pindah secara soliter dalam pot kecil. Medianya masih tetap sama. Sebaiknya pot-pot kecil ini tetap kita letakkan dalam rak agar aman. Daun yang keempat biasanya sudah mulai kelihatan ornamen tulang daunnya yang keperak-perakan.

Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus

Tuesday, July 15, 2014

Khasiat Daun Kelor

Khasiat Daun Kelor. Pohon kelor masih tumbuh di sekeliling kita. Sebagai obat tradisional, daun, akar dan batangnya ber khasiat menyembuhkan beberapa penyakit.


Khasiat Daun Kelor
Barangkali ada di antara kita yang belum mengenal pohon kelor, Moringa aleifera? Di Sumatera ia disebut murong atau munggai. Di Jawa, namanya beken dengan kelor, sementara penduduk Sulawesi Utara mengenalnya dengan sebutan wori atau kelo. Di Timor, kelor biasa disebut hau fok, sedang di Maluku keleno atau karel.

Daunnya menghangatkan


Kelor berupa pohon kecil dengan tinggi 3-8 meter. Daunnya yang berwarna hijau pucat menyirip ganda dengan anak daun yang menyirip ganjil. Helaiannya bulat telur. Bunga kelor berupa malai yang keluar dari ketiak daun. Buahnya buah kotak bersudut tiga yang menggantung, sepanjang 20 sampai 45 cm. Isinya sederetan biji bulat, tapi bersayap tiga.


Sosok pohon kelor sederhana saja, tapi daun, buah dan bijinya banyak gunanya bagi kesehatan. Daunnya mengandung pterigospermin yang bersifat merangsang kulit. Karenanya sering digunakan sebagai param yang menghangatkan dan mengobati kelemahan anggota tubuh seperti tangan atau kaki.

Jika daun segarnya dilumatkan, kemudian dilumurkan pada bagian tubuh itu, ia bisa mengurangi rasa nyeri. Namun sayang, ia tidak boleh dipakai terlalu banyak atau sering, karena dapat menimbulkan lepuh-lepuh pada kulit.



Sementara itu, bijinya yang masak dan kering mengandung pterigospermin yang lebih pekat sampai bersifat germesida. Hasil penelitian Madsen dan Schlundt serta Grabow dan kawan-kawannya menunjukkan, bahwa serbuk biji kelor mampu menumpas Escherichia coli, Streptococcus faecalis, Salmonella typhymurium, dan Shigella sonnei.

Pertanian dan peternakanku - Khasiat Daun Kelor

Oleh sebab itu, biji kelor di Afrika dimanfaatkan untuk mendeteksi pencemaran air oleh bakteri-bakteri itu. Caranya dengan mengendapkan air keruh yang diduga tercemar itu, kemudian ditaburi serbuk biji kelor (200 mg/liter), dan diaduk sampai larut dengan baik. Setelah dibiarkan semalam endapannya mengandung bangkai bakteri itu, tapi air jernih yang terpisah di atasnya telah bebas bakteri.

Buah kelor mengandung akloloid moringinina yang bersifat merangsang pencernaan makanan. Ia biasa disayur asem sebagai kelentang yang lezat. Tetapi juga melancarkan pencernaan.

Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat
Sumber : Majalah Trubus